Bupati Trenggalek Dorong PDAM Pakai Energi Surya untuk Tekan Biaya
Trenggalek — Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin mendorong Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) berinovasi dengan memanfaatkan energi terbarukan. Pada Kamis (23/7/2026), ia meminta Perumda Air Minum (PDAM) mempertimbangkan pemasangan panel surya untuk mengurangi ketergantungan pada listrik dan menekan biaya operasional, sehingga kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) bisa diperkuat.
Dorongan efisiensi dan target PAD
Bupati menilai efisiensi biaya operasi penting di tengah kebijakan penghematan anggaran daerah. Ia menekankan BUMD harus tetap berkembang meski menghadapi tantangan fiskal. Salah satu fokusnya adalah menekan biaya listrik yang selama ini menjadi pengeluaran signifikan bagi PDAM.
PDAM diminta manfaatkan panel surya
Mas Ipin -- sapaan akrab Bupati -- mengusulkan penggunaan panel surya sebagai sumber energi untuk mengoperasikan pompa air. Pemanfaatan tenaga matahari diharapkan dapat memangkas tagihan listrik bulanan dan menurunkan beban operasional perusahaan daerah tersebut.
"Ini untuk menghemat energi. Karena pompa air selama ini menggunakan sumber daya listrik. Tentu pengeluarannya juga tidak sedikit,"
Ia menambahkan bahwa ide tersebut bersifat rekomendasi awal dan bisa diwujudkan sesuai kemampuan daerah.
"Ini hanya sekadar saran. Bisa menggunakan solar panel,"
Skema pembiayaan dan manfaat jangka panjang
Bupati mengakui investasi awal pemasangan panel surya membutuhkan biaya besar. Namun, ia menyarankan skema pembiayaan bertahap atau cicilan untuk mengurangi tekanan fiskal awal. Dengan skema itu, manfaat penghematan energi dapat dirasakan dalam jangka menengah hingga panjang.
Efisiensi, menurutnya, juga penting agar BUMD dapat menjadi penopang PAD.
"Efisiensi juga penting. Tetapi BUMD setidaknya bisa menjadi penopang dalam hal Pendapatan Asli Daerah (PAD),"
Inovasi BUMD lain: BPR Jwalita dan program Gangsar
Selain PDAM, Bupati mendorong BUMD lain menerapkan inovasi pelayanan dan produk untuk meningkatkan kinerja. Salah satu contoh adalah Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Jwalita Trenggalek yang diminta menghadirkan program menarik untuk menumbuhkan kebiasaan menabung.
BPR Jwalita juga menjalankan Program Kredit Pedagang Pasar atau Gangsar sejak 2016. Program ini memberi akses pembiayaan lebih terjangkau bagi pedagang pasar dan membantu mencegah mereka menggunakan kredit berbunga tinggi.
Implikasi dan langkah ke depan
Penggunaan energi surya pada PDAM bisa menjadi proyek percontohan untuk BUMD lain. Jika berhasil, skema ini berpotensi menurunkan beban anggaran operasional dan meningkatkan kontribusi PAD. Langkah selanjutnya adalah kajian teknis dan finansial oleh PDAM dan pemangku kebijakan untuk menentukan skema pelaksanaan yang optimal.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
PDI Perjuangan Malang Dukung Sekolah, Tolak Hibah Aset Daerah
PDI Perjuangan Malang dukung pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi dan Sekolah Rakyat, namun menolak hib...
PDI Perjuangan Malang Dukung Sekolah, Tolak Hibah Aset Daerah
PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Malang dukung pembangunan sekolah namun menolak kewajiban hibah aset daerah ke...
PDI Perjuangan: Anak Investasi Terbesar pada HAN 2026
PDI Perjuangan menyebut anak sebagai investasi terbesar dan serukan pemenuhan hak dasar pada HAN 2026, fokus...
Wali Kota Minta Periksa Penggunaan Rp8 Miliar di KBS
Wali Kota Surabaya minta penyelidikan dugaan penggunaan dana Rp8 miliar di Kebun Binatang Surabaya dituntask...
Generasi Emas: Lebih dari Sekadar Makan Bergizi di Hari Anak
Menjelang Hari Anak Nasional, penulis mengingatkan: program makan bergizi penting, namun pendidikan bermutu...
Banyuwangi: 1.000+ Orang Bersihkan Pantai dalam Gerakan ASRI
Lebih dari seribu warga membersihkan Pantai Ancol Plengsengan, Banyuwangi, sebagai bagian dari Gerakan Indon...