DPR Usulkan BPI Danantara Dilibatkan dalam Pembahasan Asumsi Makro
Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun mengusulkan agar Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) dilibatkan dalam pembahasan asumsi makro dan APBN. Usulan itu disampaikan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 10 Juni 2026. Tujuannya untuk memperkuat peran investasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Usulan keterlibatan BPI Danantara
Misbakhun menilai pembahasan asumsi makro harus melibatkan semua pemangku kepentingan yang berpengaruh terhadap prospek ekonomi. Selama ini, forum asumsi makro dihadiri oleh Menteri Keuangan, Menteri PPN/Kepala Bappenas, Gubernur BI, dan BPS.
Dengan masuknya BPI Danantara, ia berharap proyeksi ekonomi mencerminkan kondisi serta potensi investasi BUMN secara lebih menyeluruh. Hal ini dinilai penting untuk menyusun asumsi yang realistis dan terintegrasi.
“Menurut saya, suatu saat kita harus memanggil BPI Danantara itu dalam forum asumsi makro seperti ini. Dulu asumsi makro di depan kita ada Menteri Keuangan, Menteri PPN/Kepala Bappenas, Gubernur BI, dan BPS, lalu investasi BUMN itu ada BPI Danantara,”
Alasan dan dampak terhadap APBN
Menurut Misbakhun, peran BPI Danantara sebagai pengelola investasi BUMN perlu menjadi bagian resmi dari pembahasan ekonomi nasional. Keterlibatan ini dinilai dapat membantu menyelaraskan target APBN dengan strategi investasi jangka menengah dan panjang.
Jika masuk dalam forum, data dan proyeksi investasi dari BPI Danantara bisa menjadi input bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan fiskal dan alokasi belanja yang mendukung pertumbuhan.
Pertanyaan soal target investasi 2027
Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Dolfie Othniel Frederic Palit, sependapat dan menyoroti kebutuhan investasi nasional untuk 2027. Ia menyebut estimasi kebutuhan investasi mendekati Rp9.000 triliun, dan mempertanyakan posisi BPI Danantara dalam upaya mencapai target pertumbuhan ekonomi 6 persen.
“Pertumbuhan ekonomi ini salah satu pendorongnya kan investasi, diperkirakan 2027 keperluan investasi kita hampir 9000 triliun. Pertanyaan saya, di sini BPI Danantara masuk tidak di dalam skema mendorong pertumbuhan ekonomi yang mau mencapai 6 persen itu?”
Langkah selanjutnya
Komisi XI belum mengumumkan langkah legislatif konkret terkait usulan ini. Namun wacana melibatkan BPI Danantara membuka peluang integrasi perencanaan investasi BUMN ke dalam asumsi makro nasional. Hal itu berpotensi mengubah cara penyusunan APBN ke depan jika diikuti aturan dan mekanisme formal.
Pengamat dan pemangku kebijakan yang berkepentingan kemungkinan akan mengkaji teknis pelibatan, termasuk ruang lingkup data yang dibagikan dan mekanisme koordinasi antar lembaga.
Berita Terkait
Prabowo: Nasionalisme Kunci Kemajuan Bangsa di Munas HIPMI
Presiden Prabowo menyatakan nasionalisme sebagai kunci kemajuan dan pendorong pertumbuhan ekonomi saat membu...
Mendes PDT: Desa Mandiri Meningkat Jadi 20.503
Mendes PDT Yandri Susanto melaporkan desa mandiri naik jadi 20.503 pada 10 Juni 2026, naik 4,38% dari 2024.
DPR: Penataan ASN Jangan Bebani Daerah dan Honorer
Komisi II DPR minta penataan ASN tak membebani daerah dan honorer, dukung masa transisi batas belanja pegawa...
Prabowo Targetkan Modernisasi 350 RS dan 10.000 Puskesmas
Presiden Prabowo menargetkan modernisasi 350–400 RS dan 10.000 puskesmas dalam tiga tahun untuk meningkatkan...
Antisipasi Kemarau, Petani Diminta Susun Jadwal Tanam
Petani diminta susun jadwal tanam lebih awal dan manfaatkan data curah hujan untuk antisipasi kemarau; punca...
Rp236 Miliar untuk Sumatra: Proyek LEVERAGE Prioritaskan Konservasi Hutan
Proyek LEVERAGE senilai US$14,4 juta (Rp236 miliar) prioritaskan Sumatra untuk penguatan pengawasan, penegak...