Ekonomi

Es Dawet Ayu Bertahan dengan Rasa Konsisten di Palembang

Bagikan:
Gerai Es Dawet Ayu dan segelas dawet dengan santan dan gula merah

Es Dawet Ayu Asli Banjarnegara tetap diminati masyarakat Palembang karena menjaga rasa dan kualitas sejak membuka gerai pada 2018. Gerai di Jalan Sukabangun II melayani pelanggan setiap hari untuk menghadapi persaingan minuman kekinian.

Lokasi, jam operasional, dan harga

Gerai Es Dawet Ayu buka setiap hari pukul 10.00–18.00 WIB. Setiap porsi dawet ditawarkan dengan harga tetap Rp7.000. Lokasi yang mudah dijangkau membuat minuman tradisional ini kerap jadi pilihan saat cuaca panas.

Proses produksi dan rahasia rasa

Seluruh dawet diproduksi sendiri setiap pagi. Bahan baku dipilih dan diolah di tempat untuk menjaga kesegaran.

Penyusunan takaran dilakukan menyesuaikan kondisi bahan baku agar rasa tetap seragam. Tahapan pengolahan santan menjadi penentu utama cita rasa.

"Dawetnya kami buat sendiri setiap hari. Santan dan gula merah juga kami olah sendiri supaya rasanya tetap segar," kata Clarisa, karyawan gerai, Sabtu, 25 Juli 2026.

Clarisa menjelaskan santan dimasak hingga matang untuk menghasilkan rasa gurih dan memperpanjang daya tahan. Meski takaran bisa berubah menyesuaikan bahan, standar rasa selalu dijaga agar pelanggan mendapatkan kualitas yang sama.

"Kalau santannya dimasak dengan benar, rasanya lebih gurih dan tahan lebih lama. Itu yang selalu kami jaga setiap hari," tambahnya.

Respon pelanggan dan daya saing

Pelanggan menilai konsistensi rasa sebagai alasan utama memilih Es Dawet Ayu. Seorang pembeli, Zallfa, mengatakan perpaduan santan dan gula merah terasa pas tanpa berlebihan.

"Saya sudah beberapa kali beli di sini. Rasanya tetap sama, santannya gurih dan dawetnya lembut," ujar Zallfa.

Menurut Zallfa, minuman ini memberi sensasi menyegarkan hingga tegukan terakhir. Konsistensi rasa menjadi keunggulan yang membuat minuman tradisional mampu bersaing dengan beragam minuman modern.

Prospek dan penutup

Di tengah tren minuman kekinian, Es Dawet Ayu mempertahankan pelanggannya melalui konsistensi produksi dan pengolahan bahan. Jika standar kualitas terus dijaga, gerai ini berpotensi mempertahankan pangsa pasar minuman tradisional di Palembang.

Rafi Akbar
Penulis
Rafi Akbar

Analis bisnis yang mengulas perkembangan industri, korporasi, dan peluang investasi.

Berita Terkait