Magetan Pertahankan WTP 12 Kali, DPRD Minta Perbaikan 60 Hari
Magetan — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Magetan memberi apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten atas keberhasilan memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI sebanyak 12 kali berturut-turut pada Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Keuangan Tahun 2025. Meski demikian, DPRD meminta perbaikan terhadap sejumlah catatan dan rekomendasi BPK dalam jangka 60 hari.
Sorotan rekomendasi BPK
Anggota legislatif menilai beberapa temuan dalam LHP perlu segera ditangani meski tidak berdampak material terhadap laporan keuangan 2025. Perbaikan diarahkan agar masalah kecil tidak berkembang menjadi risiko hukum atau keuangan di masa depan.
DPRD menekankan agar perbaikan dilakukan secara sistematis dan terdokumentasi, termasuk penetapan penanggung jawab dan jadwal tindak lanjut untuk setiap rekomendasi.
Pengelolaan honorarium dan pokir
Salah satu sorotan khusus adalah pengelolaan honorarium. Plt. Ketua DPRD Magetan, H. Suyatno, meminta kepala daerah, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bekerja lebih selektif dan disiplin dalam penganggaran.
"Honorarium harus dikelola secara hati-hati dan sesuai ketentuan. Jangan sampai ada penganggaran yang salah akun ataupun penyalahgunaan yang nantinya dapat menimbulkan persoalan hukum,"
Selain itu, pelaksanaan pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD tetap dapat dilanjutkan. Namun implementasinya harus memenuhi unsur akuntabilitas, transparansi, dan benar-benar mengakomodasi kebutuhan riil masyarakat.
Komitmen fungsi pengawasan dan langkah ke depan
Suyatno menilai temuan ketidakpatuhan dalam LHP kali ini tidak berdampak material. Meski begitu, DPRD meminta perbaikan cepat agar temuan tidak menjadi "bom waktu" di kemudian hari.
"Kami akan tetap objektif, yang sudah baik akan kita apresiasi tapi yang kurang baik akan tetap kita kritisi dan benahi. Raihan ini harus jadi pelecut semangat dalam memacu kinerja pemerintahan dengan tujuan mensejahterakan masyarakat,"
DPRD juga menegaskan akan menjaga fungsi pengawasan secara kritis demi kepentingan publik. Ke depan, DPRD berharap sinergi antara eksekutif dan legislatif serta partisipasi aktif masyarakat meningkat untuk mengawal agenda pembangunan agar berjalan optimal dan tepat sasaran.
Berita Terkait
PDIP Sidoarjo Bagikan 6 Sapi dan 1 Kambing Saat Iduladha 2026
PDIP Sidoarjo menyumbang 6 sapi dan 1 kambing untuk kurban Iduladha 1447 H, distribusi ke santri dan warga s...
Novita Hardini: Koordinasi Lintas Sektor Kunci Pengelolaan Pariwisata
Novita Hardini minta Kementerian Pariwisata perkuat sinergi pusat-daerah untuk atasi ego sektoral dan optima...
Nelayan Puger Keluhkan Sulitnya Dapatkan Solar Subsidi
Puluhan nelayan Puger mengadu ke DPRD Jember soal sulitnya akses solar subsidi dan rumitnya persyaratan admi...
PDI Perjuangan Gresik Bagikan Daging Kurban Door-to-Door
DPC PDI Perjuangan Gresik menyembelih sapi dan kambing lalu membagikan daging kurban door-to-door kepada sek...
Warga Surabaya Keluhkan Biaya Pendidikan dan Lapangan Kerja saat Reses
Warga Surabaya mengeluhkan biaya sekolah, pencairan bantuan, dan minimnya lapangan kerja saat reses Budi Lek...
PDI Perjuangan Blitar Bagikan 400 Paket Daging Kurban dengan Besek
DPC PDI Perjuangan Kota Blitar membagikan lebih 400 paket daging kurban dengan kemasan besek bambu untuk kur...