Danantara Pangkas 290 Perusahaan BUMN, Target 300 Akhir 2026
Danantara Indonesia mengumumkan telah memangkas sekitar 290 perusahaan dari total 1.074 entitas BUMN sebagai bagian dari program penataan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Pengumuman itu disampaikan CEO Rosan Roeslani pada Konferensi Pers RAPBN dan Nota Keuangan 2027 di Gedung DJP, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026. Langkah yang ditempuh meliputi merger, likuidasi, konsolidasi, dan skema lain untuk menyederhanakan struktur BUMN.
Rincian penataan dan target waktu
Penataan ini dimulai dengan identifikasi anak perusahaan yang tumpang tindih fungsi atau kurang produktif. Dari 1.074 perusahaan BUMN yang menjadi sasaran streamlining, sekitar 290 entitas telah ditutup melalui berbagai skema. Danantara menargetkan jumlah perusahaan BUMN dapat ditekan menjadi sekitar 300 perusahaan pada akhir 2026.
"Dari total 1.074 perusahaan BUMN yang dilakukan streamlining, per hari ini sudah menurunkan jumlah sekitar 290 perusahaan yang kami tutup. Dengan kita melakukan merger, likuidasi, konsolidasi dan lainnya,"
Sektor yang dikonsolidasikan
Penataan tidak hanya menyasar perusahaan jasa keuangan, tetapi juga sektor pelayanan dan aset. Salah satu fokus adalah konsolidasi perusahaan asset management yang sebelumnya dikelola terpisah oleh bank dan institusi keuangan BUMN. Selain itu, Danantara melakukan penataan pada sektor rumah sakit dan perhotelan untuk mengoptimalkan pemanfaatan aset negara.
Dalam sektor perhotelan, sekitar 137 hotel tercatat masuk proses konsolidasi. Konsolidasi ini diharapkan meningkatkan produktivitas operasional dan memperbaiki pemanfaatan aset BUMN.
Tantangan pengambilan keputusan
Rosan mengakui bahwa proses penataan berjalan sulit dan memerlukan pertimbangan menyeluruh. Setiap keputusan merger, likuidasi, atau konsolidasi dievaluasi dari berbagai aspek untuk meminimalkan risiko fiskal dan sosial.
"Memang ini harus kami akui, tidak mudah dan sangat-sangat berat. Karena ini harus dilihat dari semua aspeknya,"
Dampak dan prospek
Dengan struktur yang lebih sederhana, Danantara berharap kinerja BUMN menjadi lebih efisien dan mampu memberikan kontribusi fiskal yang lebih besar. Optimalisasi pengelolaan aset negara juga diharapkan memperkuat peran BUMN dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Ke depan, pemantauan hasil konsolidasi dan evaluasi pasca-merger akan menjadi kunci untuk memastikan tujuan efisiensi tercapai.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
KAI Buka 67.120 Tiket Diskon 17% untuk HUT RI
KAI menyediakan 67.120 tiket jarak jauh diskon 17% mulai 14–17 Agustus 2026 via aplikasi resmi, plus tarif d...
KAI Services Yogyakarta Gelar Fun Walk Rayakan HUT RI ke-81
KAI Services Regional 6 Yogyakarta menggelar Fun Walk pada 14 Agustus 2026 untuk memeriahkan HUT ke-81 RI, d...
5 Kiat Hadapi Bear Market Bitcoin Saat Harga Jauh dari ATH
Bitcoin turun dari ATH ke kisaran USD62–65 ribu; simak 5 kiat investasi saat bear market untuk mengelola mod...
Rupiah Menguat ke Rp17.827 Usai Pidato Nota Keuangan
Rupiah ditutup menguat 0,28% ke Rp17.827 per dolar pada 14 Agustus 2026, didorong pidato nota keuangan dan p...
APPKSI Desak Kepastian Lahan dan Pembayaran Sawit di Rokan Hilir
APPKSI desak penyelesaian sengketa lahan dan pembayaran sawit bagi 551 petani KSB di Rokan Hilir; minta PT T...
Satu Dekade CICIL: DPR Tekankan Tata Kelola Kuat
Komisi XI DPR mengingatkan pentingnya tata kelola saat PT CICIL merayakan 10 tahun; perusahaan catat akumula...