Soekarno Run Banyuwangi: 5.000 Peserta Dongkrak UMKM
BANYUWANGI — Ribuan warga Banyuwangi mengikuti Soekarno Run yang digelar DPD PDI Perjuangan Jawa Timur pada Minggu, 20 September 2026. Kegiatan ini dianggap sukses karena menyedot sekitar 5.000 peserta dan dinilai mampu menumbuhkan perekonomian lokal, terutama pelaku UMKM.
Peserta dan lokasi
Soekarno Run di Banyuwangi merupakan salah satu dari lima titik pelaksanaan kegiatan serupa, selain Malang, Sumenep, Surabaya, dan Madiun. Event di Banyuwangi disebut paling besar dan paling meriah dibanding kota lain dalam rangkaian itu.
Dampak ekonomi bagi UMKM
Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, MH Said Abdullah, menilai acara ini memberi efek langsung pada ekonomi lokal. Ia menyebutkan Soekarno Run membantu peningkatan kegiatan usaha kecil seperti pedagang kaki lima dan pelaku UMKM di lokasi acara.
“Soekarno Run ini yang paling spektakuler, mampu menumbuhkan perekonomian di Banyuwangi,”
Menurut Said, kehadiran ribuan peserta membuka peluang transaksi dan promosi produk lokal. Selain itu, olahraga massal ini juga dinilai menumbuhkan budaya hidup sehat di kalangan warga.
Alasan memilih Banyuwangi
Said menjelaskan pilihan Banyuwangi bukan tanpa alasan. Kabupaten ini sudah rutin menggelar event besar, seperti pagelaran kolosal Gandrung Sewu yang go internasional dan Tour de Banyuwangi Ijen, sehingga memiliki pengalaman penyelenggaraan skala nasional hingga internasional.
“Kegiatan yang digelar oleh DPD PDI Perjuangan Jawa Timur ini, Banyuwangi yang paling sukses. Pada kegiatan ini diikuti lima ribu peserta,”
Rencana dan keberlanjutan
Panitia berencana menjadikan kegiatan ini rutin setiap dua bulan. Said menegaskan target ke depan termasuk peningkatan hadiah dan penguatan skala acara untuk menarik lebih banyak peserta dan wisatawan.
“Kegiatan di Banyuwangi ini yang terbesar, dan paling sukses. Nantinya kegiatan ini akan diselenggarakan setiap dua bulan,”
Ia juga menyebut rencana hadiah pada tahun mendatang mencapai sekitar Rp5 miliar dan menegaskan posisi Banyuwangi sebagai aset provinsi: “Kalau Jawa Tengah punya Borobudur, kalau Jawa Timur punya Banyuwangi.”
Kesimpulan
Soekarno Run di Banyuwangi tidak hanya menjadi ajang olahraga massal, tetapi juga platform pemulihan ekonomi lokal dan promosi budaya. Keberhasilan edisi ini diharapkan memicu penyelenggaraan berkelanjutan dan memberi ruang lebih luas bagi UMKM setempat.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
DPRD Malang Usul Armada Damkar Kecil untuk Gang Sempit
DPRD Kota Malang usulkan armada damkar kecil untuk menjangkau gang sempit dan percepat respons kebakaran, se...
Ponorogo Kantongi Izin Perhutani 9,4 Ha untuk TPA Mrican
Pemkab Ponorogo mendapat izin penggunaan 9,4 ha hutan Perhutani untuk TPA Mrican; pembangunan diproyeksikan...
Stadion Ketonggo Diperiksa Jelang Liga 3 Nusantara
Wabup Ngawi dan Ditpamobvit Polda Jatim inspeksi Stadion Ketonggo (2 Nov 2026); ditemukan kebutuhan CCTV dan...
Komisi A Awasi Pilkades Serentak 286 Desa di Jombang 2027
Komisi A DPRD Jombang mengawal persiapan Pilkades serentak 286 desa pada November 2027 lewat RDP untuk memas...
KLIK DALAK Lumajang: DPRD Jatim Buka Klinik Investasi Keliling
Wakil Ketua Komisi C DPRD Jatim buka KLIK DALAK di Lumajang untuk memperjelas persyaratan lingkungan dan KKP...
DPRD Surabaya Buka Peluang Revisi Perda soal Pasar Buah Tanjungsari
DPRD Surabaya mengkaji revisi Perda No.1/2023 terkait jam operasional Pasar Buah Tanjungsari untuk melindung...