MPLS Perdana Sekolah Rakyat di Sragen, 28 Ribu Siswa Baru
Menteri Sosial Saifullah Yusuf membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) gelombang pertama Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2026/2027 di Sekolah Rakyat Permanen Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Selasa 14 Juli 2026. Acara ini menandai dimulainya kegiatan belajar di gedung permanen dan menegaskan penerimaan sekitar 28 ribu siswa baru tanpa mekanisme pendaftaran umum.
Pembukaan MPLS dan rangkaian kegiatan
Acara pembukaan berlangsung meriah dengan berbagai penampilan siswa. Kepala delegasi hadir menyaksikan baris-berbaris, yel-yel calon siswa, pertunjukan pencak silat, pidato tiga bahasa, paduan suara, pembacaan puisi, serta demonstrasi pembelajaran IPA.
Dalam sesi dialog, Menteri Sosial menyapa langsung para calon siswa yang akan menjalani pendidikan berasrama di Sekolah Rakyat Kabupaten Sragen.
"Siap sekolah?"
"Siap!"
"Ada yang ingin mundur?"
"Tidak!"
"Alhamdulillah semuanya sudah semangat sekolah,"
Mekanisme penerimaan: tanpa pendaftaran
Gus Ipul menegaskan bahwa penerimaan Sekolah Rakyat tidak mengikuti mekanisme pendaftaran umum. Pemerintah melakukan penjangkauan aktif untuk menjaring anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
"Saya ingin sampaikan bahwa Sekolah Rakyat tidak ada pendaftaran, yang ada adalah penjangkauan oleh pendamping-pendamping sosial Kementerian Sosial bekerjasama dengan pemerintah daerah,"
Proses penjangkauan dilakukan bersama pemerintah kabupaten, kota, dan provinsi. Kementerian Sosial juga melibatkan Badan Pusat Statistik serta dinas pendidikan setempat untuk memastikan calon siswa memenuhi kriteria keluarga prasejahtera.
Respon orang tua dan kehadiran tamu
Salah seorang orang tua calon siswa, Murni, menyampaikan rasa syukur karena putrinya, Septiana Selfi Safira, diterima di Sekolah Rakyat Kabupaten Sragen. Ia berharap putrinya dapat mewujudkan cita-cita menjadi guru matematika.
"Anak saya walaupun terlahir dari keluarga tidak mampu, Alhamdulillah mendapat peringkat satu terus, makanya tadi menyukai matematika,"
Acara juga dihadiri Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, Sekretaris Jenderal Kemensos Robben Rico, Bupati Sragen Sigit Pamungkas, serta pendiri ESQ Corp Ary Ginanjar yang mengikuti kegiatan secara daring.
Dampak dan prospek program
Menurut Menteri Sosial, penerimaan Sekolah Rakyat sampai tahun ajaran ini mencapai sekitar 28 ribu siswa dari jenjang SD, SMP, dan SMA. Ia menambahkan bahwa angka tersebut "dan ini masih akan bertambah terus" seiring kelanjutan penjangkauan.
Program ini bertujuan memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga pra-sejahtera, dengan pendekatan proaktif oleh pemerintah dan pendamping sosial. Ke depan, pemerintah tetap melanjutkan penjangkauan untuk memastikan lebih banyak anak memperoleh pendidikan yang layak.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kemensos Lanjutkan Pemetaan Talenta Sekolah Rakyat Lewat Talent DNA
Kemensos melanjutkan pemetaan talenta Sekolah Rakyat dengan tes Talent DNA dan dukungan ESQ, dimulai MPLS 14...
Mensos: Pemda Kunci Pemutakhiran DTSEN agar Bansos Tepat Sasaran
Mensos Saifullah Yusuf menegaskan pemda harus aktif memutakhirkan DTSEN agar penyaluran bansos lebih tepat s...
Bansos PKH dan BPNT Triwulan III Cair Mulai 20 Juli 2026
Penyaluran bansos PKH dan BPNT triwulan III dimulai 20 Juli 2026 menggunakan DTSEN terbaru; perubahan peneri...
Kemensos Tetapkan 28.478 Siswa Baru Sekolah Rakyat 2026
Kemensos menetapkan 28.478 siswa baru Sekolah Rakyat 2026; jumlah masih dapat bertambah setelah verifikasi d...
Kontrak Hotel Jangka Panjang Diusulkan untuk Stabilkan Biaya Haji 2027
Pengamat dan pelaku usaha merekomendasikan kontrak hotel jangka panjang untuk menahan kenaikan Biaya Haji 20...
MPLS Sekolah Rakyat Dimulai Bertahap 14 Juli 2026
MPLS Sekolah Rakyat 2026/2027 dimulai bertahap sejak 14 Juli 2026 untuk memastikan 101 sekolah siap, aman, d...