Mentrans: Transmigrasi Lahirkan Ribuan Desa, Jadi Mesin Ekonomi
Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menegaskan program transmigrasi telah melahirkan ribuan desa dan menjadi fondasi pembangunan nasional.
Pernyataan itu disampaikan di Jakarta, pada Minggu, 28 Juni 2026. Menteri menyebut capaian program kini berperan sebagai pangkal pertumbuhan ekonomi di berbagai wilayah.
Data capaian transmigrasi
Kementerian mencatat perkembangan kawasan transmigrasi yang signifikan. Sampai saat ini ada 1.567 desa, 466 kecamatan, 116 kota dan kabupaten, serta 3 provinsi yang tumbuh dari kawasan transmigrasi.
Sejak awal pelaksanaan, program ini juga memfasilitasi perpindahan sekitar 9,1 juta jiwa. Tercatat ada 154 kawasan transmigrasi tersebar di seluruh Indonesia, kecuali di Jawa dan Bali.
Transmigrasi bukan hanya pemindahan penduduk
Selama ini orang mengenal transmigrasi hanya sebagai program memindahkan penduduk. Padahal kontribusinya jauh lebih besar, transmigrasi telah melahirkan lebih wilayah administratif yang definitif.
Menteri Iftitah menekankan transformasi persepsi itu penting. Perpindahan penduduk menjadi pemicu lahirnya permukiman, pusat ekonomi, dan pemerintahan baru di berbagai daerah.
Transmigrasi telah membuka kawasan-kawasan baru yang kemudian berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi sekaligus pusat pemerintahan. Ini menunjukkan bahwa transmigrasi memiliki peran strategis dalam membangun Indonesia.
Perubahan fokus kebijakan
Pemerintah kini menggeser fokus kebijakan transmigrasi. Dari sekadar distribusi penduduk, kini dorongan utama adalah menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi yang menarik investasi dan membuka lapangan kerja.
Kalau dulu fokusnya distribusi penduduk, sekarang fokus kita adalah menciptakan pertumbuhan ekonomi. Ukuran keberhasilannya bukan lagi berapa orang yang dipindahkan, tetapi berapa banyak masyarakat yang bisa disejahterakan.
Menteri juga menyatakan pembangunan kawasan dilakukan secara terpadu. Integrasi permukiman, kawasan industri, pertanian modern, pendidikan, layanan kesehatan, dan investasi diarahkan agar manfaat ekonomi berkelanjutan.
Implikasi dan prospek
Dengan pendekatan baru, kawasan transmigrasi diharapkan menjadi mesin pertumbuhan yang memacu investasi dan peningkatan kesejahteraan lokal. Pemerintah menempatkan kawasan-kawasan itu sebagai prioritas dalam strategi pembangunan wilayah ke depan.
Transformasi kebijakan ini memberi arah yang lebih jelas: menjadikan hasil transmigrasi sebagai tolok ukur keberhasilan ekonomi dan sosial, bukan semata jumlah perpindahan penduduk.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Menkomdigi: 4,1 Juta Konten Judi Online Ditangani
Menkomdigi Meutya Hafid ungkap 4,1 juta konten judi online ditangani, mayoritas situs/IP berasal dari luar n...
Sejarah TNI: Dari TKR ke Tentara Nasional Indonesia
5 Oktober diperingati sebagai Hari TNI karena pembentukan TKR pada 1945 yang kemudian berkembang menjadi Ten...
Menkomdigi Tekankan Penerapan PP Tunas saat Audiensi dengan LEGO
Menkomdigi Meutya Hafid dorong penerapan PP Tunas dan persetujuan orang tua saat audiensi dengan LEGO untuk...
Kapolri: Berbeda Seragam, Satu Hati Menjaga Negeri — HUT TNI ke-81
Kapolri Suyudi tegaskan TNI dan Polri tetap "satu hati" menjaga Indonesia menjelang HUT TNI ke-81, 5 Oktober...
Basarnas Imbau Keluarga Korban KM Virgo Tidak Menunggu di Pelabuhan
Basarnas mengimbau keluarga korban KM Virgo agar tidak terus menunggu di pelabuhan; korban yang ditemukan ak...
Cara Mengurus Buku Nikah Rusak atau Hilang, Gratis di KUA
Buku nikah rusak atau hilang dapat diganti gratis di KUA tempat akad; ketahui persyaratan dan dasar hukumnya...