Lokal

Panen Raya Padi 2026 di Langsa: Kebangkitan Pertanian Pascabencana

Bagikan:
Panen raya padi di Gampong Alue Pineung Timue Langsa sebagai simbol kebangkitan pertanian pascabencana

LANGSA — Pemerintah Aceh bersama Pemko Langsa menggelar Gerakan Panen Raya Padi 2026 pada Selasa, 27 Oktober 2026, di Gampong Alue Pineung Timue, Langsa Timur. Kegiatan ini menjadi tanda kebangkitan sektor pertanian pascabencana hidrometeorologi November 2025 dan upaya memperkuat ketahanan pangan lokal.

Pemulihan pascabencana dan dukungan pemerintah

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Dr Ir Azanuddin Kurnia SP MP, menyatakan ketahanan pangan adalah pilar pembangunan daerah. Ia menekankan pentingnya ketersediaan pangan yang cukup, aman, dan terjangkau melalui kerja sama pemerintah, petani, penyuluh, dan pemangku kepentingan.

Data pemerintah menunjukkan bencana 26 November 2025 berdampak pada sekitar 57.107 hektare lahan sawah di Aceh. Untuk mempercepat pemulihan, pemerintah pusat menyalurkan bantuan benih padi, jagung, kedelai, alat mesin pertanian, rehabilitasi lahan, serta pupuk bersubsidi.

Capaian Kota Langsa

Azanuddin memaparkan bahwa luas tanam padi Kota Langsa pada 2026 mencapai 1.872 hektare, melampaui target 1.556 hektare. Prestasi ini mengantarkan Langsa meraih penghargaan pada Workshop Sasaran Indikatif Tanaman 2027 di Banda Aceh, 12 Oktober 2026.

Menurutnya, hasil itu menunjukkan keterbatasan luas wilayah bukan penghalang bila didukung kolaborasi dan pengelolaan yang baik.

Bantuan dan program di lapangan

Di Gampong Alue Pineung Timue, luas tanam dan panen mencapai 105 hektare. Kawasan ini juga menerima berbagai program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Dukungan yang disalurkan antara lain berupa optimasi lahan, benih, pupuk, dan sarana irigasi.

Program / Item Volume / Luas
Luas tanam/panen di lokasi 105 hektare
Optimasi lahan sawah 73,47 hektare
Bantuan benih padi (lokal) 2.625 kg
Pupuk Urea 11.888 kg
Pupuk NPK 18.680 kg
Pupuk MG 7.500 kg
Bantuan benih padi untuk Langsa 1.025 hektare
Pengembangan kawasan padi Aceh 14.715 hektare
Pengembangan kawasan jagung Aceh 970 hektare

Selain itu, petani menerima bantuan benih mentimun dan pupuk untuk hortikultura. Program pemulihan mencakup tiga unit irigasi perpompaan dan satu rehabilitasi jaringan irigasi tersier. Dua unit hand sprayer diserahkan secara simbolis pada acara.

Partisipasi lokal dan harapan ke depan

Wali Kota Langsa Jeffry Sentana memberi apresiasi kepada petani, penyuluh, dan semua pihak yang terlibat. Ia menekankan pentingnya pemulihan lahan dan dukungan benih dari Kementerian Pertanian untuk mengembalikan produktivitas.

"Panen raya ini menjadi simbol ketahanan pangan lokal dan nasional. Kita berharap momentum ini menjadi motivasi bagi seluruh pihak untuk terus mendukung program swasembada pangan berkelanjutan," ujarnya.

Plt Kepala DPPKP Kota Langsa, Sopian SPd MM MPd, melaporkan kegiatan sehari ini melibatkan kelompok tani, ASN, dan penyuluh. Kegiatan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh dan bertujuan memantau kondisi lahan serta menginventarisasi kebutuhan petani.

Acara dihadiri oleh perwakilan legislatif, unsur keamanan, serta tokoh pemerintahan dan pertanian setempat. Pemerintah daerah berharap sinergi pusat-provinsi-daerah dapat mempercepat pemulihan sektor pertanian, meningkatkan produksi padi, dan memperkuat ketahanan pangan daerah.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait