Lokal

RS Jiwa Medan Luncurkan 'Temani', Mobil Transportasi untuk ODGJ

Bagikan:
Mobil Temani untuk transportasi pasien ODGJ di RS Jiwa Prof. Dr. Muhammad Ildrem Medan

Medan — UPTD Khusus RS Jiwa Prof. Dr. Muhammad Ildrem Medan meluncurkan mobil transportasi rehabilitasi psikososial bernama Temani pada Kamis (25/6). Program ini dimaksudkan untuk meningkatkan akses layanan bagi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), khususnya pasien dari keluarga kurang mampu yang kesulitan biaya transportasi untuk mengikuti rangkaian rehabilitasi.

Peluncuran dan tujuan layanan

Direktur UPTD, Sri Suriani Purnamawati, menyatakan peluncuran mobil tersebut merupakan bagian dari program rehabilitasi psikososial daycare yang rutin dijalankan rumah sakit. Nama Temani adalah singkatan dari Strategi Meningkatkan Kemandirian dan diharapkan menghadirkan layanan yang lebih humanis.

"Temani merupakan singkatan dari Strategi Meningkatkan Kemandirian. Selain itu, kami juga ingin menghadirkan layanan rumah sakit jiwa yang lebih humanis. Pasien kami perlakukan sebagai sahabat dan teman agar proses pemulihan psikososial mereka dapat berlangsung lebih cepat," ujar Sri Suriani saat peluncuran.

Kendala akses dan solusi transportasi

Sri Suriani menjelaskan pasien rawat jalan diwajibkan mengikuti hingga 20 kali kunjungan rehabilitasi untuk mendukung proses pemulihan. Namun banyak pasien batal hadir karena keterbatasan biaya transportasi.

"Pasien datang bukan untuk mendapatkan obat, melainkan mengikuti kegiatan rehabilitasi psikososial. Banyak yang mengalami kesulitan hadir karena biaya transportasi dan faktor ekonomi lainnya," katanya.

Untuk menanggulangi masalah ini, rumah sakit bekerja sama dengan Unit Pengumpul Zakat (UPZ), bagian dari pelaksanaan Baznas, menghadirkan layanan transportasi khusus bagi pasien yang membutuhkan.

"Mobil transportasi ini merupakan salah satu program UPZ yang dibentuk di rumah sakit jiwa. Tujuannya membantu pasien agar tetap dapat mengikuti rehabilitasi secara rutin tanpa terkendala biaya perjalanan," jelas Sri Suriani.

Rencana rumah singgah untuk peserta dari luar kota

Selain layanan transportasi, rumah sakit merencanakan pembangunan rumah singgah bagi pasien dari luar Kota Medan yang harus mengikuti program rehabilitasi psikososial selama 20 hari berturut-turut.

"Kami berharap rumah singgah dapat berada di sekitar lingkungan rumah sakit sehingga pasien tidak perlu mengeluarkan biaya transportasi tambahan. Misalnya pasien dari Tapanuli Selatan atau Tapanuli Utara yang ingin mengikuti program rehabilitasi dapat tinggal sementara di rumah singgah tersebut," ujar Sri Suriani.

Peran rehabilitasi psikososial

Menurut Sri Suriani, pemulihan ODGJ tidak cukup hanya mengandalkan terapi psikofarmaka. Rehabilitasi psikososial berperan mengembalikan kemampuan pasien menjalankan fungsi sosial dan aktivitas produktif di masyarakat.

"Tujuan rehabilitasi adalah membangun kembali kebiasaan positif pasien. Misalnya selama 20 hari mereka belajar bercocok tanam atau memelihara ternak. Ketika kembali ke rumah, aktivitas itu diharapkan dapat terus dilanjutkan dengan dukungan keluarga," katanya.

Program ini juga memberikan edukasi kepada keluarga agar dapat menyediakan ruang dan fasilitas sederhana untuk mendukung kelanjutan aktivitas produktif pasien di rumah.

Cakupan layanan

Pada tahap awal, layanan transportasi Temani difokuskan untuk wilayah Medan, Binjai, dan Deli Serdang (Mebidang). Meski demikian, program rehabilitasi psikososial daycare tetap terbuka bagi pasien dari seluruh wilayah Sumatera Utara.

"Kegiatan rehabilitasi sosial terbuka untuk seluruh pasien yang ingin mengikuti. Hanya saja, untuk layanan transportasi saat ini masih kami batasi di wilayah Mebidang," pungkas Sri Suriani.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait