DPR: Pagar Tinggi di Mal Belum Jadi Ancaman Keamanan Nasional
Wakil Ketua Komisi I DPR, Dave Laksono, menyatakan pemasangan pagar tinggi di sejumlah mal belum menunjukkan adanya peningkatan ancaman keamanan nasional, Senin, 3 Agustus 2026. Ia mengimbau masyarakat tidak cepat percaya spekulasi dan menunggu verifikasi fakta dari aparat keamanan dan pengelola gedung.
Pernyataan DPR soal spekulasi keamanan
Dave, politisi Partai Golkar dan putra Agung Laksono, mengatakan dari komunikasi dengan aparat keamanan tidak ada laporan yang mengindikasikan lonjakan ancaman nasional terkait pemasangan pagar di pusat perbelanjaan.
Ia mengingatkan agar publik menyikapi informasi secara proporsional dan berdasarkan bukti, bukan asumsi yang bisa memicu keresahan.
Setiap dugaan sebaiknya disikapi secara proporsional dan berlandaskan fakta. Bukan spekulasi yang justru dapat memicu kekhawatiran yang tidak berdasar.
Pagar sebagai kebijakan pengelola gedung
Menurut Dave, keputusan memasang pagar merupakan kewenangan masing-masing pengelola mal. Langkah tersebut termasuk dalam prosedur operasional dan penilaian risiko internal pengelola gedung.
Dengan demikian, pemasangan pagar tidak serta-merta dapat dijadikan indikator kondisi keamanan nasional. Dave mengingatkan pentingnya verifikasi sebelum menyebarkan informasi di media sosial.
Respons Gubernur DKI soal estetika dan kenyamanan
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan pagar yang terlalu tinggi berpotensi mengurangi kenyamanan ruang publik, namun ia tidak melarang pengelola mal memasang pagar.
Pramono mengusulkan alternatif yang mempertimbangkan estetika dan kenyamanan masyarakat, seperti menanam pohon dan membuka akses antar gedung untuk meningkatkan konektivitas kawasan.
Ini sejalan dengan upaya mewujudkan tata kota Jakarta yang lebih ramah bagi pejalan kaki.
Saran praktis dan langkah yang disarankan
Beberapa poin yang disarankan pejabat terkait penataan kawasan perkotaan dan penanganan kekhawatiran publik:
- Verifikasi informasi sebelum disebarluaskan, utamakan data resmi dari aparat keamanan.
- Menghormati kewenangan pengelola gedung dalam pengambilan keputusan operasional.
- Memprioritaskan estetika dan kenyamanan publik melalui penghijauan dan konektivitas antar gedung.
Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun Ke-81 Kemerdekaan RI, Dave mengajak semua elemen masyarakat menjaga persatuan dan ketenangan. Ia menekankan stabilitas nasional sebagai tanggung jawab bersama dan menyoroti pentingnya informasi yang akurat untuk menjaga kepercayaan publik.
Stabilitas nasional merupakan tanggung jawab bersama. Kepercayaan publik akan semakin kuat apabila seluruh pihak mengedepankan informasi yang benar, jelas, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Dengan suasana menjelang perayaan kemerdekaan, pejabat berharap spekulasi terkait pemasangan pagar tidak mengganggu kenyamanan publik dan tidak mengaburkan fokus pada upaya menciptakan ruang kota yang aman, nyaman, dan estetis.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
BPBD: Semua Titik Api Karhutla di Jatim Sudah Padam
BPBD Jawa Timur memastikan semua titik api karhutla telah padam, namun pemantauan titik panas melalui SiPong...
Pelestarian Batik: Wamenperin Dorong Perajin Ikuti Pasar
Wamenperin Faisol Riza mendorong pelestarian batik seiring penguatan perajin agar mampu mengikuti pasar, did...
Kemenkum Fasilitasi Mediasi Sengketa Merek ASICS
Kemenkum memfasilitasi mediasi ASICS vs Toko Istana Sepatu pada 3 Okt 2026 di Jakarta untuk menyelesaikan du...
Komdigi: Perlindungan Sisa Kuota Tak Boleh Dikenai Biaya
Kemkomdigi menegaskan sisa kuota pelanggan tidak boleh dikenai biaya, merujuk putusan MK; pemerintah akan ev...
PBNU Terbitkan Pedoman Hari Santri 2026, Solidaritas untuk Palestina
PBNU keluarkan pedoman Hari Santri 2026 berfokus pada tradisi, layanan masyarakat, dan solidaritas kemanusia...
Terapi Seni Bantu Pulihkan Trauma Anak, Ini Cara dan Perannya
Seni atau art terapi dinilai efektif bantu pulihkan trauma anak melalui ekspresi kreatif, lingkungan aman, d...