Menkeu Promosikan Panda Bond di Tiongkok untuk Diversifikasi Pembiayaan
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bertolak ke Tiongkok pada 16 Juni 2026 untuk mempromosikan Panda Bond kepada investor setempat. Kunjungan berlangsung hingga 19 Juni 2026 dan bertujuan menarik investor serta mempersiapkan penerbitan obligasi denominasi yuan sebagai diversifikasi sumber pembiayaan.
Agenda kunjungan dan tujuan
Selama kunjungan, Menkeu akan bertemu dengan otoritas moneter Tiongkok dan sekitar 15 investor besar. Pertemuan ini dimaksudkan untuk memperkenalkan skema Panda Bond sebagai alternatif pembiayaan luar negeri oleh pemerintah.
Rangkaian pertemuan dengan investor
Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Suminto, menyebutkan beberapa pihak yang dijadwalkan hadir. Pertemuan diperkirakan meliputi bank dan manajer aset terkemuka di Tiongkok.
- Agriculture Bank of China
- Zhong Ou Asset Management
- UK Sekruitas
- ICBC Wealth Management
"Saya akan ke Tiongkok tanggal 16 Juni untuk mempromosikan Panda Bond. Ini adalah strategi kita dalam menerbitkan surat utang, melakukan diversifikasi,"
kata Menkeu saat menjelaskan rencana kunjungannya pada keterangan pers APBN Kita bulan Juni 2026.
Waktu penerbitan dan mitra lokal
Menurut Suminto, keputusan penerbitan Panda Bond akan diambil setelah Menkeu kembali dari China. Pemerintah menargetkan penerbitan mungkin berlangsung akhir Juni atau awal Juli 2026.
"Mungkin sekitar akhir Juni atau awal Juli,"
kata Suminto. Ia menambahkan pemerintah akan bermitra dengan sejumlah bank di Tiongkok untuk pelaksanaan penerbitan, namun target hasil penerbitan belum ditetapkan.
Manfaat strategis penerbitan
Penerbitan obligasi denominasi yuan tidak hanya menambah pilihan pembiayaan. Pemerintah berharap langkah ini juga mengurangi ketergantungan pada dolar AS dan membantu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
Langkah lanjutan setelah Tiongkok
Setelah kunjungan ke Tiongkok, Menkeu direncanakan bertolak ke Inggris. Tujuannya menarik lebih banyak investor asing untuk menanam modal di Indonesia dan melanjutkan strategi diversifikasi pembiayaan.
"Selama kita bisa meyakinkan bahwa arah perekonomian Indonesia baik, enggak perlu strategi khusus, tapi yang jelas harus melakukan diversifikasi,"
Penerbitan Panda Bond menjadi salah satu upaya pemerintah memperluas basis investor luar negeri sekaligus mereduksi eksposur terhadap mata uang asing utama.
Berita Terkait
Komisi IX: Rapat Anggaran BGN 2027 Digelar Tertutup
Komisi IX DPR gelar rapat anggaran BGN 2027 tertutup karena pagu indikatif Rp270 triliun belum final dan ber...
Komisi XI Setujui Pagu Indikatif Kemenkeu 2027 Rp49,8 Triliun
Komisi XI DPR menyetujui pagu indikatif Kemenkeu 2027 sebesar Rp49,8 triliun untuk membiayai program dukunga...
KAI Layani 7,88 Juta Pelanggan Kereta PSO hingga Mei 2026
KAI melayani 7.882.165 pelanggan KA PSO hingga Mei 2026, naik 7,9% dibanding tahun lalu, dengan 4,95 juta ja...
KAI Angkut 26,49 Juta Ton Barang Jan–Mei 2026
KAI mengangkut 26.486.417 ton barang pada Jan–Mei 2026, didominasi batu bara 21.563.901 ton; angkutan rel di...
KAI Sumsel Layani 2,3 Juta Penumpang dan 11,66 Juta Ton Barang
KAI Sumsel melayani 2.315.580 penumpang dan mengangkut 11,66 juta ton barang pada Januari–Mei 2026, mendukun...
KAI Sumatra Barat Angkut 913.674 Penumpang Jan–Mei 2026
KAI Divre II Sumbar layani 913.674 penumpang dan angkut 492.220 ton barang Jan–Mei 2026, memperkuat konektiv...