PDI Perjuangan Trenggalek Rampungkan Musran, Mulai Konsolidasi Jelang 2027
Trenggalek — DPC PDI Perjuangan Kabupaten Trenggalek menyelesaikan seluruh rangkaian musyawarah ranting dan anak ranting (Musran-Musanran) pada 23–29 Juli 2026 dan langsung memulai konsolidasi pengurus baru di tingkat desa dan dusun. Langkah ini dimaksudkan untuk memperkuat struktur partai di 152 desa, menghadapi agenda politik 2027–2029, termasuk Pilkades 2027.
Musran-Musanran rampung sesuai target
Sekretaris DPC, Doding Rahmadi, menyatakan seluruh tahapan Musran-Musanran tuntas sesuai jadwal. Pelaksanaan di 14 kecamatan menghasilkan kepengurusan ranting dan anak ranting baru untuk seluruh desa.
"Sudah beres semua. Bahkan, kami menyebut cepat karena sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Nah, kini tinggal melakukan konsolidasi lagi,"
Menurut Doding, penyelenggaraan berjalan lancar dan memenuhi target regenerasi kader serta keterwakilan perempuan hingga tingkat akar rumput.
Komposisi kepengurusan sesuai regulasi
Kepengurusan yang terbentuk disusun berdasarkan ketentuan organisasi partai. Untuk ranting desa, struktur terdiri atas tujuh orang dengan unsur keterwakilan jelas.
- Ranting: 7 orang, minimal 3 perempuan, minimal 3 kader muda (usia maksimal 35 tahun) dan setidaknya 1 kader muda perempuan;
- Anak ranting: 3 orang per anak ranting, setiap desa minimal memiliki dua anak ranting, dengan keterwakilan minimal 1 perempuan dan 1 kader muda (≤35 tahun).
Doding menekankan bahwa aturan ini dipatuhi di semua desa. "Keterwakilan perempuan ada semua," tegasnya.
Konsolidasi untuk memperkuat kerja organisasi
Setelah struktur resmi terbentuk, DPC meminta setiap PAC untuk menggembleng pengurus baru lewat serangkaian konsolidasi. Tujuannya adalah memperkuat pemahaman terhadap visi, misi, serta tugas dan tanggung jawab organisasi di tingkat desa dan dusun.
Konsolidasi dinilai krusial karena pengurus ranting dan anak ranting akan menjadi ujung tombak pelaksanaan program partai dan pengawalan proses politik lokal.
"Banyak agenda. Mulai 2027, 2028 hingga 2029 nanti. Makanya, PAC-PAC kami instruksikan untuk terus memantapkan roda organisasi di desa dan dusun,"
Impak dan langkah ke depan
Dengan selesainya Musran-Musanran, DPC fokus pada penguatan struktur, regenerasi kader, dan pembinaan berkelanjutan. Kesiapan ini ditujukan untuk memastikan partai mampu berperan aktif dalam Pilkades 2027 dan agenda politik selanjutnya.
Langkah berikutnya mencakup pelatihan kader, sosialisasi program, serta pemantauan agar pelaksanaan demokrasi di tingkat desa berjalan sesuai regulasi dan aspirasi masyarakat.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Wakil Ketua DPRD Jember Tolak Pinjaman Rp786 M untuk 2027
Wakil Ketua DPRD Jember Widarto menilai pinjaman Rp786 miliar tidak perlu; PAD, dana transfer pusat, dan SiL...
Bupati Kediri Merampingkan OPD untuk Efisiensi dan Selesaikan Jabatan Plt
Bupati Kediri merampingkan OPD lewat Raperda perubahan untuk efisiensi, menuntaskan jabatan Plt, dan menyesu...
DPRD Malang Dorong Angkot Jadi Feeder Resmi Trans Jatim
Ketua DPRD Malang mendorong angkot jadi feeder resmi Trans Jatim agar layanan menjangkau permukiman dan menj...
PDI Perjuangan Usulkan 5 Langkah Cegah Gelombang PHK di Jatim
PDI Perjuangan usulkan lima langkah: peringatan dini, pemetaan 4.400 pekerja, dan transformasi 16 BLK untuk...
Banteng DKI Menang 1-0 atas Banteng Jateng di Soekarno Cup 2026
Banteng DKI Jakarta menang 1-0 atas Banteng Jateng FC di Soekarno Cup 2026, Selasa 11 Agustus di Gresik; Far...
Bupati Kediri: Bullying dan Pergaulan Bebas Harus Dicegah
Bupati Kediri menegaskan pencegahan bullying dan pergaulan bebas harus jadi prioritas, terkait masa depan ge...