Mekanisme Aurora di Mars Ternyata Mirip dengan Bumi
Ilmuwan misi MAVEN menemukan bahwa aurora di Mars terbentuk lewat mekanisme serupa dengan aurora Bumi, berdasarkan data yang dikumpulkan sebelum wahana kehilangan kontak pada Desember 2025 dan saat misi berakhir pada Juni 2026. Temuan ini dipublikasikan di Nature Communications dan menunjukkan versi skala kecil dari siklus Dungey bekerja pada medan magnet kerak Mars.
Temuan utama
Penelitian ini menunjukkan bahwa penyambungan kembali medan magnet — proses yang mengalirkan energi dan partikel bermuatan — juga terjadi di Mars walau planet itu tidak memiliki medan magnet global seperti Bumi. Proses ini mempercepat elektron hingga menghasilkan cahaya aurora pada wilayah yang memiliki medan magnet kuat di kerak planet.
Metode dan instrumen
Para peneliti menganalisis data dari beberapa instrumen di wahana MAVEN. Pengukuran meliputi konfigurasi medan magnet, arus listrik, dan aliran plasma di ionosfer Mars. Instrumen yang dipakai antara lain Magnetometer, Solar Wind Electron Analyzer, dan STATIC.
Ketiga instrumen tersebut memungkinkan pemetaan interaksi medan magnet dengan partikel bermuatan di sekitar Mars. Analisis detail menunjukkan pola lokal penyambungan kembali medan magnet yang mirip siklus Dungey pada skala kecil.
Dampak pada pemahaman Mars
Hasil studi ini mengubah cara ilmuwan memahami proses pembentukan aurora di Planet Merah. Menurut data, interaksi lingkungan Matahari dengan atmosfer dan medan magnet lokal dapat memicu aurora meski tidak ada medan magnet global. Temuan ini juga memberi petunjuk baru tentang bagaimana energi dari angin Matahari disalurkan ke bagian atas atmosfer Mars.
Konsekuensi untuk misi mendatang
Walau misi MAVEN sudah berakhir, data yang terkumpul tetap bernilai untuk riset lanjutan dan perencanaan misi Mars berikutnya. Peta interaksi medan magnet dan partikel bermuatan ini akan membantu merancang instrumen baru untuk mempelajari aurora, pelapisan atmosfer, dan hilangnya atmosfer Mars dari waktu ke waktu.
Temuan yang dipublikasikan di Nature Communications ini memperkuat pemahaman bahwa proses fundamental penyambungan kembali medan magnet berperan penting dalam dinamika plasma planet meski kondisi magnetiknya berbeda.
Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.
Berita Terkait
BRIN Kembangkan Riset Multidisiplin untuk Ungkap Jejak Majapahit
BRIN kembangkan riset multidisiplin di Trowulan untuk mengungkap batas wilayah, sistem air, dan aspek lainny...
Peneliti Temukan Jejak Kehidupan Kota Majapahit di Trowulan
Peneliti BRIN menemukan 63 sumur kuno di Trowulan, Mojokerto, menguatkan bukti akses air dan luas Kota Majap...
APAVMI Tegaskan Pentingnya Data Akurat Industri Audio Visual
APAVMI minta data industri audio visual dan musik lebih akurat; BPS dinilai belum menangkap seluruh kontribu...
PRO AVL Indonesia 2026 Hadirkan 60 Merek Audio Visual
PRO AVL Indonesia 2026 menampilkan 60 merek audio visual, lighting, dan musik pada 28–31 Juli 2026 di NICE P...
Exabytes dan Universitas Ciputra Kerja Sama Kembangkan Talenta Digital
Exabytes dan Universitas Ciputra Surabaya teken MoU lima tahun untuk kembangkan talenta digital lewat magang...
Menaker Yassierli: Pemimpin Muda Berjiwa Inovatif untuk Indonesia 2045
Menaker Yassierli mengajak generasi muda kembangkan growth mindset dan inovasi saat Tanoto Scholars Gatherin...