Pasar Ngadiluwih Siap Buka 24 Jam, Peresmian Target November
KEDIRI — Pasar Ngadiluwih di Kabupaten Kediri diperkirakan akan diresmikan pada November setelah revitalisasi hampir rampung. Pasar yang dibangun kembali pasca-kebakaran 2025 ini diubah menjadi pusat perdagangan 24 jam untuk menampung pedagang lama dan membuka peluang usaha kuliner baru.
Konsep operasional 24 jam
Pasar dirancang menggabungkan unsur tradisional, modern, dan berbudaya agar aktif sepanjang hari. Skema operasional akan menerapkan tiga shift berdasarkan jenis dagangan, mencontoh pola di Pasar Wates.
- Sore–malam: ruang khusus untuk pedagang kuliner.
- Dini hari–pagi: pedagang sayur dan hasil pertanian.
- Pagi–siang: los dan kios beroperasi untuk kebutuhan rumah tangga.
Model ini diharapkan membuat pasar tetap hidup di luar jam perdagangan konvensional dan memperluas kesempatan usaha malam bagi pelaku UMKM.
Kapasitas lapak dan peluang usaha
Pemerintah daerah menyatakan kapasitas pasar lebih dari cukup untuk menampung pedagang yang sudah ada serta peminat baru. Area food court disiapkan untuk menampung kuliner khas Ngadiluwih dan Kabupaten Kediri.
| Item | Jumlah |
|---|---|
| Total pedagang (termasuk daftar tunggu) | 714 |
| Lapak tersedia (belum termasuk pelataran lesehan) | 805 |
Penempatan pedagang dan jadwal
Revitalisasi sudah memasuki tahap akhir; beberapa pekerjaan seperti pemasangan fasad los masih berlangsung. Pemerintah daerah tengah menyosialisasikan mekanisme pemindahan kepada pedagang yang bertempat sementara di TPPS.
"Ini sedang sosialisasi kepada teman-teman pedagang yang selama ini menempati TPPS (Tempat Penampungan Pedagang Sementara)."
Pengundian nomor lapak dijadwalkan pada 27–30 Oktober, dengan target seluruh pedagang sudah menempati lokasi baru pada Desember. Pemerintah juga membuka kesempatan bagi masyarakat luar yang ingin menjalankan usaha kuliner di pelataran pasar.
"Kami juga membuka siapa saja yang dari luar mau masuk (berjualan kuliner) ke sini."
Penataan, fasilitas publik, dan prospek
Pemkab menegaskan penataan pedagang menjadi prioritas sehingga tidak ada lagi yang berjualan di depan pasar. Perbaikan pedestrian di depan pasar ditargetkan pada 2027 untuk mendukung penataan tersebut.
Dengan lebih banyak lapak daripada jumlah pedagang terdata, pasar berpotensi menjadi pusat kegiatan malam, bukan sekadar tempat transaksi harian. Kehadiran food court dan pelataran lesehan juga memberi ruang bagi acara seni atau hiburan yang dapat menarik pengunjung.
Konsep 24 jam diharapkan memperluas kesempatan usaha, menghidupkan ekonomi malam, dan menjadikan Pasar Ngadiluwih pusat perdagangan yang lebih tertata di Kabupaten Kediri.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Wali Kota Eri Evaluasi Pengawasan Parkir setelah Laporan di Ampel-Blauran
Wali Kota Eri minta evaluasi Dishub setelah laporan tarif Rp 5.000 dan penggunaan lahan parkir tak sesuai di...
Gen Z Jadi Motor Penanggulangan Bencana di Magetan
Rita Haryati ajak Gen Z Magetan gunakan teknologi dan kesiapsiagaan mandiri untuk jadi motor penanggulangan...
Bupati Blitar Tinjau Perbaikan Jalan Ngeni dan Jembatan Bakung–Bululawang
Bupati Blitar meninjau perbaikan jalan Desa Ngeni dan pembangunan Jembatan Bakung–Bululawang untuk memperlan...
Ansari Imbau Warga Pamekasan Catat Pernikahan di KUA
Hj. Ansari mengimbau warga Pamekasan mendaftarkan pernikahan di KUA untuk kepastian hukum dan perlindungan h...
Surabaya Ubah Outbound Jadi Wisata Edukasi Kebangsaan untuk PAUD
Sekolah di Surabaya mengemas outbound sebagai wisata edukasi kebangsaan untuk PAUD, mengenalkan sejarah lewa...
Bupati Trenggalek Dorong Wirausaha Muda untuk Ciptakan Lapangan Kerja
Bupati Trenggalek mendorong generasi muda jadi wirausaha untuk ciptakan lapangan kerja, dibahas saat kunjung...