BRIN Kembangkan Membran Filtrasi dari Limbah Botol PET
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan membran filtrasi berbahan limbah botol plastik PET untuk pengolahan air sungai dan limbah industri. Inisiatif ini diumumkan pada Senin, 8 Juni 2026 oleh tim Pusat Riset Sistem Nanoteknologi BRIN sebagai solusi ganda: mengurangi sampah plastik sekali pakai sekaligus menyediakan teknologi filtrasi air yang lebih terjangkau dan ramah lingkungan.
Alasan dan kolaborasi
BRIN memilih polyethylene terephthalate (PET) karena jumlahnya besar dan mudah ditemukan di lingkungan. Penggunaan limbah plastik diharapkan mendorong ekonomi sirkular sekaligus menekan biaya produksi membran dibandingkan bahan keramik atau polimer komersial.
Tim peneliti telah menjalin kerja sama dengan PDAM untuk menguji penerapan membran dalam pengolahan air baku sungai. Menurut tim, teknologi membran bisa menyederhanakan proses karena mampu memangkas beberapa tahap konvensional seperti sedimentasi dan koagulasi.
"Karena itu, kami mencoba menggabungkan dua persoalan menjadi satu solusi, yaitu memanfaatkan limbah botol plastik menjadi material membran berbasis ekonomi sirkular dan ramah lingkungan,"
Proses pembuatan membran
Secara teknis, botol PET dihancurkan menjadi potongan kecil lalu dilarutkan dengan pelarut organik hingga menjadi larutan polimer. Larutan itu dicetak menggunakan metode phase inversion sehingga terbentuk lembaran membran berlapis dengan ketebalan sekitar 0,19 mm. Ketebalan dapat disesuaikan untuk kebutuhan aplikasi yang berbeda.
Hasil uji kualitas air
Teknologi diuji pada sampel air sungai yang awalnya belum memenuhi standar baku mutu air layak pakai. Berikut perubahan parameter kualitas air sebelum dan setelah filtrasi:
| Parameter | Sebelum | Setelah |
|---|---|---|
| Kekeruhan (NTU) | 440 | 1,42 |
| TDS (ppm) | 506 | 374 |
| TSS (ppm) | 793 | 37 |
| COD (ppm) | 17,05 | 2,45 |
| BOD (ppm) | 6,94 | 1,24 |
Nilai pasca-filtrasi memenuhi batas baku mutu yang berlaku, misalnya kekeruhan maksimal 25 NTU, TDS 1000 ppm, TSS 1000 ppm, COD 10 ppm, dan BOD 2 ppm.
Aplikasi industri dan performa
Selain air sungai, membran berbasis PET diuji pada limbah industri elektroplating yang mengandung ion kromium (VI). Pada uji tersebut membran menunjukkan fluks 200 L m-2 h-1 bar-1 dengan rejeksi sekitar 70%.
"Kalau membran keramik harganya bisa mencapai jutaan rupiah per meter persegi, sementara bahan baku membran kami berasal dari limbah botol plastik yang praktis tidak memiliki nilai ekonomi. Ini menjadi solusi sangat murah sekaligus ramah lingkungan,"
Pengembangan dan tujuan ke depan
Tim BRIN berencana meningkatkan performa membran, terutama fluks dan selektivitas, antara lain dengan menambahkan nanopartikel untuk memperbaiki kemampuan penyaringan. Riset ini diarahkan untuk berbagai industri yang menghasilkan limbah cair berbahaya, seperti elektroplating dan batik.
Badrut dan tim berharap inovasi ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals, khususnya pengurangan limbah plastik dan peningkatan akses air bersih melalui pendekatan ekonomi sirkular.
"Kami terus berkomitmen melakukan riset yang berdampak dan ramah lingkungan. Tidak hanya untuk mengatasi masalah limbah, tetapi juga menghasilkan teknologi yang murah dan kinerja yang baik bagi masyarakat,"
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
PPKS dan BPDP Perkenalkan Kelapa Sawit ke Siswa SD di Medan
PPKS dan BPDP mengajak siswa SD di Medan belajar kelapa sawit lewat kunjungan edukatif dan praktik di fasili...
Tahun Baru Mars 2026: Planet Merah Mulai Putaran Baru
Planet Mars resmi memasuki tahun baru pada 30 Sep 2026; satu tahun Mars setara sekitar 687 hari Bumi dan ter...
Crew-13 Meluncur ke ISS, Empat Astronot Gabung Ekspedisi 75
NASA dan SpaceX meluncurkan Crew-13 ke ISS pada 1 Oktober 2026; empat astronaut dijadwalkan bergabung dengan...
Teleskop Roman Tangkap Cahaya Pertama dari Awan Magellan Besar
Nancy Grace Roman lulus uji pandu presisi dan Coronagraph-nya menangkap cahaya pertama dari Awan Magellan Be...
Kemkomdigi Perketat Pengawasan Ruang Digital, Takedown Konten Krusial 4 Jam
Kemkomdigi memperketat pengawasan ruang digital dengan takedown konten krusial maksimal 4 jam dan mengajak p...
Keuntungan dan Risiko Investasi Emas, Harga Terbaru
Harga emas Pegadaian terkoreksi 29 Sept 2026; emas tetap jadi pilihan lindung nilai namun punya risiko seper...