Bupati Madina Hadiri Rakornas TPAKD 2026 di Jakarta
Mandailing Natal — Bupati Mandailing Natal H. Saipullah Nasution menghadiri Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (Rakornas TPAKD) 2026 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Kamis, 22 Oktober 2026. Acara bertema Percepatan Akses Keuangan Berkelanjutan untuk Kesejahteraan Rakyat ini dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah pejabat negara.
Hadirin dan suasana acara
Rakornas langsung dibuka oleh Presiden dan diikuti oleh jajaran kementerian serta pemangku kepentingan sektor keuangan. Turut hadir antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Menteri Keuangan, Menteri Dalam Negeri, dan Menteri Koordinator bidang pembangunan manusia.
Beberapa menteri yang terlihat hadir di antaranya:
- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto
- Menteri Keuangan Suahasil Nazara
- Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian
- Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Sugiono
Tujuan Rakornas dan peran daerah
Rakornas TPAKD bertujuan mempertemukan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan sektor keuangan. Fokus utama adalah memperkuat pemerataan akses finansial masyarakat demi peningkatan kesejahteraan.
Plt Kepala Dinas Kominfo Maina Parlin Lubis menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi forum koordinasi untuk mempercepat layanan keuangan di daerah. Pernyataan itu disampaikan Parlin saat memberikan keterangan di Panyabungan pada 23 Oktober 2026.
Capaian TPAKD dan indikator keuangan
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan sejumlah capaian penting selama pelaksanaan TPAKD. Hingga kini telah terbentuk 552 Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah di seluruh provinsi, kabupaten, dan kota di Indonesia.
OJK juga mencatat tingkat literasi keuangan pada 2026 mencapai 69 persen. Sementara itu, tingkat inklusi keuangan tercatat lebih dari 93 persen, melampaui target RPJMN yang dipatok 93 persen pada 2029.
Implikasi dan langkah ke depan
Keberadaan 552 TPAKD serta capaian literasi dan inklusi menunjukkan percepatan akses layanan keuangan di tingkat lokal. Pelibatan OJK, Bank Indonesia, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lain dinilai kunci untuk menjaga momentum ini.
Ke depan, koordinasi lintas lembaga akan menjadi fokus utama untuk mengatasi kesenjangan akses di wilayah terpencil dan kelompok rentan. Rakornas diharapkan mendorong kebijakan dan program yang konkret untuk memperluas manfaat inklusi keuangan bagi masyarakat.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Barona di Ambang Juara, Pekan Penutup Liga SSB Banda Aceh 2026
Matchday 9 Liga Kolaborasi SSB Banda Aceh 2026 menentukan juara dan perebutan posisi ketiga pada 24–25 Oktob...
Ustaz Aiyub Serukan Syukur Hati, Lisan, dan Perbuatan di Aceh Besar
Ustaz Aiyub Rusli di Masjid Al Jihad Aceh Besar mengajak umat mengamalkan syukur lewat hati, lisan, dan perb...
Puluhan Santri Diduga Keracunan Saat Hari Santri di Deliserdang
Puluhan santri dari Ponpes Mazilah Darussalam diduga keracunan setelah makan siang pada peringatan Hari Sant...
Cafe Green Light Tapaktuan Dibongkar Paksa Usai Tiga Teguran
Cafe Green Light di Tapaktuan dibongkar paksa 22 Oktober setelah tiga kali ditegur; penertiban dilakukan ole...
Polsek Na IX-X & BNNK Gelar Operasi Sarang Narkoba di Silumajang
Polsek Na IX-X dan BNNK Labura menggelar Operasi Sarang Narkoba di Desa Silumajang (22/10), menemukan gubuk...
Polri Amankan MT Global 168 Bawa 1,1 Ton Ketamine di Selat Malaka
Tim gabungan Bareskrim, BNN, dan Bea Cukai mengamankan MT Global 168 di Selat Malaka membawa 1,1 ton ketamin...