Angkutan Retail KAI Tumbuh Jadi 82.129 Ton hingga April 2026
PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat volume angkutan retail sebesar 82.129 ton hingga April 2026, naik 4,86 persen dibanding periode sama 2025 (78.323 ton). Laporan tersebut disampaikan perusahaan pada Senin, 18 Mei 2026.
Pencapaian volume dan pertumbuhan
Angka 82.129 ton juga menunjukkan lonjakan 23,22 persen jika dibandingkan empat bulan pertama 2024. Secara bulanan, volume angkutan retail April 2026 tercatat 21.844 ton, atau naik 22,87 persen dari April 2025.
Mengapa pelaku usaha beralih ke kereta api
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengatakan permintaan layanan distribusi barang terus meningkat. Menurut Anne, kereta api dipilih karena kapasitas besar dan waktu tempuh yang lebih terukur.
"Kereta api semakin dipilih sebagai moda distribusi barang karena memiliki kapasitas besar, waktu tempuh yang lebih terukur, serta mendukung efisiensi biaya logistik dalam rantai pasok nasional,"
Anne menambahkan optimalisasi logistik berbasis rel penting untuk menekan biaya logistik nasional yang masih relatif tinggi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Efisiensi distribusi akan menurunkan biaya produksi industri dan meningkatkan daya saing rantai pasok.
Peningkatan kapasitas dan integrasi layanan
KAI tengah meningkatkan kapasitas angkut per gerbong dari 50 ton menjadi 70 ton. Dengan satu rangkaian 60 gerbong, kapasitas angkut dapat mencapai 4.200 ton.
Perusahaan juga mendorong integrasi layanan dengan kawasan industri dan pelabuhan agar proses distribusi berjalan lebih cepat dan terkoordinasi.
Dominasi Pulau Jawa dan nilai biaya logistik
Pulau Jawa masih mendominasi aktivitas logistik nasional, menyumbang sekitar 60 persen dari total distribusi. Nilai biaya logistik di wilayah ini diperkirakan mencapai antara Rp2.400 triliun hingga Rp2.500 triliun per tahun.
"Dengan jaringan operasional yang luas dan kapasitas angkut yang besar, kereta api memiliki potensi besar untuk mendukung distribusi logistik nasional yang lebih efisien, aman, dan berkelanjutan,"
Prospek efisiensi bagi ekonomi
Executive Vice President Corporate Secretary KAI, Wisnu Pramudya, menekankan bahwa peningkatan porsi distribusi barang lewat kereta api akan memperbesar peluang efisiensi bagi dunia usaha dan masyarakat.
"Semakin besar porsi distribusi barang yang berpindah ke kereta api, semakin besar juga peluang efisiensi yang dapat dirasakan oleh dunia usaha dan masyarakat luas,"
Optimalisasi layanan ini diharapkan mampu mendorong efisiensi ekonomi dan memperkuat daya saing nasional di masa mendatang.
Ringkasan angka utama
| Periode | Volume (ton) | Perubahan |
|---|---|---|
| Jan–Apr 2026 | 82.129 | +4,86% vs Jan–Apr 2025 |
| Jan–Apr 2025 | 78.323 | — |
| Apr 2026 (bulan) | 21.844 | +22,87% vs Apr 2025 |
| Dominasi Pulau Jawa | 60% | Nilai biaya Rp2.400–2.500 triliun/tahun |
Dengan kapasitas gerbong yang meningkat dan integrasi ke kawasan industri serta pelabuhan, KAI bertujuan menjadi pilihan utama distribusi barang yang memberi dampak efisiensi bagi rantai pasok nasional.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
PLN Amankan Kelistrikan Upacara HUT ke-81 dengan Sistem Lima Lapis
PLN menyiagakan sistem pengamanan kelistrikan lima lapis dan ratusan personel untuk mengamankan Upacara HUT...
KAI Perbarui Situs kai.id, Dikunjungi 49,4 Juta Pengunjung
KAI meluncurkan tampilan baru situs kai.id pada 17 Agustus 2026; situs telah dikunjungi 49,4 juta pengunjung...
BI Luncurkan Kartu Kredit Indonesia dan Perluas MDR QRIS
Bank Indonesia meluncurkan Kartu Kredit Indonesia (KKI) pada 17 Agustus 2026 dan memperluas MDR QRIS nol per...
DPR: Target Lifting Minyak 610 Ribu Barel per Hari Realistis
Bambang Patijaya mengatakan target lifting minyak 610 ribu bph dan gas 950 ribu bph setara minyak pada RAPBN...
Tarif Rp8 KAI: 27.620 Tiket Diskon Terjual pada 17 Agustus
KAI memberlakukan tarif Rp8 untuk LRT Jabodebek dan sebagian Commuter Line pada 17 Agustus; 27.620 tiket dis...
Menkeu: Mekanisme Pembiayaan Mitigasi Bencana NTT Sudah Disiapkan
Pemerintah menyiapkan mekanisme pembiayaan untuk mitigasi dan penanganan gempa NTT, dengan dana BNPB sekitar...