Lokal

MTQ ke-8 Baitussalam: Upaya Tingkatkan SDM dan Pembinaan Generasi Qurani

Bagikan:
Suasana MTQ ke-8 Kecamatan Baitussalam di Gampong Lam Ujong

Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar menggelar Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-8 di Gampong Lam Ujong pada Senin (29/6) sebagai upaya memperkuat sumber daya manusia (SDM) berkarakter dan religius. Kegiatan ini bukan sekadar lomba, tetapi wadah pembinaan generasi Qurani yang disiapkan mewakili kecamatan hingga tingkat kabupaten dan provinsi.

MTQ sebagai strategi pembangunan SDM

Pemerintah Kecamatan menilai pembangunan fisik belum cukup untuk mendorong kemajuan Aceh Besar. Didorong visi untuk menghasilkan SDM unggul, kegiatan keagamaan seperti MTQ ditempatkan sebagai investasi jangka panjang.

“Melalui MTQ ini, kami berharap ke depan melahirkan insan-insan Qurani yang kelak menjadi generasi penerus pembangunan Aceh Besar. SDM yang berkualitas adalah modal utama untuk mewujudkan perubahan daerah ke arah yang lebih baik,”

Keterangan tersebut disampaikan Camat Baitussalam, Ridhwan SE Ak. Ia menekankan perlunya SDM yang religius dan berintegritas untuk menopang kemajuan daerah.

Fokus pembinaan: membaca, menghafal, dan mengamalkan

Menurut Ridhwan, MTQ menjadi sarana strategis bukan hanya untuk meningkatkan kemampuan tartil atau tahfiz, tetapi juga menanamkan pemahaman nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari. Ia mengingatkan bahwa proses pembelajaran lebih penting dari sekadar mengejar juara.

“Menang atau kalah adalah hal yang biasa, namun yang terpenting adalah proses belajar dan upaya kita bersama dalam membumikan Al-Qur’an di Kecamatan Baitussalam,”

Peserta, cabang lomba, dan jenjang seleksi

MTQ ke-8 diikuti 95 peserta dari berbagai gampong di Kecamatan Baitussalam. Panitia membuka beragam cabang yang menguji berbagai kemampuan tilawah dan penguasaan Al-Qur'an.

  • Tartil
  • Tilawah
  • Qiraah Sab'ah
  • Tahfiz
  • Syarhil Quran
  • Fahmil Quran
  • Cabang kontemporer

Para pemenang akan dijaring untuk mewakili Kecamatan Baitussalam pada MTQ tingkat Kabupaten Aceh Besar, dan berpeluang lanjut ke tingkat Provinsi Aceh.

Peran keluarga dan kolaborasi masyarakat

Ridhwan juga menyoroti pentingnya dukungan keluarga dan komunitas dalam membentuk karakter anak di era digital. Ia mengutip pesan Bupati mengenai peran bersama seluruh elemen masyarakat.

“Pak Bupati dalam berbagai kesempatan selalu mengatakan bahwa keberhasilan membangun SDM unggul tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja. Dibutuhkan dukungan keluarga, tokoh masyarakat, lembaga pendidikan, dan seluruh komponen masyarakat agar cita-cita tersebut dapat terwujud,”

Ia menyampaikan apresiasi kepada panitia, donatur, aparatur gampong, dan warga yang mendukung suksesnya penyelenggaraan MTQ. Pemerintah Kecamatan menegaskan bahwa ajang ini adalah bagian dari strategi berkelanjutan untuk mencetak generasi Qurani yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing.

Melalui pembinaan berjenjang sejak tingkat kecamatan, diharapkan Aceh Besar mempertahankan tradisi kuat dalam pembinaan Al-Qur'an dan melahirkan pemimpin masa depan yang berakhlak mulia.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait