Menteri Ekonomi Datangi Istana: Bahas Pelemahan Rupiah?
Sejumlah menteri bidang ekonomi mendatangi Istana Kepresidenan Jakarta pada Senin sore, 18 Mei 2026. Kedatangan mereka memunculkan spekulasi tentang pembahasan pelemahan nilai tukar rupiah dan kondisi ekonomi nasional.
Kedatangan pejabat dan jadwal
Pejabat pertama yang terlihat tiba adalah Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto. Berikutnya hadir Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sekitar pukul 15.30 WIB.
Beberapa menteri dan pejabat yang datang selanjutnya antara lain:
- Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani (sekitar 15.40 WIB)
- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa
- Direktur Utama PT Pindad Sigit P. Santosa
- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia (sekitar 15.55 WIB)
- Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (sekitar lima menit setelah Bahlil)
Keterangan singkat dari pejabat
Ketika ditanya wartawan soal kemungkinan pembahasan pelemahan rupiah, Airlangga tidak menjelaskan rinci. Ia hanya memberi jawaban singkat saat berjalan memasuki gedung pertemuan.
“Bahasnya nanti kita lihat,” kata Airlangga sambil berjalan menuju gedung pertemuan.
“Yang disiapkan, ada di dalam,” tambahnya ketika kembali ditanya soal persiapan pemerintah.
Agenda resmi: rapat terbatas terkait energi
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan agenda yang berlangsung merupakan rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto. Menurut Bahlil, fokus pembahasan terkait sektor energi dan pengelolaan sumber daya alam.
“Kalau saya seputar energi dan pengelolaan sumber daya alam. Salah satu di antaranya terkait PLTS 100 gigawatt,” kata Bahlil.
Spekulasi versus kepastian
Munculnya sejumlah menteri ekonomi di Istana memicu spekulasi publik soal pembahasan langkah kebijakan untuk menahan pelemahan rupiah. Namun keterangan resmi yang disampaikan pejabat menegaskan agenda formal menyangkut energi.
Kehadiran Gubernur Bank Indonesia dan Menteri Keuangan menjadi catatan penting, karena keduanya berperan dalam penentuan kebijakan moneter dan fiskal yang dapat memengaruhi nilai tukar. Pemerintah belum merilis materi rapat secara detail setelah pertemuan.
Impak dan langkah ke depan
Konsultasi antarlembaga di tingkat tinggi seperti ini penting untuk merumuskan respons terpadu terhadap tekanan ekonomi. Publik dan pelaku pasar akan menunggu pernyataan resmi atau keputusan kebijakan berikutnya dari pemerintahan terkait langkah menstabilkan rupiah maupun kebijakan energi besar seperti program PLTS.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kementerian PKP Mulai Bangun Huntap Pascabencana Sumatra September 2026
Kementerian PKP mulai konstruksi huntap di Aceh, Sumut, dan Sumbar pada September 2026 dengan target 2.603 u...
Pelabuhan Patimban Layani Impor Peti Kemas Internasional Perdana
Pelabuhan Patimban melayani impor peti kemas internasional perdana pada 19–21 Juli 2026, menangani 1.632 TEU...
Mensesneg: Nanik S. Deyang Mundur dari Kepala BGN karena Sakit
Mensesneg konfirmasi Nanik S. Deyang mundur sebagai Kepala BGN pada 22 Juli 2026; Presiden terima permohonan...
Menteri PPPA Dorong Penguatan PP Tunas Lindungi Anak Digital
Menteri PPPA Arifah Fauzi mendorong penguatan PP Tunas untuk melindungi anak dari konten berbahaya, eksploit...
Pemprov Jakarta Buka Seleksi Duta Antihoaks 2026 untuk Siswa SMA
Pemprov DKI buka seleksi Duta Antihoaks 2026 untuk siswa SMA negeri; setiap sekolah kirim maksimal lima pese...
BGN Lantik Lima Pejabat Baru untuk Perkuat Program MBG
BGN melantik lima pejabat tinggi madya pada 21 Juli 2026 untuk memperkuat tata kelola dan pelaksanaan Progra...