Lokal

Operasi Patuh Toba 2026 Dimulai di Pematangsiantar, 59 Personel Dikerahkan

Bagikan:
Asisten Pemerintahan Fidelis mewakili Wali Kota pada apel Operasi Patuh Toba 2026 di Polres Pematangsiantar

Pematangsiantar, 26 Oktober 2026 — Pemerintah kota dan aparat keamanan menggelar apel pembukaan Operasi Kewilayahan Patuh Toba 2026 di lapangan apel Polres Pematangsiantar, Senin (26/10). Wali Kota Wesly Silalahi diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdako, Fidelis Edy Suranta Sembiring, sementara apel dipimpin langsung oleh Kapolres AKBP Dhana Noer Kurniawan.

Apel, pimpinan, dan komposisi petugas

Upacara diawali dengan pemeriksaan pasukan dan penyematan pita tanda operasi kepada perwakilan personel. Operasi akan berlangsung selama 14 hari, dari 26 Oktober hingga 8 November 2026.

“Sebanyak 59 personel terlibat dalam operasi dengan tema ‘Polri Bersama Masyarakat Mewujudkan Lalu Lintas yang Tertib, Aman dan Berkelanjutan.’”

Personel yang dikerahkan merupakan gabungan dari instansi berikut:

  • Polri (Polres Pematangsiantar)
  • TNI
  • Satpol PP
  • Dinas Perhubungan

Data penegakan dan target keselamatan jalan

Dalam amanatnya, Kapolres memberi apresiasi atas persiapan dan sinergi antarinstansi. Ia juga mengaitkan operasi ini dengan tujuan global Decade of Action for Road Safety 2021–2030 dari PBB, yang menargetkan pengurangan fatalitas sampai 50 persen pada 2030.

Berdasarkan data Polres Pematangsiantar, penegakan hukum lalu lintas menunjukkan tren positif. Penegakan hukum turun 23,4 persen, jumlah kecelakaan turun 4 persen, dan angka korban meninggal dunia menurun 10,4 persen.

Sasaran operasi dan langkah lapangan

Operasi memfokuskan pada pengguna jalan, angkutan umum dan pribadi, titik rawan kecelakaan, serta aktivitas masyarakat yang dapat mengganggu keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas).

Kapolres menekankan beberapa langkah prioritas selama operasi:

  • Pemetaan dan deteksi dini lokasi rawan pelanggaran
  • Kegiatan pembinaan dan penyuluhan kepada masyarakat melalui spanduk, banner, stiker, dan media sosial
  • Perilaku personel: menerapkan senyum, sapa, salam (3S), tegas namun humanis
  • Penghindaran pungutan liar, penyalahgunaan wewenang, dan sikap arogan di lapangan

“Keamanan dan ketertiban lalu lintas merupakan kebutuhan mutlak masyarakat selaku pengguna jalan. Hanya saja tingkat kecelakaan lalu lintas dan kepatuhan masyarakat terhadap peraturan lalu lintas masih sangat memprihatinkan khususnya di masa Hari Raya Natal dan Tahun Baru,”

“Bukan hanya kerugian jiwa atau materi, tapi juga berdampak pada kehidupan ekonomi dan sosial.”

Harapan dan implikasi

Kapolres mengingatkan agar seluruh petugas melaksanakan tugas dengan tanggung jawab, integritas, dan sikap humanis. Ia berharap operasi ini berjalan lancar dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat Pematangsiantar serta wilayah Sumatera Utara.

“Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, humanis dan berintegritas. Semoga operasi ini berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata kepada masyarakat Pematangsiantar dan Sumatera Utara pada umumnya.”

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait