Maria Walanda Maramis: Pelopor Pendidikan Perempuan Minahasa
Maria Walanda Maramis adalah pahlawan nasional yang memelopori kemajuan pendidikan perempuan di Minahasa pada awal abad ke-20. Ia mendirikan organisasi PIKAT pada 8 Juli 1917 dan membuka Huishoudschool PIKAT di Manado pada 2 Juli 1918 untuk memberi keterampilan praktis bagi perempuan.
Awal kehidupan dan motivasi
Maria Yosephine Catherina Walanda Maramis kehilangan kedua orangtua saat berusia enam tahun dan dibesarkan oleh paman bibinya. Kondisi sosial saat itu membatasi pendidikan perempuan hanya sampai tingkat dasar.
Kendati demikian, Maria berkeinginan kuat menuntut ilmu dan memperluas peran perempuan dalam masyarakat. Pengalaman bersama pamannya menambah keterampilan sosial dan keahlian rumah tangga yang kelak menjadi dasar pembelajaran di sekolah yang dibangunnya.
Mendirikan PIKAT dan sekolah keterampilan
Bersama sejumlah perempuan setempat, Maria mendirikan organisasi bernama Percintaan Ibu Kepada Anak Turunannya, yang lebih dikenal dengan singkatan PIKAT. Organisasi ini resmi diperkenalkan ke publik pada 8 Juli 1917 di Manado.
Langkah nyata berikutnya adalah membuka Huishoudschool PIKAT pada 2 Juli 1918. Sekolah ini menampung gadis-gadis yang telah menyelesaikan pendidikan dasar dan mengajarkan keterampilan rumah tangga serta pekerjaan tangan.
Model pendanaan dan tantangan
Sebagian besar guru mengajar tanpa gaji, sehingga Maria dan anggota PIKAT mencari sumber pemasukan sendiri. Mereka menjual makanan, kue, serta hasil kerajinan murid kepada anggota dan donatur untuk menutup kebutuhan sekolah.
Perjuangan itu tidak mudah. Maria menghadapi celaan dan hambatan sosial, namun terus menyebarkan gagasan melalui surat kabar dan jaringan lokal untuk mendapatkan dukungan lebih luas.
Dukungan pemerintah dan akhir hayat
Pada 1920, Gubernur Jenderal Van Limburg Stirum dan istrinya mengunjungi sekolah PIKAT. Istri gubernur jenderal tersebut memberi sumbangan sebesar empat puluh ribu gulden untuk mendukung perkembangan sekolah.
Kesehatan Maria menurun pada awal 1920-an. Meski jarang hadir pada rapat, ia tetap mengirim surat kepada cabang-cabang PIKAT dan memperjuangkan dukungan pemerintah. Maria wafat pada Maret 1924 pada usia 52 tahun, namun meninggalkan pesan terakhir demi kelangsungan organisasi.
Warisan dan pengakuan negara
Upaya Maria Walanda Maramis memberikan fondasi bagi pendidikan perempuan di Minahasa dan sekitarnya. Pemerintah menganugerahkan gelar Pahlawan Pergerakan Nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 012/TK/Tahun 1969 tertanggal 20 Mei 1969 atas jasanya.
Warisan PIKAT dan Huishoudschool menunjukkan bagaimana inisiatif lokal dapat membuka akses pendidikan dan keterampilan bagi perempuan pada masa kolonial dan menjadi bagian penting sejarah pendidikan perempuan di Indonesia.
Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.
Berita Terkait
Basra Gym Buka di Bandung, Gym Keluarga Berkonsep Muslim
Basra Gym Muslim Family Fitness Centre dibuka di Bandung (26 Sept 2026), menawarkan fasilitas ramah keluarga...
Honda Tampil di TRABAS Merdeka 23 dengan CRF150L
DAM hadirkan booth Honda dan CRF150L di TRABAS Merdeka 23 (26-27 Sept 2026) untuk dukung komunitas trail dan...
Dua Anak Muda Bali Juara Putra Putri Batik Nusantara 2026
Kadek Wijaya dan Putu Paramitha terpilih Grand Winner PPBN 2026 di Cibubur; diharapkan menguatkan peran gene...
Cerdas Cermat Jagat Satwa Nusantara 2026 Dibuka, Pendaftaran 28 Sep–10 Okt
Pendaftaran Cerdas Cermat Jagat Satwa Nusantara 2026 dibuka 28 Sep–10 Okt untuk siswa kelas V–VI SD/MI; 36 s...
Kemenkes: Deteksi H3N2 'Superflu' Lebih Rendah pada 2026
Kemenkes: meski influenza meningkat, deteksi H3N2 subclade K ('superflu') lebih rendah pada 2026 dibanding 2...
Merah Putih Bertanya: 750 Aktor Reenaksi Insiden Hotel Yamato
750 aktor menampilkan kembali insiden Hotel Yamato pada Sabtu, merekonstruksi penurunan dan pengoyakan bende...