Pemerintah Targetkan Pembelajaran di NTT Kembali Aktif dalam Sepekan
Pemerintah menargetkan kegiatan belajar mengajar di wilayah terdampak gempa Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali aktif dalam sepekan. Pernyataan itu disampaikan Deputi Kemenko PMK Lilik Kurniawan pada Selasa, 18 Agustus 2026. Pemulihan pendidikan dimasukkan sebagai prioritas bersama layanan dasar lain seperti pengungsian, pangan, layanan medis, dan tempat tinggal sementara.
Prioritas pemulihan pendidikan
Lilik mengatakan seluruh tenaga pemerintah pusat telah berada di tujuh kabupaten terdampak untuk mempercepat pemulihan layanan dasar. Pemerintah menekankan pentingnya membuka kembali proses belajar selangkah demi selangkah sesuai kondisi lapangan.
"Layanan pendidikan belajar mengajar di sekolah-sekolah, juga layanan keagamaan serta layanan sosial lainnya,"
Menurut Lilik, langkah awal adalah asesmen kondisi bangunan sekolah. Gedung yang dinyatakan aman akan segera difungsikan, sedangkan bangunan rawan akan diganti dengan fasilitas belajar darurat.
Kondisi di Kabupaten Sikka
Di Kabupaten Sikka, aktivitas pendidikan nyaris terhenti pasca-gempa. Pelaksana tugas Kepala Dinas PKO Sikka, Patris Pederiko, menyatakan pendataan kerusakan sekolah masih berlangsung.
Saat ini terdaftar 38 satuan pendidikan dengan kerusakan berbagai tingkat. Patris menyebut kerusakan paling parah terjadi di Kecamatan Palue.
| Jenjang | Jumlah (negeri & swasta) |
|---|---|
| TK | 92 |
| SD | 338 |
| SMP | 91 |
Gangguan jaringan dan akses membuat laporan kerusakan belum sepenuhnya masuk. Untuk memastikan keselamatan, Dinas PKO menghentikan pembelajaran tatap muka sementara selama tiga hari.
"Untuk tiga hari ini kita melakukan pembelajaran dari rumah. Guru-guru memberikan tugas saja kepada siswanya,"
Langkah darurat dan posko pendidikan
Pusat dan daerah menyiapkan posko pendidikan untuk mendukung asesmen serta pemutakhiran data kerusakan. Sekolah aman akan dimaksimalkan untuk menjaga kesinambungan belajar.
"Kalau tempat-tempat yang sudah tidak bisa digunakan untuk belajar mengajar, ini BNPB akan menyediakan tenda,"
Tenda sekolah disiapkan sebagai fasilitas sementara agar pembelajaran tidak menunggu pemulihan total gedung. Pemerintah juga menyiapkan evaluasi menyeluruh sarana-prasarana pendidikan.
"Kalau memang betul-betul tidak bisa dimanfaatkan, kita masih ragu dengan keselamatan keamanan anak-anak,"
Penutup: menjaga hak belajar sekaligus keselamatan
Pemerintah menegaskan pemulihan pendidikan harus berjalan bersamaan dengan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak. Target satu minggu diarahkan agar hak belajar anak tetap terjaga tanpa mengorbankan keselamatan selama masa pemulihan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Gempa M 6,1 Guncang Sumba Barat Daya, Sejumlah Rumah Rusak
Gempa M 6,1 mengguncang Sumba Barat Daya pada 4 Okt 2026, merusak sejumlah rumah dan membuat warga batal ber...
APP Group Dorong Transfer Pengetahuan Antar Generasi Pekerja
APP Group mendorong transfer pengetahuan dari karyawan senior ke generasi muda melalui Long Service Award 20...
Kemenperin Dorong IKM Fesyen Baca Pasar lewat Design Canvas
Kemenperin mendorong IKM fesyen gunakan Design Canvas & Maker untuk menciptakan produk sesuai kebutuhan kons...
Basarnas Ungkap Risiko Penyelaman KM Virgo: Gelap & Kontaminasi
Basarnas sebut penyelaman di kecelakaan KM Virgo berisiko tinggi: visibilitas rendah, debris, kontaminasi, d...
Kemenperin Gandeng Mahasiswa Kembangkan IKM Fesyen-Kriya
Kemenperin menggandeng mahasiswa melalui program Design Canvas & Design Maker 2026 untuk membantu IKM fesyen...
BGN Bongkar Potongan Rp1.500–Rp2.000 per Porsi MBG
BGN temukan potongan Rp1.500–Rp2.000 per porsi MBG yang menurunkan kualitas makanan; BGN ancam putus kerja s...