Menaker Ajak Negara ASPAG Perkuat Pengembangan Keterampilan
Menteri Ketenagakerjaan RI Yassierli mengajak negara-negara anggota Asia Pacific Group (ASPAG) memperkuat kerja sama pengembangan keterampilan. Ajakan itu disampaikan pada forum ASPAG, Rabu, 10 Juni 2026, sebagai respons terhadap disrupsi teknologi termasuk kecerdasan buatan (AI). Tujuannya untuk menutup kesenjangan antara kebutuhan industri dan kompetensi tenaga kerja.
Dorongan kerja sama regional
Yassierli menilai tantangan ketenagakerjaan tidak dapat ditangani sendiri oleh masing-masing negara. Dia menekankan pentingnya bertukar pengalaman, kebijakan, dan praktik terbaik antarpemerintah.
"Indonesia percaya, kerja sama antarnegara kini semakin penting. Tantangan ketenagakerjaan tidak bisa dihadapi sendiri, kekuatan kita ada pada kemauan untuk saling berbagi praktik baik dan saling belajar,"
Menurut Yassierli, kolaborasi regional akan mempercepat adaptasi kurikulum dan pelatihan yang relevan dengan perkembangan industri.
Program nasional untuk menjawab kebutuhan kerja
Pemerintah menempatkan pengembangan keterampilan sebagai prioritas di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah meluncurkan beberapa program untuk mempersempit gap kompetensi.
- Program Magang Nasional: pengalaman kerja terstruktur enam bulan dengan uang saku setara upah minimum. Target 150.000 peserta tahun ini.
- Program Pelatihan Vokasi Nasional: menyasar lulusan SMA dan sederajat, dengan target 300.000 peserta.
Yassierli menegaskan kedua program dirancang inklusif. Mereka memberikan kesempatan setara bagi perempuan, penyandang disabilitas, serta masyarakat di wilayah terpencil dan perbatasan.
Bidang kerja sama yang ditawarkan Indonesia
Di forum ASPAG, Indonesia menawarkan inisiatif kerja sama pada beberapa bidang prioritas. Penawaran ini ditujukan untuk memperkuat kapasitas pelatihan dan memberdayakan sektor-sektor strategis.
- Pengembangan kurikulum pelatihan vokasi berbasis keterampilan masa depan.
- Pembentukan pusat pelatihan bagi penyandang disabilitas.
- Pengembangan komunitas sektor pertanian.
- Pembentukan klinik produktivitas dan pusat teknologi tepat guna.
"Indonesia siap berbagi dan belajar. Kita memiliki banyak hal yang dapat saling ditawarkan untuk membangun kawasan yang lebih kuat dan tangguh bagi para pekerja," ucap Yassierli.
Implikasi dan langkah ke depan
Penawaran Indonesia membuka peluang harmonisasi pelatihan dan mobilitas keterampilan di kawasan Asia Pasifik. Jika diadopsi, inisiatif bersama ini dapat mempercepat kesiapan tenaga kerja menghadapi otomatisasi dan AI.
Forum ASPAG selanjutnya diharapkan menjadi platform untuk merumuskan program teknis dan mekanisme pendanaan bersama. Langkah konkret dari kerja sama ini akan menentukan seberapa cepat tenaga kerja di kawasan dapat beradaptasi dengan perubahan industri.
Berita Terkait
Prabowo: Nasionalisme Kunci Kemajuan Bangsa di Munas HIPMI
Presiden Prabowo menyatakan nasionalisme sebagai kunci kemajuan dan pendorong pertumbuhan ekonomi saat membu...
Mendes PDT: Desa Mandiri Meningkat Jadi 20.503
Mendes PDT Yandri Susanto melaporkan desa mandiri naik jadi 20.503 pada 10 Juni 2026, naik 4,38% dari 2024.
DPR: Penataan ASN Jangan Bebani Daerah dan Honorer
Komisi II DPR minta penataan ASN tak membebani daerah dan honorer, dukung masa transisi batas belanja pegawa...
Prabowo Targetkan Modernisasi 350 RS dan 10.000 Puskesmas
Presiden Prabowo menargetkan modernisasi 350–400 RS dan 10.000 puskesmas dalam tiga tahun untuk meningkatkan...
Antisipasi Kemarau, Petani Diminta Susun Jadwal Tanam
Petani diminta susun jadwal tanam lebih awal dan manfaatkan data curah hujan untuk antisipasi kemarau; punca...
Rp236 Miliar untuk Sumatra: Proyek LEVERAGE Prioritaskan Konservasi Hutan
Proyek LEVERAGE senilai US$14,4 juta (Rp236 miliar) prioritaskan Sumatra untuk penguatan pengawasan, penegak...