Suasana Haru Saat Pelantikan Pamong Praja Muda IPDN 2026
Presiden Prabowo Subianto melantik 1.204 lulusan Institut Ilmu Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Angkatan XXXIII pada Rabu, 29 Juli 2026. Upacara berlangsung di Lapangan Parade Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, dan diwarnai emosi hangat orang tua serta keluarga yang menyambut putra-putrinya.
Suasana Haru di Lapangan Parade
Acara mencapai puncaknya saat pengumuman pendaftaran ulang dan panggilan untuk orang tua. Dari atas panggung, Master of Ceremony (MC) memberikan aba-aba hitungan mundur. Sebagian besar orang tua lalu berlari memasuki lapangan untuk mencari anak mereka di antara ribuan lulusan.
"Sekarang tiba lah yang ditunggu, paling membanggakan. Kepada orang tua, dalam hitungan delapan, silahkan menemukan putra dan putri,"
Suasana menjadi haru campur gembira ketika keluarga dan lulusan bertemu. Pelukan spontan dan tangisan bahagia terlihat di sekeliling lapangan.
Pelukan, Sujud, dan Doa
Berdasarkan pantauan di lokasi, para orang tua memeluk erat para Pamong Praja Muda. Banyak yang menangis haru menyaksikan anaknya resmi dilantik. Ekspresi kebanggaan dan lega nampak jelas di wajah orang tua.
Sebagian Pamong Praja Muda membalas kasih sayang itu dengan pelukan dan tindakan penuh bakti. Tidak sedikit yang bersujud dan mencium kaki orang tua sebagai ungkapan terima kasih atas dukungan dan doa selama menempuh pendidikan.
Penghargaan untuk Lulusan Terbaik
Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo memberikan penghargaan kepada lulusan berprestasi. Penghargaan diserahkan sebagai bentuk apresiasi atas capaian akademik selama masa pendidikan.
- Kartika Astha Brata — diberikan kepada Aji Bayu Ramadhan, S.Tr.I.P.
- Sapta Adhi Praja — diberikan kepada sembilan siswa terbaik lainnya
Para Pamong Praja Muda yang berasal dari berbagai daerah itu diharapkan mampu menjadi perekat persatuan dan kesatuan bangsa serta menjaga harmoni sosial.
Makna dan Harapan ke Depan
Acara pelantikan tidak hanya menandai kelulusan formal, tetapi juga menegaskan peran sosial para Pamong Praja Muda di lingkungan masyarakat. Orang tua disebut sebagai penyemangat utama yang mendampingi perjuangan akademik para lulusan.
Ke depan, lulusan IPDN Angkatan XXXIII diharapkan menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan integritas, serta menjadi penyangga harmoni di daerah masing-masing.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Mentrans Lepas TEP 2026: 1.476 Mahasiswa Kembangkan 53 Kawasan
Mentrans melepas 1.476 peserta TEP 2026 dari 10 perguruan tinggi untuk mengembangkan 53 kawasan transmigrasi...
Jakarta IP Market 2026 Buka Peluang Bisnis untuk Kreator
Jakarta IP Market 2026 membuka peluang bisnis bagi kreator dengan 28 eksibitor, 66 IP, dan 45 pembicara untu...
Menteri ESDM Tegaskan Harga BBM dan LPG Subsidi Tidak Naik
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan harga BBM dan LPG subsidi tidak naik, setelah pertemuan dengan Pres...
Kemendukbangga: Pasangan Indonesia Lebih Banyak Menunda Punya Anak
Kemendukbangga/BKKBN menyatakan pasangan muda di Indonesia lebih sering menunda punya anak karena faktor eko...
Komisi III Minta Polisi Ungkap Kasus Kematian Sutrimo
Komisi III DPR minta Polda Metro Jaya usut tuntas kematian Sutrimo secara profesional, transparan, dan berba...
Jakarta IP Market 2026: Sambungkan IP Lokal ke Pasar Global
Jakarta IP Market 2026 mempertemukan IP lokal dan internasional dengan pasar global, menargetkan transaksi d...