Pamong Praja Muda Angkatan XXXIII Ditempatkan di Wilayah 3T
Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, menyatakan 1.204 Pamong Praja Muda Angkatan XXXIII Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) resmi dilantik dan akan ditempatkan di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) sebagai bagian penguatan kepemimpinan dan wawasan kebangsaan sejak awal pengabdian.
Pelantikan dan perubahan status
Prosesi pelantikan yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto menandai perubahan status para lulusan dari peserta pendidikan menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil secara resmi. Sebelumnya, seluruh lulusan menyelesaikan wisuda Sarjana Terapan Ilmu Pemerintahan pada akhir pekan lalu.
"Pelantikan oleh Presiden menandai perubahan status para lulusan dari peserta pendidikan menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil secara resmi. Momentum tersebut menjadi langkah awal pengabdian mereka sebagai aparatur pemerintahan yang siap melayani masyarakat di seluruh Indonesia,"
Kualitas lulusan dan integritas IPDN
Tito menilai kualitas lulusan angkatan ini mencerminkan proses seleksi dan pembinaan yang semakin baik dan profesional. Ia menyatakan kebanggaan terhadap prestasi yang diraih banyak lulusan yang berasal dari keluarga sederhana.
"Saya merasa bangga karena prestasi terbaik diraih peserta dari keluarga sederhana melalui proses pendidikan yang berlangsung objektif dan berkualitas. Kondisi tersebut membuktikan pembinaan di IPDN berjalan baik serta mencerminkan integritas lembaga pendidikan pemerintahan yang terus dijaga,"
Penempatan di wilayah 3T: tujuan dan harapan
Penugasan ke wilayah 3T bertujuan membentuk karakter kepemimpinan sekaligus memperluas pengalaman dalam memahami keberagaman Indonesia. Mendagri menegaskan harapannya agar para Pamong Praja Muda tidak langsung kembali ke daerah asal setelah dilantik.
"Saya berharap mereka tidak langsung kembali bertugas di daerah asal agar mengenal Indonesia melalui pengalaman pengabdian yang lebih luas. Mereka dipersiapkan menjadi generasi pemimpin yang akan mengawal perjalanan Indonesia menuju visi Indonesia Emas tahun 2045 mendatang,"
Pesan Presiden dan nilai yang ditekankan
Presiden Prabowo memberi sambutan dan mengingatkan para lulusan bahwa jalan pengabdian tidak mudah. Ia mengucapkan selamat dan menekankan pentingnya nilai pengabdian, disiplin, dan loyalitas.
"Saya atas nama pemerintah Republik Indonesia, atas nama negara, bangsa, dan rakyat Indonesia, dan atas nama pribadi. Mengucapkan selamat kepada seluruh Pamong Praja Muda yang hari ini resmi dilantik,"
Pesan utama yang disampaikan Presiden meliputi:
- Memegang teguh nilai pengabdian kepada rakyat dan negara
- Menjaga disiplin serta profesionalisme dalam tugas pemerintahan
- Menunjukkan loyalitas pada Negara Kesatuan Republik Indonesia
Penyeleksian yang ketat dan penempatan di daerah perbatasan atau terpencil diharapkan memperkaya pengalaman kerja Pamong Praja Muda. Langkah ini juga dimaksudkan membangun pipeline kepemimpinan daerah yang kuat menjelang target pembangunan jangka panjang nasional.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
BPBD: Semua Titik Api Karhutla di Jatim Sudah Padam
BPBD Jawa Timur memastikan semua titik api karhutla telah padam, namun pemantauan titik panas melalui SiPong...
Pelestarian Batik: Wamenperin Dorong Perajin Ikuti Pasar
Wamenperin Faisol Riza mendorong pelestarian batik seiring penguatan perajin agar mampu mengikuti pasar, did...
Kemenkum Fasilitasi Mediasi Sengketa Merek ASICS
Kemenkum memfasilitasi mediasi ASICS vs Toko Istana Sepatu pada 3 Okt 2026 di Jakarta untuk menyelesaikan du...
Komdigi: Perlindungan Sisa Kuota Tak Boleh Dikenai Biaya
Kemkomdigi menegaskan sisa kuota pelanggan tidak boleh dikenai biaya, merujuk putusan MK; pemerintah akan ev...
PBNU Terbitkan Pedoman Hari Santri 2026, Solidaritas untuk Palestina
PBNU keluarkan pedoman Hari Santri 2026 berfokus pada tradisi, layanan masyarakat, dan solidaritas kemanusia...
Terapi Seni Bantu Pulihkan Trauma Anak, Ini Cara dan Perannya
Seni atau art terapi dinilai efektif bantu pulihkan trauma anak melalui ekspresi kreatif, lingkungan aman, d...