Nasional

Menbud: Museum Harus Jadi Ruang Pemulihan Kedaulatan Budaya

Bagikan:
Menteri Kebudayaan Fadli Zon berbicara pada peringatan Hari Museum Internasional di Museum Nasional

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan museum harus menjadi ruang pemulihan kedaulatan budaya setelah gelombang repatriasi koleksi dan fosil dari Belanda. Pernyataan itu disampaikan saat orasi kebudayaan memperingati Hari Museum Internasional di Museum Nasional Indonesia, Jakarta Pusat, Senin, 18 Mei 2026. Penekanan datang karena pemerintah mendorong pengembalian warisan budaya sebagai upaya merevitalisasi makna koleksi bagi bangsa.

Repatriasi besar-besaran 2025

Fadli menyebut salah satu tonggak penting berlangsung pada 2025, ketika pemerintah menerima pemulangan 28.131 fosil dan catatan koleksi dari Belanda. Koleksi itu kini dipamerkan dalam pameran sejarah awal di Museum Nasional Indonesia sehingga publik bisa melihatnya langsung. Langkah ini disebutnya bagian penting sejarah pengembalian warisan budaya Indonesia.

"Salah satu tonggak pentingnya terjadi pada 2025 melalui pemulangan 28.131 fosil dan catatan koleksi dari Belanda,"

Peran museum sebagai ruang edukasi dan identitas

Menurut Menbud, museum tidak sekadar menyimpan benda. Museum harus membangun pemahaman publik terhadap nilai budaya dan perjalanan peradaban bangsa. Selain itu, institusi ini diharapkan menjadi arena edukasi dan penguatan identitas nasional, terutama bagi generasi muda.

"Ketika warisan penting ini pulang, tugas museum adalah menghidupkan kembali maknanya. Dan mengembalikannya ke akar budaya melalui riset, konservasi, dan interpretasi publik," ujarnya.

Proses pemulangan dan jadwal lanjutan

Meski jumlah yang dipulangkan ratusan ribu dalam istilah kolektif disebut puluhan ribu, Fadli menyatakan saat ini baru sebagian koleksi yang tiba. Sisanya akan dipulangkan secara bertahap, dengan estimasi proses berlanjut hingga Juni 2026. Penyerahan bertahap ini bagian dari kesepakatan teknis antara kedua pihak.

Peran tim internasional dan aspek historis

Staf Ahli Hubungan Antar Lembaga, Ismunandar, menjelaskan proses pemulangan melibatkan Colonial Collections Committee (Tim CCC) dari Belanda. Dia juga menekankan adanya pengakuan historis atas tindakan tidak adil selama era kolonial, yang menjadi dasar proses pemulangan.

"Permintaan maaf itu berakhir menjadi surat rekomendasi pemulangan fosil Indonesia dari Belanda. Belanda dalam hal ini tidak berhak mengambil dan memiliki fosil Indonesia," ucapnya.

Implikasi ke depan

Pengembalian koleksi membuka peluang riset dan revitalisasi narasi sejarah yang lebih kontekstual untuk publik. Dengan demikian, museum diberi tugas strategis: memadukan konservasi, penelitian, dan interpretasi publik agar makna budaya benar-benar kembali ke akar komunitas.

Ke depan, keberlanjutan program repatriasi dan kapasitas museum dalam konservasi menjadi indikator penting bagi keberhasilan pemulihan kedaulatan budaya.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait

Komentar (0)

Komentar akan ditinjau sebelum ditampilkan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!