Pimpinan DPR Terima Aspirasi Mahasiswa soal BBM dan Harga Pangan
Pimpinan DPR RI menerima aspirasi mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi dalam audiensi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, 19 Juni 2026. Pertemuan membahas kelangkaan BBM subsidi, kenaikan harga bahan pokok, dan dampaknya terhadap biaya hidup masyarakat.
Audiensi: isi tuntutan dan peserta
Mahasiswa yang hadir berasal dari berbagai kampus dan organisasi kemahasiswaan. Mereka menyerahkan sejumlah masukan terkait kondisi ekonomi dan kebutuhan dasar yang dianggap mendesak.
Delegasi menyorot dua isu utama: ketersediaan BBM subsidi dan stabilitas harga bahan pokok. Isu ini dinilai memiliki efek domino yang memengaruhi sektor lain dan menambah beban ekonomi keluarga.
- HMI MPO
- Universitas Trisakti
- Universitas Mercu Buana
- Universitas Esa Unggul
- Sejumlah kampus lainnya
Presiden Mahasiswa Universitas Trisakti, Dhenni Ribowo, menegaskan perlunya perhatian cepat dari pemerintah untuk mencegah kondisi yang lebih parah.
“Tadi sudah disampaikan oleh jajaran pimpinan DPR dan juga menteri. Tetapi ini sebenarnya memiliki efek domino terhadap harga bahan pokok dan kebutuhan lainnya,”
Tanggapan pimpinan DPR
Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menyatakan aspirasi mahasiswa telah diterima dan akan diteruskan kepada pemerintah sesuai kewenangan DPR. Ia juga menyebutkan fungsi pengawasan DPR akan dijalankan terhadap kebijakan terkait.
“Pada intinya mereka menyampaikan aspirasi untuk diteruskan kepada pihak pemerintah dan kepada DPR. Selain itu, juga dalam hal tugas pengawasan DPR,”
Dasco menambahkan bahwa DPR akan membangun komunikasi berkelanjutan dengan mahasiswa agar persoalan publik dapat dibahas lebih mendalam dan solusi dapat dikawal.
Respons mahasiswa dan langkah selanjutnya
Usai audiensi, pimpinan DPR bersama anggota Komisi III menemui ribuan mahasiswa di depan gerbang DPR. Para mahasiswa menyatakan akan menunggu realisasi komitmen pemerintah terkait stabilitas harga bahan pokok dan ketersediaan BBM subsidi.
Dhenni menegaskan bahwa gerakan mahasiswa akan terus mengawal komitmen yang disampaikan. Ia mendesak adanya langkah konkret agar tekanan ekonomi tidak semakin membebani masyarakat.
“Harapannya, Dewan Perwakilan Rakyat bisa menjadi penyambung lidah untuk menyampaikan bahwa isu perut itu jangan dicoba-coba kepada masyarakat. Karena kalau masyarakat sudah lapar dan emosi, pasti pemerintah yang kena,”
Pertemuan ini menandai penguatan dialog antara mahasiswa dan DPR, dengan fokus pada penanganan dampak ekonomi jangka pendek. Kini perhatian beralih pada tindak lanjut pemerintah dan pengawasan DPR untuk memastikan janji-janji itu terealisasi.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kemenperin Siapkan SDM Kelola Pusat Logistik Industri Bambu
Kemenperin menyiapkan SDM lewat AKB 2026 untuk mengelola Pusat Logistik Industri Bambu, memperkuat rantai pa...
HUT ke-81 TNI: Pengendara Diminta Hindari Kawasan Cilangkap
Pengendara diimbau menghindari kawasan Mabes TNI Cilangkap pada Senin 5 Okt 2026 mulai pukul 06.00 WIB karen...
Muhaimin Dorong Perumahan Jadi Ekosistem Ekonomi
Menko Muhaimin mendorong perumahan dikembangkan jadi ekosistem ekonomi melalui 1001 Pasar Rakyat, membuka ak...
Menko Muhaimin Dorong '1001 Pasar Rakyat' untuk Perkuat UMKM
Menko Muhaimin dorong konsep 1001 Pasar Rakyat di Bekasi (4 Okt 2026) untuk memperkuat UMKM, koperasi, dan k...
Kemenko PM: Kolaborasi Kunci Pemberdayaan UMKM dan Ekonomi Kreatif
Kemenko PM: kolaborasi pemilik lahan, local champion, dan pemerintah jadi kunci pemberdayaan UMKM dan ekonom...
Zulhas: Pangkas Aturan, RI Berhenti Impor 7 Komoditas Pangan
Zulhas: pemangkasan aturan dorong RI hentikan impor tujuh komoditas, naikkan penyerapan pupuk dan surplus be...