Pemerintah Pastikan Pasokan Pupuk Aman, Siapkan 9,8 Juta Ton
Pemerintah memastikan pasokan pupuk nasional tetap aman
Stok dan alokasi pupuk nasional
Data pemerintah menunjukkan stok pupuk saat ini mencapai 1,19 juta ton. Rinciannya adalah pupuk bersubsidi 825 ribu ton dan pupuk non-subsidi 367 ribu ton. Untuk tahun 2026, alokasi pupuk bersubsidi ditetapkan 9,84 juta ton, di mana 9,55 juta ton dialokasikan khusus untuk sektor pertanian.
| Kategori | Jumlah (ton) |
|---|---|
| Stok pupuk bersubsidi | 825.000 |
| Stok pupuk non-subsidi | 367.000 |
| Total stok saat ini | 1.192.000 |
| Alokasi pupuk bersubsidi 2026 | 9.840.000 |
| Alokasi untuk pertanian | 9.550.000 |
Distribusi dan pengawasan
Menko Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyatakan pemerintah aktif memantau ketersediaan dan distribusi pupuk hingga tingkat daerah. Realisasi penyaluran pupuk bersubsidi telah melampaui 4 juta ton dan terus dipercepat sesuai kebutuhan musim tanam petani.
"Tahun ini insyaallah pupuk kita aman, kita siapkan 9,8 juta ton. Pemerintah terus memantau ketersediaan pupuk di berbagai daerah," ujar Zulkifli Hasan.
Di tingkat provinsi, Kalimantan Barat melaporkan penyaluran pupuk bersubsidi sebesar 81.657 ton, atau setara 44 persen dari total alokasi provinsi. Pemerintah juga memangkas regulasi untuk menyederhanakan tata kelola dan mempercepat alur distribusi sampai ke petani.
Kebijakan harga dan dukungan untuk petani
Pemerintah menaikkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah menjadi Rp6.500 per kilogram sebagai bagian dari upaya memberi kepastian harga kepada petani. Zulkifli menggarisbawahi pentingnya memastikan petani tidak merugi.
"Petani tidak boleh terus merugi, petani harus mendapatkan kepastian harga," tambahnya.
Dampak geopolitik dan prospek ke depan
Pemerintah menyatakan konflik di Timur Tengah tidak mengganggu pasokan pupuk nasional dan Harga Eceran Tertinggi pupuk bersubsidi tetap stabil. Forum Rembuk Tani dimanfaatkan sebagai ruang dialog untuk menyerap aspirasi petani dan memperbaiki kebijakan lapangan.
Pemerintah akan terus memantau distribusi, mempercepat penyaluran sesuai musim tanam, dan menyesuaikan kebijakan agar stabilitas pasokan dan harga pupuk terjaga bagi petani di seluruh Indonesia.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
KPAI Minta Pengawasan Ketat untuk Program MBG 3B
KPAI mendesak pengawasan ketat pada Program MBG 3B agar makanan untuk bumil, busui, dan balita aman, bermutu...
Pemerintah Targetkan Revisi UU LLAJ Rampung 2026
Pemerintah menyerahkan 1.200 DIM RUU LLAJ ke DPR dan menargetkan revisi diselesaikan pada 2026 agar dapat di...
Kemensos Buka Kanal WhatsApp untuk Pengaduan Sekolah Rakyat
Kemensos membuka kanal WhatsApp 0887-7171-171 pada 29 Sept 2026 untuk pengaduan Sekolah Rakyat, terbuka bagi...
Indonesia Jajaki Pengalaman India untuk Bangun Infrastruktur Publik Digital
Indonesia menjajaki pengalaman India membangun infrastruktur publik digital untuk integrasi layanan, kata Wa...
Kemacetan Pelabuhan Ketapang: ODOL, Demo, dan Solusi Bersama
Kemacetan di akses Pelabuhan Ketapang disebabkan ODOL, antrean Pelindo, dan demonstrasi; solusinya butuh pen...
Kemenbud Usulkan Tari Zapin ke UNESCO untuk Perkuat Pelestarian
Kementerian Kebudayaan mengusulkan Tari Zapin ke UNESCO (29 Sept 2026) untuk memperkuat pelestarian lintas g...