Kejagung Selidiki Manipulasi Ekspor Sawit oleh Beberapa Perusahaan
Kejaksaan Agung tengah menyelidiki dugaan manipulasi data ekspor kelapa sawit oleh sejumlah perusahaan di Indonesia. Penyidikan berjalan sejak laporan awal dari Menteri Keuangan dan dilaksanakan secara intensif untuk menghitung potensi kerugian negara.
Kejagung dan BPKP lakukan audit bersama
Penyelidikan dipimpin oleh Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung RI, Febrie Adriansyah. Menurut Febrie, tim penyidik bekerja sama dengan Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk mengaudit dan menghitung besaran kerugian keuangan negara akibat dugaan under-invoicing.
"Sekarang memang kita sedang melakukan penyidikan. Melakukan perhitungan kerugian keuangan negara bersama-sama dengan auditor di BPKP,"
Proses audit ini bertujuan mengungkap modus operandi yang digunakan sehingga dapat diketahui aspek hukum dan nilai kerugian material yang ditimbulkan.
Asal laporan dan fokus penyidikan
Penindakan ini merupakan tindak lanjut dari laporan awal yang disampaikan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa. Jampidsus menyatakan akan mengumpulkan berbagai informasi terkait dugaan pelanggaran hukum yang disebut-sebut terjadi di beberapa perusahaan eksportir sawit.
Febrie menyebut ada penguatan informasi dari laporan Menkeu dan kajian internal tim pidana khusus. Tim penyidik, yang memiliki pengalaman menangan tindak pidana korupsi, sedang menelaah bukti dan data yang relevan untuk menentukan langkah hukum selanjutnya.
Transparansi dan langkah ke depan
Meski saat ini penyidikan masih berjalan, Kejagung berjanji akan bersikap transparan kepada publik. Hasil penyidikan dan temuan mengenai modus spesifik dugaan manipulasi data ekspor akan disampaikan kepada media ketika sudah jelas.
"Akan kami update nanti ke rekan-rekan jurnalis, pasti nanti apa yang terjadi, modus spesifiknya di beberapa perusahaan. Yang sedang kami tangani terkait manipulasi data ekspor yang sering disebut di publik, melakukan under-invoicing,"
Langkah penyidikan dan audit bersama BPKP menunjukkan upaya memperjelas dampak fiskal dari praktik yang dituduhkan. Ke depan, publik menunggu hasil perhitungan kerugian negara dan apakah penyidikan akan berujung pada tuntutan pidana terhadap pihak terkait.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Presiden Luncurkan BBM B50, Target Swasembada dalam 4 Tahun
Presiden Prabowo umumkan peluncuran BBM B50 pada Juli dan target swasembada BBM dalam empat tahun untuk hent...
Polri Gelar Ziarah dan Tabur Bunga Jelang Hari Bhayangkara ke-80
Polri menggelar ziarah nasional dan tabur bunga di lima lokasi pada 24 Juni 2026, sebagai penghormatan pahla...
Samuel Wattimena Dorong Generasi Muda Bangun Narasi Pariwisata Daerah
Samuel Wattimena mengajak generasi muda membangun narasi pariwisata daerah berbasis kearifan lokal untuk mem...
ADKASI: Kabupaten Minta Kelola Pertambangan dan Dana Transfer Dinaikkan
ADKASI mendesak pengembalian kewenangan kabupaten atas pengelolaan SDA dan penambahan dana transfer lewat AP...
Kasus Penyekapan Bandung: Cucun Tekankan Pentingnya Masyarakat Aktif Melapor
Wakil Ketua DPR Cucun minta warga aktif melapor setelah kasus penyekapan di Kabupaten Bandung; Kapolda Jabar...
USM Perkuat Layanan bagi Mahasiswa Internasional Indonesia
USM memperkuat layanan bagi mahasiswa internasional, termasuk pelajar Indonesia, lewat unit khusus, pendampi...