Hiburan

Lookman A. Ang Inspirasi Film 'Merawat Masa Depan di Ujung Rempah'

Bagikan:
Pertemuan Lookman A. Ang dengan tim Kolaborasi Pemuda untuk Banda Naira

Kolaborasi Pemuda untuk Banda Naira bertemu budayawan Lookman A. Ang dan menemukan inspirasi utama bagi pembuatan film dokumenter Merawat Masa Depan di Ujung Rempah. Pertemuan itu membuka wacana tentang bagaimana generasi muda dapat merawat warisan sejarah, budaya, dan lingkungan Banda Neira untuk masa depan.

Sumber inspirasi: buku Tanah Pala

Tim mengambil perspektif luas dari buku Tanah Pala: Budaya, Arkeologi & Arus Sejarah Dunia karya Lookman. Buku ini menelusuri sejarah Banda sebelum VOC hingga pengaruh perdagangan global yang menempatkan pulau-pulau itu di jalur sejarah dunia.

Beberapa topik utama yang diangkat buku dan menarik perhatian tim adalah:

  • Kehidupan masyarakat Banda sebelum kedatangan VOC
  • Jejak perdagangan dengan Tiongkok dan India serta perkembangan Islam
  • Kedatangan Portugis dan dinamika di bawah kekuasaan VOC
  • Jejak akulturasi, termasuk “Jejak Naga di Tanah Pala” yang menunjukkan pengaruh kebudayaan Tionghoa

Pesan Lookman: merawat jejak sejarah

Lookman mengingatkan bahwa jejak sejarah tidak selalu berupa bangunan besar. Tradisi, bahasa, ritual, situs pemakaman, simbol, dan kebiasaan sehari-hari juga bagian penting yang harus dijaga.

“Banda jangan hanya dilihat sebagai tempat penghasil pala dan fuli. Di balik rempah-rempah itu ada perjalanan manusia, ada perjumpaan berbagai kebudayaan, ada perdagangan, ada akulturasi, dan ada sejarah dunia yang pernah berputar di tanah ini. Karena itu, jejak-jejak yang masih tersisa harus dibaca, dirawat, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.” — Lookman A. Ang

Film dokumenter: suara generasi muda dan tujuan internasional

Film Merawat Masa Depan di Ujung Rempah dirancang untuk menghadirkan Banda Neira dari perspektif generasi muda. Narasinya menghubungkan sejarah, budaya, masyarakat, lingkungan, dan harapan masa depan kepulauan rempah itu.

“Kami ingin Banda Neira tidak hanya dikenal sebagai bagian dari sejarah rempah dunia, tetapi juga sebagai rumah bagi masyarakat, kebudayaan, pengetahuan lokal, dan kekayaan alam yang sampai hari ini masih hidup. Melalui film ini, kami ingin membawa cerita tersebut ke Paris dan memperkenalkan Banda dari perspektif generasi muda Indonesia.” — Aurelia Arianti Vinton, Direktur Pengabdian Masyarakat PPI Dunia Kawasan Amerika–Eropa

Film ini rencananya akan ditayangkan dalam rangka Simposium PPI Dunia Kawasan Amerika–Eropa di Paris, sebagai upaya memperkenalkan Banda kepada audiens internasional dan diaspora Indonesia.

Kolaborasi berlanjut: menghadirkan kearifan lokal ke publik yang lebih luas

Inisiatif ini membuka ruang kolaborasi lebih luas. Wanda Syahputra dari Kawan Alam Indonesia menyatakan keinginan untuk melanjutkan kerja sama, termasuk kegiatan bedah buku di Bali untuk memperkenalkan pengetahuan budaya dan arkeologi Nusantara kepada generasi muda.

“Kami ingin membuka ruang kolaborasi lebih jauh... ada banyak pengetahuan tentang budaya, arkeologi, sejarah, dan kearifan lokal Nusantara yang sangat penting untuk diperkenalkan kepada generasi muda.” — Wanda Syahputra, S.E.

Pertemuan antara tim Kolaborasi Pemuda untuk Banda Naira dan Lookman A. Ang menyambungkan catatan sejarah dari buku menjadi narasi visual melalui film. Jika buku mencatat jejak panjang Banda di arus sejarah dunia, film ini mengajukan satu pertanyaan penting: setelah seluruh dunia pernah datang karena rempah, apa yang akan dilakukan generasi saat ini untuk menjaga tanah, laut, budaya, dan masyarakat Banda agar tetap hidup dan berkelanjutan?

Tiara Permata
Penulis
Tiara Permata

Jurnalis hiburan yang fokus pada dunia selebritas, film, musik, dan budaya populer.

Berita Terkait