Ustaz Aiyub Serukan Syukur Hati, Lisan, dan Perbuatan di Aceh Besar
BANDA ACEH — Ustazd Aiyub Rusli mengingatkan umat Muslim untuk senantiasa bersyukur agar tidak terus menghitung kekurangan hidup, saat menyampaikan khutbah Jumat di Masjid Besar Al Jihad, Kecamatan Montasik, Aceh Besar, Jumat 23 Oktober 2026.
Dalam khutbah bertepatan 12 Jumadil Awwal 1448 H itu, Ustaz Aiyub menekankan bahwa syukur harus hadir dalam hati, lisan, dan anggota badan agar nikmat yang ada bertambah dan memberi keberkahan.
Inti khutbah: luasnya nikmat Allah
Ustaz Aiyub menjelaskan bahwa nikmat Allah sangat luas dan tak terhingga. Ia menyebutkan contoh nikmat seperti iman, Islam, kesehatan, keluarga, rezeki, dan keamanan.
Sebagai rujukan, ia mengutip firman Allah dalam surah An-Nahl ayat 18 untuk menegaskan bahwa manusia tidak mampu menghitung seluruh nikmat itu.
“Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya.” (QS. An-Nahl: 18)
Tiga dimensi syukur
Menurut Ustaz Aiyub, syukur sejati tidak cukup berupa ucapan saja. Harus tercakup tiga dimensi: hati, lisan, dan anggota badan.
- Syukur dengan hati: keyakinan tulus bahwa semua karunia berasal dari Allah.
- Syukur dengan lisan: memuji Allah dalam kondisi senang maupun sulit.
- Syukur dengan anggota badan: menggunakan ilmu, harta, kesehatan, dan waktu untuk ketaatan serta kebaikan pada sesama.
Ia menguatkan penjelasan itu dengan kutipan surah An-Nahl ayat 53.
“Dan segala nikmat yang ada pada kamu, maka semuanya berasal dari Allah.” (QS. An-Nahl: 53)
Janji dan peringatan Al-Quran
Ustaz Aiyub juga mengingatkan janji Allah dalam surah Ibrahim ayat 7. Ia menyampaikan bahwa orang yang bersyukur akan ditambah nikmatnya, sedangkan yang mengingkari berhadapan dengan azab berat.
“Jika kalian bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepada kalian. Tetapi jika kalian mengingkari (nikmat-Ku), sesungguhnya azab-Ku sangat berat.” (QS. Ibrahim: 7)
Ia menegaskan bahwa cara terbaik memperoleh keberkahan bukan dengan mengeluh, melainkan merawat dan mensyukuri apa yang sudah dimiliki.
Ajakan praktis dan penutup
Di akhir khutbah, Ustaz Aiyub mengajak jamaah berhenti membandingkan diri dengan orang lain dan mulai mengamalkan syukur dalam keseharian.
“Beramallah wahai keluarga Dawud sebagai bentuk syukur! Dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang benar-benar bersyukur.” (QS. Saba': 13)
Ia berharap umat menjadi bagian dari golongan yang sedikit itu dengan mendasarkan ucapan dan perbuatan pada ketaatan kepada Allah Swt.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Barona di Ambang Juara, Pekan Penutup Liga SSB Banda Aceh 2026
Matchday 9 Liga Kolaborasi SSB Banda Aceh 2026 menentukan juara dan perebutan posisi ketiga pada 24–25 Oktob...
Puluhan Santri Diduga Keracunan Saat Hari Santri di Deliserdang
Puluhan santri dari Ponpes Mazilah Darussalam diduga keracunan setelah makan siang pada peringatan Hari Sant...
Cafe Green Light Tapaktuan Dibongkar Paksa Usai Tiga Teguran
Cafe Green Light di Tapaktuan dibongkar paksa 22 Oktober setelah tiga kali ditegur; penertiban dilakukan ole...
Polsek Na IX-X & BNNK Gelar Operasi Sarang Narkoba di Silumajang
Polsek Na IX-X dan BNNK Labura menggelar Operasi Sarang Narkoba di Desa Silumajang (22/10), menemukan gubuk...
Polri Amankan MT Global 168 Bawa 1,1 Ton Ketamine di Selat Malaka
Tim gabungan Bareskrim, BNN, dan Bea Cukai mengamankan MT Global 168 di Selat Malaka membawa 1,1 ton ketamin...
Tapanuli Usulkan Tiga Ruas Jadi Jalan Nasional, Total 76 Km
Bupati Tapanuli Utara mengawal usulan tiga ruas sepanjang 76 km menjadi jalan nasional untuk memperkuat kone...