Kemenhub Pastikan Penanganan Pecah Ban Pesawat Garuda GA604
Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara memastikan penanganan insiden pecah ban pada pesawat Garuda Indonesia GA604 berjalan sesuai prosedur keselamatan. Insiden terjadi setelah Boeing 737-800 registrasi PK-GFS lepas landas dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta pada 3 September 2026.
Kronologi singkat
Informasi mengenai kondisi roda utama nomor 3 diterima menara JATSC Soekarno-Hatta saat pesawat diketahui airborne pada pukul 05.52 WIB. Pilot in Command (PIC) kemudian berkomunikasi melalui saluran Ground to Air pada 06.04 WIB untuk melaporkan situasi dan menentukan langkah selanjutnya.
Setelah mempertimbangkan kondisi penerbangan, PIC memutuskan melanjutkan rute menuju Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin. Pesawat akhirnya mendarat dengan selamat di landas pacu 03 Sultan Hasanuddin pada pukul 09.13 WITA.
Koordinasi dan respons bandar udara
Koordinasi dilakukan antara pengendali lalu lintas udara, pengelola bandar udara, dan maskapai. Untuk mengantisipasi kemungkinan runway blocked, otoritas di Sultan Hasanuddin menyiapkan penanganan saat pendaratan.
Setelah pendaratan, runway ditutup sementara melalui NOTAM nomor A3284/26 untuk memastikan keselamatan operasi dan memberi ruang bagi tim teknis melakukan tindakan lanjut.
Tindakan teknis dan keselamatan
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah V Makassar berkoordinasi dengan Tim Teknik Garuda Indonesia dan GMF AeroAsia. Pemeriksaan awal menemukan pecah pada main wheel nomor 3. Pesawat kemudian ditowing ke parking stand untuk pemeriksaan dan perbaikan lebih lanjut, termasuk penggantian roda yang rusak.
Pembersihan landas pacu dilakukan di kedua bandar udara, Soekarno-Hatta dan Sultan Hasanuddin, untuk memastikan tidak ada Foreign Object Debris (FOD) yang mengganggu keselamatan penerbangan.
Penanganan penumpang dan pihak terkait
Sebanyak 141 penumpang dan delapan awak pesawat ditangani dengan prioritas pada keselamatan dan keamanan sesuai ketentuan. Direktorat Jenderal Perhubungan Udara mengapresiasi respons cepat serta koordinasi intensif dari berbagai pihak.
- Awak pesawat
- Pengelola bandar udara
- AirNav Indonesia
- Garuda Indonesia
- Tim teknis dan GMF AeroAsia
“Direktorat Jenderal Perhubungan Udara memastikan keselamatan dan keamanan penerbangan merupakan prioritas utama. Dan akan terus melakukan koordinasi serta pemantauan terhadap proses pemeriksaan dan penanganan pesawat sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F.
Proses pemeriksaan dan perbaikan masih berjalan untuk memastikan pesawat kembali layak operasi. Otoritas akan terus memantau perkembangan dan memastikan seluruh langkah penanganan memenuhi standar keselamatan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi untuk Warga Binaan Narkotika
Pemerintah siapkan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan pengguna narkotika untuk atasi overkap...
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
DPR mendesak modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan TNI menjelang HUT ke-81, seiring anggaran 2027...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...