MBG Bisa Ciptakan 3 Juta Lapangan Kerja, Presiden: Uang Berputar di Desa
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berpotensi menciptakan jutaan pekerjaan dan menggerakkan ekonomi desa jika implementasi berjalan optimal. Pernyataan itu disampaikan di Sentul, Bogor, Rabu, 3 Juni 2026, saat acara tentang nutrisi generasi masa depan.
Potensi penyerapan tenaga kerja
Presiden menegaskan bahwa bila seluruh jaringan dapur MBG beroperasi dengan baik, program ini mampu menjangkau lebih dari 80 juta penerima dan membuka lapangan kerja dalam skala besar. Target pemerintah adalah menjangkau 83–85 juta orang pada puncak pelaksanaan.
Kalau nanti program ini berjalan di puncaknya, kita bisa memberi makan 83 sampai 85 juta orang. Dengan 30 ribu dapur berjalan dengan benar dan baik, kita bisa menghasilkan 3 juta lapangan kerja.
Rinciannya menurut Presiden dibagi antara pekerjaan formal yang langsung terkait operasional MBG dan pekerjaan tidak langsung yang muncul dari rantai ekonomi di pedesaan.
- Sekitar 1,5 juta pekerjaan formal dari operasional dapur dan distribusi.
- Sekitar 1,5 juta pekerjaan tambahan dari aktivitas ekonomi di desa, seperti logistik, pemasok bahan makanan, dan usaha mikro.
Dampak pada ekonomi desa dan petani
Presiden menilai keberhasilan MBG akan mendorong perputaran uang yang lebih besar di tingkat desa. Hal ini diharapkan memberi efek berantai bagi sektor pertanian dan pelaku usaha lokal.
Uang yang beredar di desa akan sangat besar.
Program ini juga dipandang memberi kepastian pasar bagi petani. Dengan penyerapan hasil panen untuk kebutuhan dapur MBG, pendapatan petani berpotensi meningkat dan fluktuasi pasar dapat dikurangi.
Petani-petani akan meningkat penghasilannya. Dia bisa mendapat suatu jaminan produknya, hasil keringatnya bisa diserap dan dibeli.
Peran pelaksana dan SDM pengelola
Selain infrastruktur dapur, Presiden menekankan bahwa kualitas pelaksana di lapangan krusial untuk keberhasilan program. Pemerintah menyiapkan tenaga khusus untuk mengelola dan memimpin operasional di daerah.
Kita telah mendidik, merekrut, dan menggembleng saudara untuk memimpin dan mengelola dapur-dapur tersebut.
Persiapan sumber daya manusia ini dimaksudkan agar standar nutrisi, kebersihan, dan distribusi dapat dipertahankan di seluruh daerah.
Prospek dan tantangan ke depan
Jika target cakupan dan operasional dapur terpenuhi, MBG diprediksi memberi dampak signifikan bagi penyerapan tenaga kerja dan stabilitas penghidupan di pedesaan. Namun keberhasilan akan bergantung pada koordinasi antarlevel pemerintahan, kualitas pengelolaan dapur, serta kesinambungan pasokan bahan lokal.
Pengawasan pelaksanaan dan dukungan pada rantai pasok lokal menjadi kunci untuk mewujudkan manfaat ekonomi dan gizi yang merata.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kemenbud Usulkan Tari Zapin ke UNESCO untuk Perkuat Pelestarian
Kementerian Kebudayaan mengusulkan Tari Zapin ke UNESCO (29 Sept 2026) untuk memperkuat pelestarian lintas g...
Korlantas Buka Layanan Blokir ETLE di Samsat Seluruh Indonesia
Korlantas membuka layanan pengurusan blokir ETLE langsung di Samsat mulai 30 September 2026 untuk memudahkan...
STNK Digital Resmi Berlaku, Pengendara Tak Perlu Bawa STNK Fisik
Korlantas luncurkan STNK Digital lewat aplikasi Digital Korlantas; dokumen elektronik ini setara hukum denga...
Basarnas Alihkan Pencarian Jurnalis ke Operasi SAR Rutin
Basarnas tetap melanjutkan pencarian lima jurnalis lewat operasi SAR rutin; pencarian berlangsung 24 jam ses...
Wamensos Dorong Pembangunan Sekolah Rakyat di Pekalongan
Wamensos mendorong percepatan pembangunan Sekolah Rakyat di Pekalongan; Pemkab sediakan lahan 8,1 ha untuk m...
Menko Pangan Tawarkan Insentif Karbon untuk Investor Hijau
Menko Pangan Zulkifli Hasan tawarkan insentif pasar karbon untuk tarik investasi hijau di sektor pangan, sam...