Nasional

Arwani Thomafi Paparkan 5 Pedoman Berkhidmah untuk Kemaslahatan Umat

Bagikan:
Arwani Thomafi berbicara pada diskusi Ber-NU di Muktamar NU ke-35, Jombang

Pengasuh Pondok Pesantren Alhamidiyah Lasem, Arwani Thomafi, memaparkan lima pedoman berkhidmah untuk kemaslahatan umat pada diskusi  "Ber-NU untuk Kemaslahatan Umat" di Arena Muktamar NU ke-35, Jombang, Sabtu 29 Agustus 2026. Ia menekankan khidmah harus berakar pada keikhlasan, moderasi, persatuan, dan kecintaan pada tanah air. Diskusi itu juga dihadiri Achmad Baidowi (Komisaris Utama PT ASDP), Arya Sandiyudha (Direktur Hubungan Kelembagaan PTPN IV), dan akademisi Mustafa dari UNU Surabaya.

Lima pedoman Madarij al-Khidmah

Arwani menyebut kelima nilai ini sebagai Madarij al-Khidmah. Menurutnya, nilai tersebut menjadi rujukan agar pengabdian di Nahdlatul Ulama tidak berhenti pada aktivitas organisasi semata, melainkan memberi manfaat luas bagi umat dan bangsa.

  1. Ikhlas dalam pengabdian
  2. Aswaja sebagai pedoman
  3. Ulama sebagai pembimbing umat
  4. Menjaga ukhuwah
  5. Memperkuat hubbul wathon

1. Ikhlas sebagai fondasi

Arwani menegaskan bahwa keikhlasan adalah fondasi utama setiap bentuk pengabdian. Ia menjelaskan nilai ini berlaku di pesantren, keluarga, masyarakat, pemerintahan, dan ruang pengabdian lain. Keikhlasan menjaga niat agar pengabdian tetap berorientasi pada kebaikan dan manfaat.

Ikhlas merupakan niat hati yang murni dan tulus untuk melakukan suatu pekerjaan atau ibadah hanya semata karena mencari ridha Allah SWT

2. Aswaja sebagai pedoman moderasi

Nilai kedua adalah menjadikan Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) sebagai acuan. Arwani menyoroti prinsip tawassuth (moderat), tawazzun (seimbang), i'tidal (berkeadilan), dan tasamuh (toleransi). Prinsip ini diperlukan agar pengabdian tidak berlebihan dan tetap mengedepankan keseimbangan serta kerukunan sosial.

3. Ulama sebagai pembimbing

Arwani menempatkan ulama sebagai pembimbing strategis bagi umat. Peran mereka penting untuk memberi arah moral dan praktik pengabdian yang berlandaskan nilai agama dan kemaslahatan.

Al ulama yursyiduna al-masirah, para ulama membimbing arah perjalanan perjuangan umat

4. Menjaga ukhuwah

Ukhuwah atau ikatan persaudaraan dipandang Arwani sebagai modal sosial utama. Ia mengatakan ukhuwah memperkokoh persatuan, menumbuhkan kasih sayang, dan membuka ruang kerja sama dalam berbagai bentuk kebaikan.

Ukhuwah menjadi modal sosial untuk merawat kebersamaan di tengah perbedaan

5. Memperkuat hubbul wathon

Nilai terakhir menekankan cinta tanah air sebagai energi pengabdian. Arwani menyatakan semangat nasionalisme harus memperluas jangkauan khidmah sehingga manfaatnya terasa tidak hanya di internal organisasi tetapi juga untuk bangsa.

Hubbul Wathon Tuwassi'u al-Khidmah

Penutup: aktualisasi nilai dalam praktik

Arwani mengingatkan agar kelima nilai itu terus diaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, ber-NU menjadi pengabdian yang tulus, moderat, menyatukan, dan berorientasi pada kemaslahatan umat, masyarakat, dan negara.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait