Nias Selatan Dorong Sarpras Kesehatan untuk Daerah 3T
Nias Selatan — Pemerintah Kabupaten Nias Selatan mendorong kebijakan afirmatif dan dukungan sarana prasarana kesehatan dari pemerintah pusat untuk mengatasi keterbatasan layanan di daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).
Pernyataan itu disampaikan Bupati Sokhiatulo Laia saat membuka Kegiatan Monitoring dan Evaluasi Kompensasi Daerah Belum Terdaftar Fasilitas Kesehatan yang Memenuhi Syarat (DBTFMS) Pengiriman Tenaga Kesehatan Nonspesialistik di Hotel Baga, Kabupaten Nias Selatan, Kamis (22/10).
Kebutuhan sarana khusus untuk wilayah terpencil
Bupati Sokhiatulo menekankan penyesuaian standar fasilitas kesehatan dan penyediaan sarana penunjang khusus untuk daerah dengan tantangan geografis. Ia menyebut beberapa jenis dukungan yang dianggap krusial untuk operasional layanan di wilayah sulit dijangkau.
- Ambulans air untuk evakuasi dan rujukan
- Jaringan komunikasi satelit untuk konektivitas layanan
- Panel surya sebagai sumber listrik mandiri
Perbaikan tata kelola dan perluasan akses
Selain mengusulkan bantuan fisik, Pemkab Nias Selatan juga berkomitmen memperbaiki tata kelola fasilitas kesehatan daerah dan meningkatkan mutu layanan dasar. Upaya ini meliputi pemetaan kebutuhan, pembenahan administrasi, dan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan.
Perluasan akses akan dilakukan dengan melibatkan fasilitas kesehatan swasta sebagai mitra pelayanan. Langkah ini diharapkan mempercepat cakupan layanan bagi masyarakat yang selama ini sulit dijangkau.
Sinergi lintas sektor dan harapan roadmap
Kegiatan monitoring dihadiri perwakilan kementerian dan lembaga, antara lain:
- Muh. Arif Rubai — Staf Khusus Menko Pemberdayaan Masyarakat RI
- Royanto Purba ST — Ketua Komisi Kebijakan Umum DJSN RI
- Muttaqien SS M.PH A.AK — Wakil Ketua Komisi Pengawasan, Monitoring dan Evaluasi DJSN RI
- Prof. Dr. dr. Stevanus Adianto Passat SH M.KK MH MM — Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan
- dr. Abdi Kurniawan Purba, Sp.A(K), Ph.D — Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan
- Ir. Hiburan Halawa ST M.Eng — Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Nias Barat
- Genius Tafonao, S.Kep Ns M.KM — Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nias Selatan
Peserta berharap kegiatan ini menghasilkan roadmap yang jelas dan langkah konkret untuk segera diimplementasikan, termasuk skema kompensasi dan alokasi sarpras sesuai karakteristik daerah 3T.
Implikasi dan langkah berikutnya
Dengan penguatan kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, BPJS Kesehatan, dan pemangku kepentingan lain, Pemkab Nias Selatan menargetkan layanan kesehatan yang lebih adil dan merata. Implementasi sarpras khusus dan perbaikan tata kelola menjadi kunci agar tidak ada warga yang tertinggal dalam akses pelayanan kesehatan.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Ustaz Aiyub Serukan Syukur Hati, Lisan, dan Perbuatan di Aceh Besar
Ustaz Aiyub Rusli di Masjid Al Jihad Aceh Besar mengajak umat mengamalkan syukur lewat hati, lisan, dan perb...
Puluhan Santri Diduga Keracunan Saat Hari Santri di Deliserdang
Puluhan santri dari Ponpes Mazilah Darussalam diduga keracunan setelah makan siang pada peringatan Hari Sant...
Cafe Green Light Tapaktuan Dibongkar Paksa Usai Tiga Teguran
Cafe Green Light di Tapaktuan dibongkar paksa 22 Oktober setelah tiga kali ditegur; penertiban dilakukan ole...
Polsek Na IX-X & BNNK Gelar Operasi Sarang Narkoba di Silumajang
Polsek Na IX-X dan BNNK Labura menggelar Operasi Sarang Narkoba di Desa Silumajang (22/10), menemukan gubuk...
Polri Amankan MT Global 168 Bawa 1,1 Ton Ketamine di Selat Malaka
Tim gabungan Bareskrim, BNN, dan Bea Cukai mengamankan MT Global 168 di Selat Malaka membawa 1,1 ton ketamin...
Tapanuli Usulkan Tiga Ruas Jadi Jalan Nasional, Total 76 Km
Bupati Tapanuli Utara mengawal usulan tiga ruas sepanjang 76 km menjadi jalan nasional untuk memperkuat kone...