Kemenhut Perkuat Manggala Agni Hadapi Karhutla di Sumatra
Kementerian Kehutanan mengerahkan personel Manggala Agni ke Aceh, Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan untuk memperkuat operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Aksi ini berlangsung sejak laporan titik api terbaru muncul, dengan tujuan mempercepat pemadaman, pendinginan area terbakar, dan mencegah kebakaran kembali muncul.
Distribusi personel dan lokasi operasi
Penguatan dilakukan melalui Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera (Balai Dalkarhut Sumatera). Personel tambahan dari beberapa Daops Manggala Agni dikerahkan ke empat provinsi prioritas untuk mendukung tugas lapangan.
- Aceh: Kabupaten Nagan Raya (Desa Kayee Unou, Desa Babah Lueng)
- Riau: Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis
- Jambi: Desa Durian Luncuk
- Sumatera Selatan: Desa Sungai Rambutan
Strategi operasi: pendinginan, patroli, dan penanggulangan gambut
Penanganan di lokasi dilakukan secara intensif. Tim fokus pada pendinginan dan patroli pencegahan agar api tidak meluas. Operasi di Aceh mendapat perhatian khusus karena kebakaran terjadi di kawasan gambut yang mudah terbakar dan re-smoldering dapat memicu kebakaran ulang.
Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan, Dwi Januanto Nugroho, menegaskan peran tim di lapangan sebagai garda terdepan pengendalian karhutla.
“Manggala Agni bekerja di garis depan pengendalian karhutla. Mereka hadir bersama BPBD, TNI, Polri, pemerintah daerah, KPH, dan masyarakat untuk memastikan api tidak meluas,”
Koordinasi lintas lembaga dan respons cepat
Kepala Balai Dalkarhut Sumatera, Ferdian Krisnanto, menyatakan pihaknya menambah personel lintas daerah operasi dan meningkatkan patroli untuk merespons setiap laporan titik api. Penambahan tersebut dimaksudkan untuk membatasi luas area terbakar dan memastikan pendinginan dilakukan sampai tuntas.
“Fokus kami adalah merespons cepat setiap laporan titik api, membatasi perluasan area terbakar. Dan memastikan pendinginan dilakukan sampai tuntas,”
Imbauan ke pemerintah daerah dan masyarakat
Kemenhut mengimbau pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Larangan membuka lahan dengan membakar ditegaskan kembali, dan masyarakat diminta segera melapor jika menemukan indikasi kebakaran. Pelaporan dini dinilai krusial untuk mencegah kebakaran meluas.
Dengan langkah penempatan personel tambahan dan patroli intensif, Kemenhut berharap penanganan karhutla di Sumatra dapat tertangani lebih cepat dan area terbakar dapat diminimalkan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Diduga Korsleting, 70 Rumah di Kampung Adat Sukabumi Terbakar
Kebakaran di Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya, 25 Juli 2026, meludeskan 70 rumah sehingga 420 warga kehilan...
Pemerintah Siapkan 2.000 Kampung Nelayan untuk Kesejahteraan
Pemerintah akan membangun 2.000 kampung nelayan mulai 2026, lengkap balai lelang, pabrik es, cold storage, d...
Pemerintah Percepat Program Makan Bergizi Gratis dalam Dua Tahap
Pemerintah percepat program Makan Bergizi Gratis dalam dua tahap: satu bulan fokus 3T dan pondok pesantren,...
Kemkomdigi Raih Predikat Kualitas Tertinggi Tanpa Maladministrasi
Kemkomdigi mendapat predikat kualitas tertinggi tanpa maladministrasi dari ORI untuk 2024–2025 dengan skor 8...
Wamenko: Ketahanan Pangan Kian Menguat, Stok Beras 5 Juta Ton
Pemerintah perkuat ketahanan pangan dengan cadangan beras 5 juta ton; stok dinilai cukup hadapi El Nino dan...
Pertagas Gelar Office Adventure Day Rayakan Hari Anak Nasional
Pertagas menggelar Office Adventure Day pada 25 Juli 2026, menghadirkan ruang bermain edukatif bagi 35 anak...