Jadwal & Aturan OSN 2026: Kategori AI dan Kuota Finalis
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah merilis jadwal dan aturan Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2026 pada 4 Juni 2026. Pengumuman itu disampaikan dalam Taklimat Media di Perpustakaan Gedung A Kemendikdasmen. OSN 2026 menghadirkan kategori baru untuk jenjang SMA sederajat dan memperketat pengawasan melalui teknologi untuk menjaga integritas kompetisi.
Rangkaian tahapan seleksi
Pelaksanaan seleksi OSN dimulai di tingkat Kabupaten/Kota (OSN-K), berlanjut ke tingkat Provinsi (OSN-P), dan berpuncak pada Final di tingkat Nasional (OSN). Berikut jadwal utama per jenjang pendidikan:
- Jenjang SD
- OSN-K: 8 Juni 2026 (maksimal 5 murid per cabang ajang/sekolah)
- OSN-P: 6 Juli 2026 (maksimal 5 murid per cabang ajang/kabupaten/kota)
- Jenjang SMP
- OSN-K: 11 Juni 2026 (maksimal 5 murid per cabang ajang/sekolah)
- OSN-P: 9 Juli 2026 (maksimal 5 murid per cabang ajang/kabupaten/kota)
Pelaksanaan babak Final tingkat nasional direncanakan pada 25–31 Agustus 2026. Kuota finalis nasional ditetapkan sebanyak 115 murid per cabang ajang.
Perubahan utama dan pengawasan
OSN 2026 memperkenalkan sejumlah pembaruan. Perubahan paling menonjol adalah penambahan kategori di jenjang SMA sederajat, termasuk bidang terkait artificial intelligence (AI). Selain itu, Kemendikdasmen menyatakan pengawasan lomba akan diperketat dengan dukungan teknologi untuk memastikan proses berjalan adil dan transparan.
"OSN menjadi salah satu ajang paling bergengsi. Ajang ini memupuk potensi sains di tanah air," kata Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti.
Bidang studi yang dilombakan
OSN 2026 mempertandingkan disiplin ilmu yang disesuaikan dengan jenjang pendidikan. Untuk jenjang dasar dan menengah awal, fokus pada mata pelajaran umum. Secara garis besar bidang yang disebutkan meliputi:
- Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
- Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
Untuk jenjang pendidikan menengah atas (SMA/MA/SMK/MAK sederajat), kompetisi lebih spesifik dan mencakup 10 bidang keahlian. Beberapa bidang yang disebutkan secara eksplisit adalah:
- Informatika / Komputer
- Eksibisi AI (Artificial Intelligence)
Implikasi dan langkah selanjutnya
Dengan jadwal yang telah dikeluarkan, sekolah dan penyelenggara daerah mesti menyiapkan seleksi tingkat lokal sesuai ketentuan kuota. Penambahan kategori AI menunjukkan dorongan pada kompetensi teknologi di jenjang menengah.
Ke depan, Kemendikdasmen diperkirakan akan merinci pedoman teknis pelaksanaan dan mekanisme pengawasan berbasis teknologi untuk tiap jenjang. Sekolah disarankan memantau pengumuman resmi untuk detail pendaftaran dan teknis pelaksanaan.
Berita Terkait
Aprindo: Koperasi Desa Merah Putih Tak Ganggu Ritel Modern
Aprindo menilai Koperasi Desa Merah Putih tidak mengancam ritel modern karena segmentasi pasar berbeda; rite...
MBG Bisa Ciptakan 3 Juta Lapangan Kerja, Presiden: Uang Berputar di Desa
Presiden: Program MBG berpotensi menyerap 3 juta pekerjaan dan menggerakkan ekonomi desa jika 30 ribu dapur...
Presiden Copot Silmy Karim sebagai Wakil Menteri Imigrasi
Presiden Prabowo menandatangani pemberhentian Silmy Karim sebagai Wamen Imigrasi pada 4 Juni 2026 setelah ia...
Dolar Tembus Rp18.000, Pemerintah Perketat Koordinasi
Pemerintah meningkatkan koordinasi intensif setelah rupiah melemah dan sempat tembus Rp18.000 per dolar AS p...
Yusril: Pungli Izin Tinggal WNA Telah Dihapus Sejak Era Prabowo
Menko Yusril menyatakan praktik pemerasan dan pungutan liar untuk izin tinggal WNA telah dihapus sejak awal...
Istana Bantah Purbaya Mundur dari Kabinet Merah Putih
Istana dan Menteri Purbaya membantah kabar pengunduran diri, sambil menegaskan koordinasi antar lembaga untu...