Kementan Perkuat Mitigasi Kemarau untuk Ketahanan Pangan
Kementan memperkuat langkah mitigasi menghadapi kemarau ekstrem tahun 2026 untuk menjaga ketahanan pangan nasional. Pernyataan disampaikan oleh Penyuluh Pertanian Ahli Utama Pusluhtan Kementan, Prof. Dedi Nursyamsi, pada Jumat, 19 Juni 2026. Strategi utama fokus pada penguatan irigasi, konservasi kelembapan tanah, dan penggunaan varietas tahan kekeringan.
Ancaman iklim dan fokus mitigasi
Prof. Dedi menilai perubahan iklim menjadi faktor utama yang mengancam produksi pertanian dan ketersediaan pangan. Ia mengingatkan perlunya kesiapsiagaan karena musim kemarau menunjukkan karakter ekstrem tahun ini. Selain itu, berkurangnya curah hujan mempersempit pasokan air bagi tanaman.
"Menghadapi El Nino Godzilla ini, kita harus benar-benar siap dan mengantisipasi berbagai kemungkinan terburuk," ujar Prof. Dedi.
Prioritas: irigasi dan distribusi air
Menurut Dedi, irigasi adalah aspek paling krusial untuk mempertahankan produktivitas pertanian selama musim kering. Setelah wilayah berisiko teridentifikasi, pemerintah diminta memperkuat irigasi suplementer dengan memanfaatkan berbagai sumber air yang tersedia.
Konservasi kelembapan tanah
Selain pasokan air, menjaga kelembapan area sekitar perakaran tanaman menjadi fokus. Dedi menekankan pentingnya efisiensi penggunaan air oleh pemerintah daerah, penyuluh, dan petani. Ia memperingatkan dampak buruk apabila perakaran tanaman sampai kering.
"Jangan sampai wilayah perakaran tanaman kering karena kondisi itu dapat menjadi petaka bagi pertumbuhan tanaman," kata Prof. Dedi.
Untuk mempertahankan kelembapan, Kementan menganjurkan konservasi dengan penggunaan kompos dan biochar yang dibuat dari biomassa sisa tanaman. Teknologi ini membantu menahan air di tanah dan meningkatkan serapan unsur hara oleh tanaman.
Varietas tahan kekeringan dan kolaborasi
Dedi juga menyoroti pentingnya adopsi varietas tahan kekeringan, seperti Inpago dan padi gogo hibrida. Ia optimistis bahwa produksi pangan nasional dapat terjaga jika langkah mitigasi dijalankan secara konsisten oleh semua pihak.
- Identifikasi wilayah rawan kekeringan
- Penguatan irigasi suplementer
- Konservasi tanah dengan kompos dan biochar
- Adopsi varietas tahan kekeringan
- Kolaborasi pemerintah daerah, penyuluh, dan petani
Kondisi atmosfer dan rekomendasi BMKG
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan kemarau meluas pada pertengahan Juni 2026. BMKG mencatat banyak wilayah di bagian selatan Indonesia menunjukkan karakter musim kering dengan peningkatan hari tanpa hujan.
Pemantauan BMKG menunjukkan sebagian besar wilayah Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara telah mengalami periode tanpa hujan dalam kategori menengah hingga sangat panjang. Meski demikian, beberapa daerah masih berpotensi hujan akibat dinamika atmosfer.
Dengan kondisi ini, kesiapan sektoral dan pelaksanaan mitigasi berbasis kawasan menjadi kunci untuk menjaga pasokan pangan nasional selama puncak kemarau.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
UMN Dorong Kemandirian Ekonomi Desa Serdang Wetan Lewat Program PDB
UMN menggelar Program PDB di Desa Serdang Wetan Agustus 2026 untuk memperkuat produksi, manajemen, dan pemas...
Kebakaran Pabrik ATK di Bekasi Utara Berhasil Dipadamkan
Kebakaran pabrik ATK di Kaliabang, Bekasi Utara pada 17 Agustus 2026 berhasil dipadamkan; 10 mobil damkar di...
Bulog Pastikan Stok Pangan NTT Aman, Siapkan 20 Ton Beras per Kabupaten
Bulog pastikan stok beras 35–37 ribu ton di NTT; setiap kabupaten diminta sediakan 20 ton beras dan 1.000 li...
Sandri Apresiasi Respons Cepat Polri Tangani Gempa NTT
Sandri memuji respons cepat Polri setelah gempa magnitudo 7,7 di NTT; 845 personel dan logistik dikerahkan u...
Granat Tangan Diduga Buatan Inggris Ditemukan di Bekasi
Granat tangan diduga buatan Inggris ditemukan di Bekasi pada 17 Agustus 2026; tim jibom evakuasi ke Markas G...
Kemendag Salurkan Rp250 Juta untuk Korban Gempa NTT
Kemendag menyalurkan Rp250 juta melalui program "Kemendag Peduli" sebagai bantuan awal untuk korban gempa NT...