Lokal

Kemenkop UMKM Gelar Pelatihan Pulihkan UMKM Tabagsel Pascabencana

Bagikan:
Pelatihan UMKM di Aula Hotel Natama Padangsidimpuan

Padangsidimpuan, 16 Oktober — Kementerian UMKM menggelar pelatihan bagi 270 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Padangsidimpuan. Kegiatan ini berlangsung Jumat pagi di Aula Hotel Natama dan bertujuan mempercepat pemulihan ekonomi pascabencana di Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel).

Format dan peserta

Pelatihan diikuti pelaku usaha dari Kota Padangsidimpuan, Kabupaten Tapanuli Selatan, dan Mandailing Natal. Kegiatan dilaksanakan serentak di tiga hotel dengan fokus berbeda untuk menjangkau kebutuhan yang variatif.

  • Hotel Natama — fokus akses pembiayaan (sekitar 102 peserta untuk sesi ini)
  • Hotel Pia — fokus peningkatan kapasitas produksi
  • Hotel Sitamiang — fokus penguatan pemasaran

Materi dan narasumber

Program menghadirkan narasumber dari Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumatera Utara, dan Bank Sumut. Kementerian UMKM juga memfasilitasi sosialisasi platform digital SAPA UMKM untuk membantu pelaku usaha mengakses informasi pelatihan, pendampingan, dan pembiayaan.

Imbauan pengelolaan keuangan

Asisten Deputi Perluasan Pembiayaan Wirausaha Kementerian UMKM, Ir. Bastian, menekankan pentingnya pencatatan keuangan usaha yang rapi. Menurutnya, pembukuan menjadi salah satu kriteria yang dilihat bank saat menilai kelayakan pembiayaan.

"Keuangan rumah tangga dan keuangan usaha jangan dicampur. Pelaku UMKM harus memiliki pencatatan keuangan yang baik karena hal itu menjadi salah satu pertimbangan pihak bank ketika mengajukan pembiayaan,"

Bastian mendorong pemanfaatan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai alternatif pembiayaan. Ia menyebut KUR menawarkan skema bunga yang kompetitif, termasuk tingkat bunga 6 persen per tahun pada skema tertentu.

Dukungan daerah dan tindak lanjut

Wali Kota Padangsidimpuan yang diwakili Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan menyambut positif inisiatif ini. Ia menilai pelatihan penting untuk membantu pelaku usaha bangkit, memperbaiki proses produksi, dan memperluas akses pasar.

"Kami menghargai semangat Bapak dan Ibu semua untuk kembali bangkit. Kehadiran peserta dari Padangsidimpuan, Mandailing Natal dan Tapanuli Selatan menjadi bagian penting dalam upaya pemulihan ekonomi di wilayah ini,"

Pejabat daerah meminta peserta memanfaatkan kesempatan berdiskusi untuk mencari solusi terhadap kendala operasional. Mereka juga menugaskan dinas terkait dan pendamping UMKM untuk memantau perkembangan usaha pasca pelatihan.

Harapan jangka panjang

Dengan sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan lembaga keuangan, kegiatan ini dirancang agar lebih dari sekadar seremonial. Targetnya adalah usaha yang kembali beroperasi, peningkatan kualitas produk, perluasan pasar, dan pengelolaan keuangan yang tertib sehingga pemulihan ekonomi di Tabagsel berjalan lebih cepat.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait