Wapres Gibran: Calon Pemimpin Harus Peka pada Masyarakat
Wakil Presiden Gibran Rakabuming meminta calon pemimpin lebih peka terhadap kondisi masyarakat. Pernyataan itu disampaikan saat membuka pendidikan kepemimpinan di Lemhannas, Gedung Utama II, Istana Wakil Presiden, Jakarta, Rabu 3 Juni 2026. Menurut Gibran, kepekaan menjadi syarat penting agar kebijakan yang dibuat menjawab masalah nyata di lapangan.
Inti pesan: kepekaan terhadap akar rumput
Gibran menegaskan kebijakan baik lahir dari pemahaman terhadap persoalan masyarakat. Karena itu, ia mendorong calon pemimpin aktif memahami kondisi riil di desa dan wilayah pesisir.
"Sebagai para calon pemimpin, ini harus ada kepekaan, peka terhadap apa yang terjadi di akar rumput,"
Contoh konkret: regulasi pupuk
Gibran memberi contoh persoalan distribusi pupuk yang terhambat oleh aturan berlapis. Ia menyebut ada 145 regulasi terkait pupuk yang menyulitkan akses.
"Coba bayangkan 145 regulasi terkait pupuk. Sudah susah, mahal, kadang-kadang barangnya enggak ada,"
Menurutnya, jumlah aturan yang banyak dapat menimbulkan biaya tinggi dan kelangkaan barang. Kondisi ini menunjukkan perlunya pemimpin yang cepat membaca masalah lapangan sebelum merumuskan kebijakan.
Dialog langsung dengan pelaku
Gibran mengajak peserta lebih sering berdialog dengan petani, nelayan, dan kepala desa. Interaksi langsung akan memperkaya data dan meminimkan salah tafsir atas kebutuhan masyarakat.
"Itulah kenapa kalau saya di lokasi pasti menyempatkan waktu untuk berdiskusi dulu,"
Ia juga mengingatkan pentingnya komunikasi berkelanjutan saat melaksanakan kebijakan publik.
"Bapak Ibu harus peka terhadap kondisi terkini. Bangun komunikasi yang baik,"
Pembekalan dan penyesuaian kurikulum Lemhannas
Gubernur Lemhannas Tubagus Ace Hasan Syadzily menyatakan peserta mendapatkan pembekalan kepemimpinan nasional. Materi dirancang untuk menguatkan kemampuan analisis kebijakan dalam konteks tantangan global.
Materi pembekalan mencakup:
- Wawasan kebangsaan
- Ketahanan nasional
- Geopolitik
- Geostrategi
Ace mengatakan Lemhannas terus menyesuaikan kurikulum dan metode pengajaran untuk menjawab dinamika ancaman dan peluang global yang semakin kompleks.
Implikasi ke depan
Pesan Gibran menekankan bahwa kualitas kebijakan publik bergantung pada kepekaan dan komunikasi pemimpin dengan masyarakat. Jika calon pemimpin menerapkan prinsip itu, pengambilan kebijakan diperkirakan lebih responsif dan tepat sasaran. Sementara penyesuaian kurikulum Lemhannas diharapkan menghasilkan kader yang lebih siap menghadapi tantangan nasional dan global.
Berita Terkait
Pendaftar OSN 2026 Lampaui 941.692, Naik 17% dari 2025
Pendaftar OSN 2026 mencapai 941.692 peserta, naik 17% dari 2025; penyelenggara menekankan integritas, pemera...
Pendaftar OSN 2026 Tembus 941.692, Naik 17%
Pendaftar OSN 2026 mencapai 941.692 peserta, naik 17% dari 2025; Kemendikdasmen tekankan pembinaan karakter...
Kemendikdasmen Perketat Pengawasan OSN 2026 Cegah Kecurangan
Kemendikdasmen perketat pengawasan OSN 2026 dengan empat lapis kontrol dan sanksi tegas untuk mencegah kecur...
Wolvesight: Aplikasi Keamanan Siber Buatan Anak Bangsa
Wolvesight diluncurkan sebagai platform keamanan siber AI karya Indonesia untuk penetration testing pada sis...
Aprindo: Koperasi Desa Merah Putih Tak Ganggu Ritel Modern
Aprindo menilai Koperasi Desa Merah Putih tidak mengancam ritel modern karena segmentasi pasar berbeda; rite...
MBG Bisa Ciptakan 3 Juta Lapangan Kerja, Presiden: Uang Berputar di Desa
Presiden: Program MBG berpotensi menyerap 3 juta pekerjaan dan menggerakkan ekonomi desa jika 30 ribu dapur...