Nasional

Kemensos Lanjutkan Pemetaan Talenta Sekolah Rakyat Lewat Talent DNA

Bagikan:
Anak-anak Sekolah Rakyat mengikuti kegiatan pengenalan dan pemetaan talenta

Kementerian Sosial melanjutkan pemetaan talenta untuk siswa Sekolah Rakyat pada Tahun Ajaran 2026/2027 dengan penerapan tes Talent DNA. Program ini didukung kembali oleh ESQ Corporation dan dimulai berbarengan dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada 14 Juli 2026 di 19 titik, melibatkan 5.130 siswa baru sebagai tahap awal.

Detail program dan dukungan ESQ

Dalam pertemuan di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Senin 13 Juli 2026, pendiri ESQ Corporation Ary Ginanjar menyatakan komitmen untuk mendampingi pengembangan talenta siswa. Dukungan ini meliputi penyediaan kuota 100.000 tes Talent DNA gratis bagi peserta Sekolah Rakyat.

Komitmen ESQ juga mencakup pendampingan melalui modul asesmen dan pengembangan karakter. Menurut Ary, pengalaman uji coba selama satu tahun menunjukkan setiap anak memiliki potensi yang berbeda yang perlu dikenali dan dikembangkan sejak dini.

Target peserta dan pelaksanaan MPLS

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyebut tahap pertama MPLS dimulai 14 Juli 2026 pada 19 lokasi dengan total 5.130 siswa baru. Pemerintah menargetkan jumlah peserta Sekolah Rakyat mencapai sekitar 45.000 siswa sepanjang 2026.

"Jadi kita besok mulai MPLS di 19 titik dengan jumlah siswa 5.130. Semuanya nanti tahun ini kita terima sekitar 30-an ribu," ujar Saifullah Yusuf.

"Sekarang sudah 28 ribu, nanti naik terus. Jadi 45.000 targetnya tahun ini, tahun depan, 100.000 lebih yang diterima," kata Gus Ipul.

Hasil awal pemetaan dan temuan karakter

Senior Konsultan ESQ, Diana, memaparkan hasil asesmen awal. Mayoritas siswa menunjukkan karakter ketulusan, perfeksionis, kesetaraan, pemaaf, dan harmonis. Namun, asesmen juga menyoroti aspek yang perlu diperkuat seperti kemampuan intuitif, rasa percaya diri, ketegasan, kemampuan mengarahkan, dan menyampaikan gagasan.

Satu kisah peserta, Putri dari Pontianak, tampil dalam tayangan video yang disampaikan saat audiensi. Ia mengaku lebih memahami kekuatan dirinya setelah mengikuti tes Talent DNA.

"Saya tahu bahwa saya punya kekuatan competitive dan troubleshooter. Dari situ saya lebih yakin pada diri, lebih semangat, dan lebih berani," ujar Putri.

Inovasi: AI Coaching Talenta

Selain asesmen, ESQ memperkenalkan konsep AI Coaching Talenta Sekolah Rakyat. Program ini dirancang menjadi pendamping personal dan berkelanjutan untuk menguatkan pengembangan bakat, minat, serta karakter siswa.

Ary menegaskan bahwa fitur tersebut menjadi salah satu keunggulan Sekolah Rakyat karena menempatkan setiap siswa sesuai talenta masing-masing. Menteri Sosial menyambut baik gagasan itu dan menilai prinsip penghargaan terhadap potensi individu sejalan dengan filosofi Sekolah Rakyat.

Implikasi ke depan

Dengan perluasan MPLS dan dukungan asesmen, Pemerintah dan ESQ berharap proses pengenalan potensi berlangsung sejak dini. Langkah ini bertujuan meningkatkan efektivitas pengembangan sumber daya manusia menuju target jangka panjang, termasuk kontribusi terhadap visi Indonesia Emas 2045.

Keberlanjutan program tergantung pada skala penerapan Talent DNA dan integrasi AI Coaching dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait