Tambak Udang Waingapu Targetkan 52.800 Ton per Tahun
Proyek Tambak Udang Terintegrasi (ISF) Waingapu di Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, ditargetkan beroperasi penuh pada 2028 dan menghasilkan sekitar 52.800 ton udang per tahun. Pembangunan ditargetkan rampung pada 2027 dengan investasi sekitar US$500 juta (Rp7,2 triliun).
Target produksi dan jadwal operasi
Proyek yang dikenal sebagai ISF Waingapu dirancang untuk menambah pasokan udang nasional. Operasi komersial penuh direncanakan mulai 2028 setelah konstruksi selesai pada 2027.
"Ketika beroperasi penuh, ISF Waingapu ditargetkan mampu menghasilkan sekitar 52.800 ton udang per tahun. Ini akan menambah pasokan udang nasional sekaligus memperkuat pemenuhan kebutuhan pasar domestik dan ekspor,"
Skala lahan dan investasi
ISF Waingapu dibangun di atas lahan seluas 2.150 hektare. Dari jumlah itu, sekitar 1.361 hektare digunakan untuk area tambak dan fasilitas pendukung. Investasi mencakup pembangunan kolam budi daya, tandon, instalasi pengolahan air limbah, jaringan intake, fasilitas karantina, jalan produksi, dan IPAL utama.
Progres konstruksi dan dukungan lokal
Per 29 Juli 2026, progres fisik proyek tercatat sekitar 10 persen. Pekerjaan didukung lebih dari 300 unit alat berat dan melibatkan tenaga kerja lokal dalam tahap konstruksi.
Lapangan kerja dan pelatihan
Selain meningkatkan produksi, ISF Waingapu diproyeksikan menyerap sekitar 7.000 tenaga kerja sepanjang rantai industri dari hulu ke hilir. Dari jumlah tersebut, sekitar 3.000 orang akan menerima pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan industri udang terintegrasi.
"Hal tersebut nantinya akan membentuk rantai ekonomi baru di Sumba Timur. Tentunya juga membuka lebih banyak peluang usaha bagi masyarakat setempat,"
Dampak ekonomi dan ketahanan pangan
Pengembangan tambak terintegrasi ini diharapkan memperkuat ketahanan pangan nasional melalui peningkatan pasokan protein dari sektor perikanan. Proyek juga diproyeksikan mendorong pertumbuhan usaha pendukung dan memperluas kesempatan ekonomi di wilayah pesisir dan desa.
Dengan skala dan investasi yang besar, ISF Waingapu direncanakan menjadi salah satu pilar pengembangan sektor kelautan dan perikanan di NTT. Pemerintah menargetkan manfaat langsung bagi masyarakat lokal serta peningkatan daya saing produk perikanan untuk pasar domestik dan ekspor.
"Dengan semangat kolaborasi dan kerja bersama, kita optimistis sektor kelautan dan perikanan akan semakin maju. Kemudian memiliki daya saing dan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi nasional,"
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kemenko Pangan Uji Model Kedelai di Cariu, Target 100 Ha 2027
Kemenko Pangan uji pilot kedelai di Cariu, Bogor (25 ha) dengan target 100 ha pada 2027 untuk kurangi keterg...
Alumni Connect PPI Dunia Perkuat Jejaring Lewat Sarasehan
Alumni Connect PPI Dunia gelar sarasehan di Jakarta (5 Sep 2026) untuk memperkuat jejaring alumni luar neger...
Bapanas Pastikan Bantuan Pangan Beras Tepat Sasaran
Bapanas pastikan bantuan pangan beras tepat sasaran menggunakan DTSEN, koordinasi dengan Kemensos, dan penya...
Kemenhut-BMKG Intensifkan OMC untuk Atasi Karhutla di Kalbar, Kalteng, Jatim
Kemenhut dan BMKG intensifkan operasi modifikasi cuaca (OMC) pada awal September 2026 untuk memadamkan karhu...
Alumni Connect PPI Dunia Jadi Ruang Berbagi dan Kolaborasi
Alumni Connect PPI Dunia di Jakarta mendorong alumni berbagi pengalaman dan berkolaborasi untuk memperluas d...
Wamendikdasmen Dukung PAUD Berbasis Lingkungan di Pangandaran
Wamendikdasmen meresmikan Susi Environmental School di Pangandaran dan mendorong penguatan PAUD berbasis lin...