Soekarno Run Banyuwangi: Pelari Tampil dengan Kostum Beragam
Ribuan pelari di Soekarno Run BWX 2026 di Banyuwangi, Minggu (20/9/2026), tidak hanya berlomba cepat. Mereka datang mengenakan beragam kostum—pakaian adat, tokoh pewayangan, busana yang mengingatkan pada Bung Karno, hingga kreasi modern terinspirasi Power Rangers. Penampilan itu menjadi cara generasi muda memaknai dan mengekspresikan budaya.
Suasana dan keragaman kostum
Suasana garis start penuh warna. Ada peserta berbusana tradisional daerah, ada yang tampil sebagai tokoh pewayangan, dan ada pula yang memilih kostum bernuansa nasionalis seperti Bung Karno.
Keragaman ini menarik perhatian pengunjung dan pejabat yang hadir. Wara Sundari Renny Pramana, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, menilai ragam penampilan itu mencerminkan realitas sosial Indonesia.
"Pesertanya antusias, banyak yang menggunakan pakaian beragam. Ini menunjukkan bahwa Indonesia adalah bangsa yang kaya akan keragaman. Ada pakaian adat kedaerahan, tokoh pewayangan, hingga tren Gen Z hari ini,"
Renny menekankan bahwa perbedaan bukan kelemahan, melainkan kekuatan dan ruang ekspresi bagi generasi muda.
Cerita pelari: Bung Karno, Gatotkaca, dan kreasi modern
Beberapa peserta membawa narasi personal lewat kostum. Bang Ucup, pelari asal Banyuwangi, memilih berpakaian identik Bung Karno sebagai bentuk kekaguman.
"Karena temanya Soekarno dan saya kagum pada sosok beliau, jadi saya menghayati lari ini dengan mengenakan pakaian yang identik dengan penampilan tokoh Bung Karno,"
Bagi Ucup, kostum itu bukan sekadar kostum perlombaan. Ia ingin menghadirkan kenangan dan rasa hormat pada tokoh proklamator.
Sementara Frengky tampil sebagai Gatotkaca, tokoh wayang yang identik dengan kekuatan dan kemampuan terbang. Pilihan ini ia sambungkan dengan motivasi untuk berlari cepat dan berharap naik podium.
"Gatotkaca itu identik dengan kecepatan terbangnya, jadi saya pakai pakaian ini agar bisa jadi cepat juga, dan naik podium,"
Di sisi lain, Nuril Firdaus menggabungkan unsur kebudayaan Banyuwangi dengan estetika modern terinspirasi Power Rangers. Ia menyebut kostumnya sebagai pertemuan lokal dan global.
"Ini adalah salah satu ruang saya mengenalkan kostum kreasi saya yang memadukan kebudayaan Banyuwangi dengan kultur modern. Ini konsepnya macam putih, jadi saya buat seperti ini karena dipadukan dengan tema Power Rangers,"
Makna untuk generasi muda
Menurut Renny, generasi Z mengekspresikan identitas melalui fesyen, budaya digital, dan bentuk kreativitas lain. Selama ekspresi itu positif, menurutnya perlu diapresiasi.
"Anak-anak muda hari ini punya cara sendiri untuk menunjukkan identitasnya... Selama itu menjadi ruang ekspresi yang positif, kita harus memberikan apresiasi,"
Soekarno Run BWX 2026 bukan hanya ajang lomba. Di sepanjang rute, setiap kostum membawa cerita—tentang nasionalisme, budaya, sejarah, dan imajinasi.
Penutup
Pada akhirnya, pelari dengan pakaian berbeda itu bergerak bersama di satu rute dan dalam satu semangat. Dalam keragaman penampilan, acara ini menampilkan wujud sederhana dari keberagaman Indonesia yang saling bertemu dan beriringan.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
DPRD Malang Usul Armada Damkar Kecil untuk Gang Sempit
DPRD Kota Malang usulkan armada damkar kecil untuk menjangkau gang sempit dan percepat respons kebakaran, se...
Ponorogo Kantongi Izin Perhutani 9,4 Ha untuk TPA Mrican
Pemkab Ponorogo mendapat izin penggunaan 9,4 ha hutan Perhutani untuk TPA Mrican; pembangunan diproyeksikan...
Stadion Ketonggo Diperiksa Jelang Liga 3 Nusantara
Wabup Ngawi dan Ditpamobvit Polda Jatim inspeksi Stadion Ketonggo (2 Nov 2026); ditemukan kebutuhan CCTV dan...
Komisi A Awasi Pilkades Serentak 286 Desa di Jombang 2027
Komisi A DPRD Jombang mengawal persiapan Pilkades serentak 286 desa pada November 2027 lewat RDP untuk memas...
KLIK DALAK Lumajang: DPRD Jatim Buka Klinik Investasi Keliling
Wakil Ketua Komisi C DPRD Jatim buka KLIK DALAK di Lumajang untuk memperjelas persyaratan lingkungan dan KKP...
DPRD Surabaya Buka Peluang Revisi Perda soal Pasar Buah Tanjungsari
DPRD Surabaya mengkaji revisi Perda No.1/2023 terkait jam operasional Pasar Buah Tanjungsari untuk melindung...