LRT Jabodebek Layani 195.141 Penumpang pada Libur Panjang
LRT Jabodebek melayani 195.141 penumpang selama masa libur panjang pada 14–17 Mei 2026. Angka ini tercatat dari pergerakan penumpang antara pukul 06.00–14.00 WIB dan menunjukkan peningkatan penggunaan moda pada akhir pekan panjang.
Rekap angka harian
Volume penumpang tertinggi terjadi pada Jumat, 15 Mei 2026. Stasiun-stasiun tertentu mendominasi sebagai titik keberangkatan favorit selama periode libur tersebut.
| Tanggal | Jumlah Penumpang |
|---|---|
| 14 Mei 2026 (Kamis) | 44.718 |
| 15 Mei 2026 (Jumat) | 61.703 |
| 16 Mei 2026 (Sabtu) | 46.567 |
| 17 Mei 2026 (Minggu) | 42.153 |
| Total | 195.141 |
Stasiun dan pola keberangkatan
Rekapan harian menunjukkan Stasiun Dukuh Atas, Harjamukti, dan Cikoko sebagai titik keberangkatan terbanyak. Lokasi-lokasi ini menjadi favorit pengguna selama masa libur panjang.
Pola perjalanan menunjukkan puncak keberangkatan pada pagi hingga awal siang, mengikuti rentang waktu pemantauan operator.
Respons operator dan pengalaman penumpang
Manajemen LRT menilai kenaikan ini sebagai indikasi kepercayaan publik terhadap layanan. Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, menegaskan peran konektivitas dan kepastian waktu perjalanan.
“LRT Jabodebek kini tidak hanya digunakan untuk mobilitas rutin saat hari kerja, tetapi juga semakin dimanfaatkan masyarakat selama libur panjang akhir pekan, karena memberikan kepastian waktu perjalanan serta terhubung dengan berbagai kawasan strategis dan moda transportasi lainnya,” ujar Radhitya.
Selain pernyataan resmi, penumpang juga mengapresiasi layanan. Seorang pengguna bernama Ayu menyebut moda ini memudahkan perjalanan wisata keluarga saat libur panjang.
"Saya telah menikmati moda transportasi LRT Jabodebek dengan nyaman. Liburan panjang menjadi salah satu pilihan menikmati perjalanan bersama keluarga dengan aman, nyaman, tepat waktu," kata Ayu.
Dampak dan prospek
LRT Jabodebek menyatakan akan memanfaatkan tingginya tingkat kepercayaan publik sebagai motivasi meningkatkan layanan. Fokusnya meliputi keselamatan, keteraturan operasi, dan integrasi dengan moda lain.
Ke depan, peningkatan kapasitas dan integrasi moda diharapkan memperkuat efisiensi mobilitas perkotaan serta mendukung solusi transportasi yang lebih berkelanjutan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Dua Wamenkeu Dilantik, Kemenkeu Perkuat Pelaksanaan APBN
Luky Alfirman dan Nurkholisoh Ibnu Aman dilantik sebagai Wamenkeu pada 1 Okt 2026 untuk memperkuat pelaksana...
Rupiah Turun ke Rp17.966 di Tengah Ketidakpastian AS–Iran
Rupiah melemah 0,40% ke Rp17.966 per dolar pada 1 Okt 2026, terdorong ketidakpastian AS–Iran dan pergeseran...
IHSG Melemah 0,83% ke 6.020 pada Sesi I (1 Okt 2026)
IHSG turun 0,83% ke 6.020,69 pada sesi I (1 Okt 2026), terdorong volatilitas global dan penyesuaian portofol...
Rupiah Kembali Melemah, Analis Waspadai Risiko Tembus Rp18.000
Rupiah melemah ke Rp17.919 per dolar AS pada pembukaan 1 Okt 2026; analis sebut rentan tembus Rp18.000 jika...
IHSG Diprakirakan Konsolidasi Menjelang Data Inflasi 1 Okt 2026
Pelaku pasar menunggu data inflasi BPS (1 Okt 2026); IHSG diperkirakan konsolidasi di kisaran 6.000-6.200 se...
Rupiah Menguat ke Rp17.894 Didukung Komitmen BI dan Harapan AS-Iran
Rupiah ditutup menguat 0,48% ke Rp17.894 per dolar AS, didorong pernyataan BI soal instrumen stabilisasi dan...