Ekonomi

KAI Distribusikan 1,33 Juta Ton BBM, Terapkan B50 Mulai Juli 2026

Bagikan:
Kereta pengangkut BBM KAI menerapkan biodiesel B50

PT Kereta Api Indonesia (KAI) mendistribusikan 1.338.180 ton bahan bakar minyak (BBM) selama semester pertama 2026 dan mulai menerapkan B50 secara bertahap pada armada diesel sejak 1 Juli 2026. Volume angkutan meningkat 4,66% dibanding periode sama tahun lalu, sementara penyesuaian teknis dilakukan untuk menjaga keselamatan dan keandalan operasional.

Volume distribusi dan layanan logistik

KAI melaporkan total distribusi BBM 1.338.180 ton pada enam bulan pertama 2026. Angka ini menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya dan menegaskan peran KAI dalam rantai pasok energi nasional.

Selain BBM darat, layanan logistik KAI mengangkut avtur dari Stasiun Cilacap ke Stasiun Rewulu, Yogyakarta, untuk mendukung operasional di Yogyakarta International Airport (YIA).

Penerapan B50: tahapan dan pengujian

KAI mulai menerapkan B50 — campuran 50 persen minyak nabati dan 50 persen solar fosil — secara bertahap sesuai kebijakan pemerintah. Perusahaan menyampaikan laporan kelayakan operasional pada Selasa, 14 Juli 2026.

Pengujian menyeluruh mencakup aspek performa mesin, stabilitas pembakaran, emisi, filter, pelumas, dan konsumsi energi. Uji coba dilakukan pada lokomotif dan kereta pembangkit untuk mengukur respons mesin terhadap variasi beban serta menjaga pasokan listrik dalam perjalanan.

"Sejak 1 Juli 2026, KAI mulai menerapkan B50 secara bertahap pada sarana diesel sesuai kebijakan pemerintah. Setiap tahap kami persiapkan melalui pengujian teknis dan evaluasi operasional agar transisi energi tetap berjalan selaras dengan keselamatan perjalanan serta keandalan sarana," ujar Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI.

Dampak emisi dan acuan kebijakan

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral memproyeksikan penurunan emisi CO2 nasional akibat penggunaan B50. Penurunan emisi yang ditargetkan mencapai 44,46 juta ton, lebih tinggi dibanding proyeksi B40 sebesar 39,66 juta ton.

Pengalaman sebelumnya dengan kadar biodiesel B35 hingga B40 menjadi referensi penting. Setiap peningkatan kadar biodiesel menuntut penyesuaian prosedur pemeriksaan dan peningkatan kompetensi pekerja lapangan.

Peran KAI dalam ketahanan energi

KAI menekankan perannya sebagai bagian terintegrasi dari rantai pasok energi nasional. Kapasitas angkut besar dan jadwal terukur membantu mengurangi kepadatan kendaraan di jalan raya sekaligus memastikan distribusi BBM berjalan lancar.

"KAI akan terus meningkatkan kesiapan sarana, kualitas pemeliharaan, kompetensi pekerja, dan koordinasi dengan para pemangku kepentingan. Langkah tersebut penting agar dukungan KAI terhadap kebijakan energi nasional berjalan dengan tetap mengutamakan keselamatan, keandalan operasi, dan kualitas layanan," kata Wisnu Pramudya, Executive Vice President Corporate Secretary KAI.

Pemantauan kualitas bahan bakar hingga kondisi mesin akan terus dilakukan agar penerapan B50 mendukung operasional kereta api secara aman, andal, dan terukur.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait