James Webb Ungkap Detail Nebula Singa (NGC 2392)
Teleskop James Webb menangkap detail baru Nebula Singa atau NGC 2392 pada 11 Agustus 2026, menampilkan gumpalan debu padat dan kabut gas terionisasi yang terbentuk dari sisa bintang sekarat.
Citra Webb: lebih tajam dari sebelumnya
Citra inframerah yang diambil melalui instrumen NIRCam dan MIRI memperlihatkan struktur Nebula Singa dengan kontras tinggi. Sekilas bentuk umum menyerupai hasil observasi sebelumnya, namun Webb menunjukkan detail yang lebih jelas pada debu dan gas.
Pengamatan ini mengungkap gumpalan debu padat yang bertahan dari radiasi dan rongga gas terionisasi yang mengembang di sekitar pusat nebula.
Bagaimana Nebula ini terbentuk
Nebula Singa lahir dari lapisan luar bintang bermassa rendah yang terlepas secara bertahap saat bintang itu memasuki fase akhir hidupnya. Proses ini berbeda dengan ledakan supernova yang terjadi pada bintang masif.
Material yang terlepas kemudian membentuk apa yang dikenal sebagai nebula planeter. Di pusat NGC 2392 terdapat katai putih — sisa inti bintang yang sangat panas — yang memanaskan gas dan menyebabkan ionisasi.
Struktur yang tampak: wajah, surai, dan tonjolan
Citra Webb memperlihatkan beberapa fitur khas Nebula Singa:
- Gelembung gas terionisasi yang membentuk pola mirip wajah singa.
- Cangkang dan cincin gas yang kompleks di bagian luar nebula.
- Gumpalan debu padat yang tampak seperti tonjolan menyerupai ekor komet, melindungi material di belakangnya dari radiasi.
Gelembung gas yang terus mengembang menghancurkan debu di jalurnya, sementara bagian dalam cangkang yang diterangi katai putih membentuk fitur menyerupai "surai" pada citra.
Dinamika dan masa depan NGC 2392
Walaupun citra Webb tampak seolah membekukan momen tertentu, perubahan di dalam Nebula Singa berlangsung selama ribuan tahun. Para astronom memperkirakan gas dan debu di NGC 2392 akan terus menjauh dan akhirnya menghilang dalam kurun sekitar 10 ribu tahun.
Struktur cincin, cangkang, dan tonjolan debu tetap menjadi fokus penelitian untuk memahami mekanisme pelepasan massal dan interaksi radiasi dengan materi terdebu.
Pengamatan James Webb memberikan peluang baru untuk mempelajari tahap akhir evolusi bintang bermassa rendah dan proses pembentukan nebula planeter secara lebih rinci, sekaligus membantu merumuskan model yang lebih akurat tentang nasib materi yang dilepaskan bintang di akhir hidupnya.
Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.
Berita Terkait
Indonesia-Jepang Kembangkan Persinyalan MRT Jakarta
Indonesia dan Jepang menandatangani HoA untuk kembangkan persinyalan MRT Jakarta pada 3 Agustus 2026 di Toky...
BRIN Kembangkan Implan Magnesium Biodegradable Tahan Korosi
BRIN mengembangkan pelapisan multifungsi pada paduan magnesium WE43 untuk implan biodegradable yang tahan ko...
Sekolah STEM dan AI Hadir di Tangerang 2027, Siapkan Beasiswa
Sekolah berbasis STEM dan AI di CitraRaya, Tangerang siap buka Juli 2027 dengan beasiswa dan kebijakan inklu...
BRIN Kembangkan Sistem Triase AI untuk Bantu Dokter IGD
BRIN kembangkan sistem triase AI berbasis LLM untuk membantu dokter IGD menentukan prioritas pasien sesuai s...
Mau Pasang WiFi di Rumah? Ini Biaya & Faktor yang Perlu Diketahui
Biaya pasang WiFi bervariasi dari puluhan ribu hingga ratusan ribu rupiah; perhatikan instalasi, perangkat,...
UNSIA Percepat Transformasi AI untuk Pendidikan dan Pembangunan Desa
UNSIA percepat transformasi pendidikan berbasis AI lewat workshop, kolaborasi Google, dan target jadi AI Inn...