Ekonomi

Pemerintah Perluas Program Magang Nasional, Kuota Jadi 150.000

Bagikan:
Peserta magang mengikuti kegiatan di perusahaan sebagai bagian Program Magang Nasional

Pemerintah memperluas Program Magang Nasional (PMN) pada 2026 untuk menekan angka pengangguran yang mencapai 7,24 juta orang. Kuota peserta dinaikkan dari 100.000 pada angkatan pertama menjadi 150.000 pada angkatan kedua, dengan target memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dan industri.

Perluasan kuota dan pemerataan akses

Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor menyatakan peningkatan kuota bertujuan membuka akses magang bagi lulusan dari seluruh daerah, tidak hanya Pulau Jawa. Program yang juga dikenal sebagai Magang Hub diinisiasi Presiden untuk menjembatani kebutuhan pasar kerja dan kompetensi lulusan.

"Memang belum cukup mengatasi jumlah angka pengangguran yang hampir 7,24 juta orang. Tapi ini kita harapkan minimal bisa meminimalisir angka tersebut,"

Afriansyah—yang akrab disapa Ferry—menambahkan perluasan juga disertai upaya pemerataan agar peluang pengalaman kerja tersebar ke berbagai provinsi.

Manfaat bagi peserta

Peserta PMN mendapat beberapa manfaat langsung selama magang. Mereka menerima uang saku setara UMP/UMK, perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, serta sertifikasi kompetensi dari BNSP. Pemerintah berharap paket tersebut meningkatkan kesiapan kerja lulusan baru.

"Bapak Presiden berharap dengan Magang Nasional ini anak-anak yang baru lulus punya pengalaman, punya kompetensi, dan memiliki memori bekerja,"

Rekrutmen dan bukti efektivitas

Berdasarkan evaluasi angkatan pertama, sekitar 30 persen peserta berhasil direkrut oleh perusahaan tempat mereka magang. Angka ini dipandang sebagai indikator bahwa magang kini memberi pengalaman langsung sesuai kompetensi, bukan sekadar pekerjaan administratif.

Afriansyah menjelaskan paradigma magang berubah: peserta dilibatkan dalam proses kerja yang relevan sehingga peluang direkrut meningkat.

Peluang penempatan dalam dan luar negeri

Selain memperkuat penyerapan tenaga kerja domestik, program membuka peluang penempatan kerja ke luar negeri. Jepang disebut sebagai salah satu tujuan yang membutuhkan tenaga kerja. Untuk itu, pemerintah mendorong peningkatan kemampuan bahasa asing seperti Jepang, Korea, dan Mandarin agar lulusan lebih kompetitif di pasar global.

Tanggapan dunia usaha

Wakil Ketua Bidang Ketenagakerjaan APINDO, Darwoto, menyambut positif inisiatif ini. Menurutnya program membantu perusahaan mendapatkan tenaga kerja yang lebih siap dan mempercepat proses pencarian karyawan.

"Kami menyambut positif program magang ini. Dari sisi memberikan pengalaman bekerja bagi fresh graduate, ini sangat penting sekali. Perusahaan juga merasakan manfaatnya karena proses mencari tenaga kerja menjadi lebih mudah,"

Darwoto berharap kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan industri terus diperkuat agar kompetensi lulusan sesuai kebutuhan pasar kerja.

Perluasan PMN pada 2026 menjadi langkah konkret pemerintah untuk mempersempit kesenjangan antara lulusan dan kebutuhan industri, sekaligus upaya strategis menurunkan tingkat pengangguran nasional.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait