Sistem Manajemen Terpusat untuk Koperasi dan Program MBG
Pemerintah mengumumkan rencana penyeragaman sistem tata kelola koperasi nasional dan perbaikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), Jumat, 19 Juni 2026. Kebijakan ini bertujuan meningkatkan akuntabilitas keuangan, menyejahterakan anggota koperasi, dan mencegah penyelewengan melalui pola manajemen terpusat dan pengawasan ketat.
Penyeragaman manajemen koperasi
Langkah utama adalah menerapkan pola manajemen yang seragam di seluruh wilayah. Menurut Sukmo Harsono, Staf Khusus Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, model terpusat memudahkan evaluasi kinerja berkala dan mendorong persaingan sehat antar-koperasi.
"Koperasi pusat harus mampu bersaing sehat demi menyejahterakan anggota. KDMP diharapkan benar-benar mampu menggerakkan ekonomi dari bawah melalui berbagai skema usaha,"
Skema terpusat juga dirancang untuk meminimalkan dominasi pengurus yang merugikan anggota dan memastikan setiap rupiah dimanfaatkan untuk tujuan koperasi.
Pengawasan dan akuntabilitas
Penerapan sistem baru akan disertai pengawasan lebih ketat dari berbagai lapisan masyarakat. Pemerintah menekankan bahwa penyalahgunaan dana karena tata kelola yang disengaja akan berhadapan dengan konsekuensi hukum.
"Langkah awal ini dirancang agar pengurus tidak lagi mendominasi keuntungan finansial sepihak,"
Selain itu, perbaikan ini diharapkan meningkatkan transparansi sehingga publik dan pasar memiliki kepercayaan lebih terhadap pengelolaan fiskal program-program sosial.
Infrastruktur dan pemberdayaan pesisir
Sukmo juga melaporkan kemajuan pembangunan fisik di Kampung Nelayan Merah Putih yang telah melampaui target 50 persen. Fasilitas seperti ruang pendingin dibangun untuk menjaga mutu hasil tangkapan nelayan lokal.
Pembaruan ini dimaksudkan untuk membebaskan masyarakat pesisir dari praktik utang tengkulak dan mendorong ekosistem bisnis desa yang mandiri secara berkelanjutan.
Tujuan efektivitas program MBG dan KDMP
Wakil Presiden menegaskan komitmen pemerintah untuk memperbaiki tata kelola MBG dan KDMP. Perbaikan diarahkan agar program lebih tepat sasaran, efisien, dan bebas dari praktik korupsi.
"Perbaikan juga harus dilakukan agar eksekusi program bisa lebih tepat sasaran, lebih efektif, efisien, serta terbebas dari praktik-praktik korupsi,"
Dengan langkah ini, pemerintah berharap dapat menjaga kepercayaan publik dan meningkatkan kemampuan fiskal negara sehingga kepercayaan pasar terhadap ekonomi nasional turut meningkat.
Rencana tindak lanjut
Program akan dilanjutkan dengan evaluasi berkala dan penguatan mekanisme audit. Selain itu, pemerintah menyiapkan sanksi hukum bagi pihak yang terbukti melakukan penyelewengan, sebagai upaya memastikan setiap program berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
Berita Terkait
Wagub Rano Buka Discover Betawi Art & Culture di Hotel Borobudur
Wagub Rano Karno membuka Discover Betawi Art & Culture di Hotel Borobudur sebagai bagian HUT ke-499 Jakarta...
Mendag Ajak UMKM Salatiga Manfaatkan Program Ekspor Kemendag
Mendag Budi Santoso mengajak sekitar 30 pelaku UMKM di Salatiga memanfaatkan program Kemendag seperti Export...
Wapres Gibran Ajak 120 Anak Panti Belanja Perlengkapan Sekolah di Gorontalo
Wapres Gibran mendampingi 120 anak panti di Gorontalo menerima kupon Rp500.000 untuk belanja perlengkapan se...
Kemendag Optimalkan Layanan Impor lewat Permendag 18/2026
Kemendag sosialisasikan Permendag Nomor 18 Tahun 2026 untuk mempercepat layanan perizinan impor dan memberi...
Didit Prabowo Silahturahmi dengan Jokowi di Solo
Didit Prabowo menemui Jokowi di Solo pada 18 Juni 2026; Mensesneg menyatakan pertemuan hanya bersifat silatu...
Kemendag Dorong Transformasi Pasar Rakyat lewat SNI 8152:2025
Kemendag dorong pasar rakyat ber-SNI 8152:2025 untuk bersih, aman, dan kompetitif; 124 pasar telah tersertif...