Kereta Api di Sumatra Catat Pertumbuhan Penumpang Dua Digit
PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat lonjakan penumpang di Sumatra pada Semester I 2026, dengan beberapa divisi mencatat pertumbuhan dua digit. Data resmi menunjukkan total nasional mencapai 35.257.646 pelanggan, naik 7,63% dibanding periode sama 2025, sementara beberapa wilayah Sumatra tumbuh jauh lebih tinggi.
Rincian volume penumpang per divisi
Divisi Regional II Sumatra Barat melayani 1.359.748 pelanggan, atau naik 19,2% dari 1.140.348 pada periode sebelumnya. Angka ini turut menopang capaian nasional KAI.
Di bagian selatan, Divisi Regional IV Tanjungkarang melaporkan 782.548 pelanggan, meningkat 14,9% dari 681.150. Sementara itu layanan Kereta Api Rajabasa di Sumatra Selatan mencatat 439.984 pelanggan pada semester ini, tumbuh tajam 36,44% dari 322.485 pada Semester I 2025.
Di utara, Divisi Regional I Sumatra Utara berhasil mencapai 1.630.266 pelanggan. Divisi Regional III Palembang melaporkan 704.091 pelanggan, menurut siaran pers yang dirilis pada Jumat, 14 Agustus 2026.
Faktor permintaan dan respons layanan
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengatakan permintaan meningkat karena kereta kerap dipakai untuk berbagai kebutuhan harian masyarakat. Perjalanan antarkota, pendidikan, pekerjaan, perdagangan, dan pariwisata menjadi pendorong utama lonjakan penumpang.
"Kereta api di Sumatra sangat dekat dengan perjalanan masyarakat sehari-hari. Ada perjalanan antarkota, pendidikan, pekerjaan, perdagangan, hingga kunjungan wisata. Ketika permintaan meningkat, kapasitas dan kualitas layanan juga perlu mengikuti," ujar Anne.
Untuk mengatasi kebutuhan kapasitas, operator mengoperasikan kereta ekonomi premium yang dimodifikasi sejak Juli 2026. Langkah ini dimaksudkan memperkuat kapasitas layanan pada rute-rute sibuk.
Analisis kebutuhan lokal dan langkah ke depan
Executive Vice President Corporate Secretary KAI, Wisnu Pramudya, menilai bahwa pertumbuhan di Sumatra menuntut pendekatan yang lebih spesifik untuk tiap lintas. Ia menekankan perlunya membaca karakter pelanggan dan aktivitas ekonomi setempat.
"Pertumbuhan di Sumatra menunjukkan pentingnya membaca kebutuhan lokal secara spesifik. Setiap lintas memiliki karakter pelanggan dan aktivitas ekonomi yang berbeda," kata Wisnu.
Secara keseluruhan, data Semester I 2026 menunjukkan permintaan angkutan kereta yang kuat di Sumatra. Tantangan selanjutnya bagi KAI adalah menyeimbangkan peningkatan kapasitas dan kualitas operasi agar layanan tetap andal saat permintaan terus meningkat.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
APPKSI Desak Kepastian Lahan dan Pembayaran Sawit di Rokan Hilir
APPKSI desak penyelesaian sengketa lahan dan pembayaran sawit bagi 551 petani KSB di Rokan Hilir; minta PT T...
Satu Dekade CICIL: DPR Tekankan Tata Kelola Kuat
Komisi XI DPR mengingatkan pentingnya tata kelola saat PT CICIL merayakan 10 tahun; perusahaan catat akumula...
Kemendag Perkuat Campuspreneur untuk Dorong Wirausaha Kampus Ekspor
Kemendag memperkuat program Campuspreneur lewat kerja sama kampus, kurasi produk, dan fasilitasi pasar untuk...
KADI Mulai Selidiki Impor SAP dari Tiongkok Setelah Temuan Kerugian
KADI membuka penyelidikan antidumping impor SAP dari Tiongkok setelah temukan peningkatan impor yang merugik...
Instagram Ganti Wordmark Setelah 10 Tahun, Ikon Tetap
Instagram memperbarui wordmark pada 13 Agustus 2026; ikon kamera bergradasi sejak 2016 tetap dipertahankan.
Pertamina Patra Niaga Sumbagut Rayakan HUT ke-81 di 24 SPBU
Pertamina Patra Niaga Sumbagut merayakan HUT ke-81 dengan berbagi hadiah di 24 SPBU wilayah Sumbagut sebagai...